MIMIKA – PT Freeport Indonesia (PTFI) menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Indonesian Fire and Rescue Competition (IFRC) ke-8 tahun 2026.
Dua tim andalannya, Tim Kamoro dan Tim Amungme, berhasil mendominasi kompetisi sekaligus membawa pulang gelar juara umum pertama dan kedua.
Tim Kamoro PTFI keluar sebagai Juara Umum IFRC 2026, disusul Tim Amungme PTFI di posisi kedua. Sementara posisi ketiga diraih tim dari PT Hengjaya Mineralindo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengumuman pemenang sekaligus penutupan kompetisi berlangsung di Mimika Sport Complex, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu (31/10/2026), setelah delapan hari penyelenggaraan sejak 23 Oktober 2026.
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian tersendiri bagi PTFI sebagai tuan rumah. Tidak hanya mengamankan posisi tertinggi, Tim Kamoro juga tampil dominan dengan meraih juara pertama pada enam dari delapan kategori perlombaan.
Enam kategori yang berhasil dimenangkan Tim Kamoro meliputi Road Accident Rescue, High Angle Rescue, Confined Space Rescue, Industrial Structural Fire Fighting, Collapsed Structure Search and Rescue, serta Underwater Rescue and Recovery.
Tim ini juga menjuarai Firefighter Combat Challenge yang menjadi salah satu mata lomba terakhir dalam kompetisi.
Sementara itu, pada kategori Firefighter Competency Test, Tim Kamoro menempati posisi juara harapan pertama. Kategori tersebut dimenangkan PT Pamapersada Nusantara, disusul PT Ganda Alam Makmur dan PT Kideco Jaya Agung.
Dominasi PTFI juga terlihat dari pencapaian Tim Amungme. Selain meraih juara umum kedua, tim ini berhasil menempati posisi juara pertama pada kategori Confined Space Rescue dan Underwater Rescue and Recovery. Tim Amungme juga meraih sejumlah posisi juara ketiga dan juara harapan di kategori lainnya.
Prestasi individu turut diraih kapten Tim Kamoro, Randy Julius, yang dinobatkan sebagai The Best Captain IFRC 2026. Sementara penghargaan The Best First Aider diberikan kepada Tim Kamoro PTFI.
Adapun penghargaan The Best Team Performance diraih bersama oleh Tim Kamoro dan Tim Amungme PTFI. Penghargaan The Best Spirit diberikan kepada PT INALUM.
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan kedua tim perusahaan tersebut.
Namun, menurutnya, esensi utama penyelenggaraan IFRC bukan semata-mata mengejar gelar juara, melainkan memperkuat kompetensi, berbagi pengalaman, dan meningkatkan standar keselamatan kerja.
Tony mengatakan, seluruh rangkaian kompetisi yang berlangsung selama delapan hari berjalan dengan baik dan lancar. Sebanyak 17 tim dari 16 perusahaan berpartisipasi dalam ajang nasional tersebut.
“Intinya adalah masalah fire dan rescue ini adalah hal yang penting, masalah safety ini adalah hal yang penting dalam setiap operasi pertambangan dan juga operasi-operasi perusahaan lainnya, dan juga dalam kehidupan kita bermasyarakat,” ujar Tony.
Ia menilai kompetisi tersebut menjadi ruang penting bagi perusahaan-perusahaan untuk saling berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam penanganan kebakaran, penyelamatan, serta penerapan keselamatan kerja.
Menurut Tony, penyelenggaraan IFRC tahun ini juga memiliki nilai lebih karena melibatkan masyarakat lokal. Para pelajar SMP dan SMA di Timika mendapat kesempatan menyaksikan secara langsung berbagai keterampilan dan simulasi penyelamatan yang ditampilkan para peserta.
Selain itu, kegiatan tersebut turut membuka ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal, termasuk mama-mama Papua, untuk memasarkan produk mereka. Pertunjukan tari dan budaya Papua juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
“Kita melibatkan masyarakat, melibatkan siswa-siswa dari SMP, dari SMA di Kota Timika untuk ikut hadir, melihat langsung dan juga ada kegiatan yang melibatkan UMKM-UMKM lokal, mama-mama Papua berjualan dan lain sebagainya,” katanya.
Tony berharap, kehadiran unsur budaya Papua dalam ajang berskala nasional tersebut dapat memperluas pengenalan budaya Tanah Papua, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga hingga mancanegara. Terlebih, kompetisi ini turut melibatkan juri dari luar negeri.
“Supaya budaya Papua ini bisa terus berkumandang bukan hanya di Tanah Papua, tapi juga di seluruh Indonesia bahkan sampai ke luar negeri,” ujarnya.
Sebanyak 16 perusahaan yang mengirimkan tim dalam IFRC 2026 yakni PT Hengjaya Mineralindo, PT INALUM, Kalimantan Prima Persada, Bumi Sukses Indo (BSI), PT Freeport Indonesia dengan Tim Amungme dan Tim Kamoro, Pamapersada Nusantara (PAMA), Kideco Jaya Agung, PT Borneo Indobara, PT Vale Indonesia, Nusa Halmahera Minerals, PT Aneka Tambang (ANTAM), Indomuro Kencana (IMK), Batu Kharisma Permai, Merdeka Battery Minerals, Ganda Alam Makmur, dan PT Adaro.
Keberhasilan Tim Kamoro dan Tim Amungme sekaligus menjadi penegasan bahwa kompetisi ini tidak hanya menghasilkan para juara, tetapi juga memperkuat kesiapan sumber daya manusia di bidang pemadam kebakaran dan penyelamatan.
Bagi PT Freeport Indonesia, capaian sebagai juara umum pertama dan kedua menjadi kebanggaan tersendiri.
Namun, sebagaimana ditekankan Tony Wenas, nilai terbesar IFRC 2026 terletak pada semangat kolaborasi, peningkatan kemampuan, dan komitmen menjadikan keselamatan sebagai prioritas dalam setiap kegiatan operasional.













