Perum Bulog KC Timika Salurkan 279 Ton Beras CBP ke Nduga

Ahmad

Sabtu, 7 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asisten Menejer Supply Chain dan Pelayanan Publik, Perum Bulog KC Timika, Riki Jailani Iba, bersama perwakilan PT BGR Logistik Indonesia meninjau persiapan keberangkatan penyaluran beras ke Kabupaten Nduga di Pelabuhan Poumako Timika, Sabtu (7/12/2024). (Foto: Galeri Papua/Wahyu)

Asisten Menejer Supply Chain dan Pelayanan Publik, Perum Bulog KC Timika, Riki Jailani Iba, bersama perwakilan PT BGR Logistik Indonesia meninjau persiapan keberangkatan penyaluran beras ke Kabupaten Nduga di Pelabuhan Poumako Timika, Sabtu (7/12/2024). (Foto: Galeri Papua/Wahyu)

MIMIKA – Perum Bulog KC Timika menyalurkan sebanyak 279 ton beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tahap III alokasi bulan Desember 2024 ke Kabupaten Nduga.

Dalam proses pengiriman beras bantuan pangan ini, Perum Bulog KC Timika bekerja sama dengan transporter dalam hal ini PT BGR Logistik Indonesia sebagai pihak yang menyalurkannya sampai ke Penerima Bantuan Pangan (PBP).

Kepala Perum Bulog KC Timika, Riyadi Muslim, melalui Asisten Menejer Supply Chain dan Pelayanan Publik, Perum Bulog KC Timika, Riki Jailani Iba, mengatakan bantuan pangan CBP telah berjalan sejak Januari 2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebenarnya bantuan pangan ini sudah berjalan sepanjang tahun 2024 yang dibagi menjadi 3 tahap, yaitu tahap I dan tahap II yang berjalan dari Januari sampai Juni dan itu sudah dilaksanakan,” kata Riki kepada Galeripapua.com.

“Saat ini, yang kita salurkan adalah tahap 3, untuk alokasi di bulan Agustus, Oktober, dan juga Desember 2024,” tambahnya.

Baca Juga :  TSE Group Bangun Pabrik Biogas Pertama di Papua Selatan

Riki menyebutkan, Perum Bulog KC Timika sendiri melayani 3 kabupaten, yakni Kabupaten Mimika, Nduga dan Puncak.

Untuk total penyaluran pada tahap I dan tahap II sebanyak 5.281 ton. Sementara total penyaluran Tahap III per bulan untuk ketiga kabupaten sebanyak 870 ton atau 870.110 kilogram (kg).

Adapun rinciannya, 219.630 kg untuk Mimika, 279.360 kg untuk Nduga, dan 371.120 kg untuk Kabupaten Puncak.

Untuk wilayah Kabupaten Nduga sendiri, ungkap Riki terdapat sejumlah kendala dalam proses pengiriman. Sebab, pengiriman menggunakan transportasi laut yang melewati sungai sehingga proses pengiriman sangat bergantung pada debit air.

Jika debit air sungai sedang pasang, maka proses pengiriman dapat memakan waktu hingga 5 hari. Namun, bila air sungai surut maka dapat memakan waktu lebih lama.

“Tapi semoga perjalanan hari ini bisa tepat waktu sehingga bantuan ini bisa diterima oleh PBP di Kabupaten Nduga itu waktunya tepat. Apalagi di momen Nataru ya untuk tahun 2024,” kata Riki.

Baca Juga :  Ahli Pers Minta Sengketa Bupati Mimika dan Media Ditempuh Lewat UU Pers

Riki melanjutkan, bantuan ini dikhususkan bagi masyarakat PBP karena sesuai peruntukannya bantuan pangan pemerintah untuk masyarakat PBP. Nantinya, 1 PBP akan mendapatkan 10 kilogram untuk alokasi 1 bulan.

Sementara itu, untuk Kabupaten Mimika telah dilakukan penyaluran Tahap III sampai dengan bulan Desember. Sedangkan Kabupaten Puncak sendiri kata Riki baru disalurkan sebanyak 2 alokasi pada tahap III ini, karena terkendala transportasi.

Kata dia, satu-satunya transportasi yang dapat menjangkau daerah tersebut adalah transportasi udara. Penyaluran ke Kabupaten Puncak disesuaikan dengan pesawat yang digunakan dengan kapasitas muatan yang terbatas.

“Memang yang paling terkendala itu ke Kabupaten Puncak, beda kalau Kabupaten Nduga kan kita sekali muat bisa sampai 200 ton, kan banyak, kalau Puncak tidak ada alternatif lain,” tuturnya.

Kendati demikian, Perum Bulog KC Timika bersama PT BGR Logistik Indonesia akan terus melakukan upaya-upaya agar penyaluran bantuan pangan ke Kabupaten Puncak itu terus terlaksana.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mimika Terapkan Barcode E-Mitan untuk Atur Penjualan Minyak Tanah
Menyemai Asa Kopi Gunung di Kota Industri
Kelompok Tani Gereja di Mimika Dorong Pertanian Jadi Penopang Ekonomi Jemaat
Emas dan Bumbu Dapur Picu Inflasi Mimika Tembus 5,03 Persen pada September 2026
Meraba Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Mimika
Mimika Punya 17 Ribu UMKM, Baru 3 Ribu Masuk Pembinaan
Menjelang Tiga Dekade Mimika: Menguji Resiliensi UMKM dan Ambisi Ekonomi Papua Tengah
Pembudi Daya Ikan Mimika Cari Pasar Freeport, DPR Papua Tengah Turun Tangan

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:51 WIT

Mimika Terapkan Barcode E-Mitan untuk Atur Penjualan Minyak Tanah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:04 WIT

Menyemai Asa Kopi Gunung di Kota Industri

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:25 WIT

Kelompok Tani Gereja di Mimika Dorong Pertanian Jadi Penopang Ekonomi Jemaat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:22 WIT

Emas dan Bumbu Dapur Picu Inflasi Mimika Tembus 5,03 Persen pada September 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:20 WIT

Meraba Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Mimika

Berita Terbaru

Warga dan peserta mengikuti diskusi peluncuran laporan Pusaka Bentala Rakyat di Dusun Sagu Ebha Hekhe, Kampung Sereh, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu, 7 Oktober 2026. Dusun sagu itu menjadi lokasi peluncuran laporan tentang izin kehutanan di tanah adat Papua. Galeripapua/Ikbal Asra

Organisasi

Belasan Izin Hutan Menyasar Tanah Adat Papua

Senin, 12 Okt 2026 - 06:00 WIT

Agustinus Kadepa, petani kopi dari Kampung Tuguwai, Distrik Aweidah, Kabupaten Paniai, Papua Tengah. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Utama

Ko Puaz: Kopi, Kebun, dan Mimpi yang Tumbuh di Paniai

Minggu, 11 Okt 2026 - 19:09 WIT