9 Perempuan Diduga Disandera OPM di Mimika, Polisi Ungkap Identitasnya

Ahmad

Rabu, 19 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak. (Foto: Istimewa)

Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak. (Foto: Istimewa)

MIMIKA – Kepolisian mengungkap identitas sembilan perempuan yang dilaporkan diduga disandera oleh kelompok bersenjata atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) di wilayah Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Sembilan perempuan tersebut dilaporkan dibawa oleh OPM setelah terjadi dugaan aksi kekerasan di Kampung Pasir Putih, Distrik Jila, pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 13.40 WIT.

Berdasarkan data yang diterima aparat, sembilan perempuan yang dilaporkan hilang dan diduga disandera tersebut masing-masing Nemerina Wamang (17), yang disebut sedang hamil muda dan berasal dari keluarga Kampung Pilikogom; Alin Mesawarol, siswi kelas VI SD asal Kampung Jila; serta Nopi Aim, siswi kelas IV SD asal Kampung Jila.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, Opinte Mesawaro, siswi kelas III SD asal Kampung Jila; Yotina Senawatme (18) dari Kampung Noema; Meria Nibilingame (15) dari Kampung Pilikogom; Wena Katagame (18) dari keluarga Kampung Bunaraigin; Ilimin Onawame (18) dari keluarga Kampung Noema; dan Miante Nibilingame (13) dari Kampung Bunaraigin.

Baca Juga :  Toko Emas Tutup, Pendulang Kembali Blokade Jalan di Timika

Kapolres Mimika, AKBP Alfredo Agustinus Rumbiak, mengatakan nama-nama tersebut disampaikan langsung oleh masyarakat yang merupakan keluarga korban.

“Nama-nama korban diberikan langsung oleh masyarakat yang menjadi keluarga korban,” ujar Alfredo saat dikonfirmasi, Rabu (19/8/2026).

Meski identitas telah diperoleh, aparat hingga kini masih melakukan verifikasi untuk memastikan keberadaan dan kondisi seluruh korban.

Peristiwa tersebut sebelumnya dilaporkan bermula ketika kelompok bersenjata diduga hendak membawa sejumlah anak perempuan dari kampung tersebut. Dua orang ibu kemudian berusaha menghadang dan menyelamatkan anak-anak mereka.

Namun, upaya tersebut diduga dibalas dengan kekerasan. Salah seorang ibu dilaporkan meninggal dunia akibat luka parah di bagian perut setelah berusaha menyelamatkan putrinya. Jenazah korban kemudian dievakuasi warga untuk menjalani prosesi adat.

Sementara seorang ibu lainnya dilaporkan mengalami patah kaki setelah dilempar ke dalam jurang. Korban selamat kini berada di Kampung Pilikogom untuk mendapatkan perawatan medis.

Baca Juga :  Kebakaran di Ahmad Yani Timika Hanguskan 4 Petak Ruko, Seorang Wanita Patah Kaki

Kapolres Mimika sebelumnya mengatakan pihaknya masih mendalami informasi mengenai dugaan penyanderaan tersebut, termasuk mencari saksi yang mengetahui secara langsung kejadian.

“Kami sedang mendalami informasi tentang nama-nama yang disandera dan mencari saksi yang tahu kejadian sebenarnya,” kata Alfredo.

Menurutnya, proses pengumpulan keterangan masih menghadapi kendala karena masyarakat setempat masih berada dalam suasana duka sehingga belum seluruhnya dapat dimintai keterangan.

Sementara itu, Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf. Tengku Jozanda, menyatakan TNI juga telah melakukan investigasi untuk memastikan rangkaian kejadian tersebut.

“Mohon bersabar ya. Kita saat ini sedang lakukan investigasi. Nanti sore atau besok pagi saya kabari,” ujarnya.

Aparat gabungan kini memperketat pengamanan di wilayah Distrik Jila sembari melakukan penyelidikan untuk memastikan fakta di lapangan, termasuk keberadaan sembilan perempuan yang dilaporkan diduga dibawa oleh kelompok bersenjata tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada informasi resmi mengenai keberadaan maupun kondisi terkini dari sembilan perempuan tersebut.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI Sebut 2 Anggota OPM Kodap Sorong Raya Tewas dalam Kontak Tembak di Maybrat
Honor Nakes Tertunggak Lima Bulan, Pelayanan RSUD Elvrida Sara Nduga Ditutup
Seorang Pria Ditemukan Tewas dalam Mobil di Alun-alun Kuala Kencana Mimika
Pendaratan Dua Pesawat di Bandara Mozes Kilangin Dialihkan Akibat Kabut Asap
Kabut Asap Karhutla Merauke Ganggu Penerbangan Mimika, Berpotensi hingga Oktober
Seorang Pria Ditemukan Tewas di SP 3 Mimika
Sempat Mengaku Sakit Malaria, Pria di Mimika Ditemukan Meninggal di Kos
Warung Kopi Dibakar Dini Hari di Yahukimo

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:53 WIT

TNI Sebut 2 Anggota OPM Kodap Sorong Raya Tewas dalam Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:57 WIT

Honor Nakes Tertunggak Lima Bulan, Pelayanan RSUD Elvrida Sara Nduga Ditutup

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:34 WIT

Seorang Pria Ditemukan Tewas dalam Mobil di Alun-alun Kuala Kencana Mimika

Rabu, 30 September 2026 - 16:39 WIT

Pendaratan Dua Pesawat di Bandara Mozes Kilangin Dialihkan Akibat Kabut Asap

Senin, 28 September 2026 - 14:48 WIT

Kabut Asap Karhutla Merauke Ganggu Penerbangan Mimika, Berpotensi hingga Oktober

Berita Terbaru

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Mimika, Samuel Yogi. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Ekonomi

Mimika Punya 17 Ribu UMKM, Baru 3 Ribu Masuk Pembinaan

Senin, 5 Okt 2026 - 22:35 WIT

Ketua PC Pemuda Muslim Indonesia Kabupaten Mimika, Muh. Ardhi Chairun. (Foto: Istimewa)

Kesehatan

PC PMI Mimika Dorong Program Eliminasi Malaria

Senin, 5 Okt 2026 - 19:59 WIT