TNI Sebut 2 Anggota OPM Kodap Sorong Raya Tewas dalam Kontak Tembak di Maybrat

Endy Langobelen

Minggu, 4 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua anggota kelompok bersenjata OPM Kodap Sorong Raya yang tewas dalam kontak tembak dengan personel gabungan Koops TNI Habema di Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Sabtu (3/10/2026). (Foto: Koops TNI Habema)

Dua anggota kelompok bersenjata OPM Kodap Sorong Raya yang tewas dalam kontak tembak dengan personel gabungan Koops TNI Habema di Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Sabtu (3/10/2026). (Foto: Koops TNI Habema)

MAYBRAT – Dua anggota kelompok bersenjata OPM Kodap Sorong Raya dilaporkan tewas dalam kontak tembak dengan personel gabungan Koops TNI Habema di Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Sabtu (3/10/2026).

Kedua anggota kelompok tersebut masing-masing disebut bernama Arso Aisnak dan Yohanes Ky.

Hal itu disampaikan siaran pers yang diterbitkan Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, pada Minggu (4/10/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dijelaskan bahwa peristiwa itu terjadi saat Satgas Rajawali V bersama Satgas Pamtas Yonif 9 Marinir melaksanakan patroli penguasaan wilayah sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan masyarakat di wilayah tersebut.

Pergerakan kelompok bersenjata OPM Kodap Sorong Raya yang dipimpin Manfred Fatem selaku Danops Kodap Sorong Raya pun terdeteksi melalui dukungan teknologi dan informasi lapangan.

Informasi tersebut kemudian didalami untuk memetakan situasi sebelum tim gabungan bergerak menuju lokasi sasaran. Operasi dilakukan dengan mengedepankan tindakan yang selektif, terukur dan profesional serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Saat berada di wilayah Distrik Aifat Selatan, tim gabungan memperoleh kontak visual dengan anggota kelompok bersenjata tersebut. Personel kemudian melakukan tindakan yang disebut Koops TNI Habema dilakukan secara terukur.

Baca Juga :  Sipil Tertembak Lagi di Tembagapura, Perempuan dan Balita Turut Jadi Korban

Dari lokasi kejadian, personel gabungan juga mengamankan sejumlah barang yang disebut sebagai barang bukti.

Barang-barang tersebut berdasarkan identifikasi awal berupa satu pucuk senjata api jenis revolver, 10 butir munisi, satu unit HT, bendera Bintang Kejora serta sejumlah perlengkapan pendukung lainnya.

Panglima Komando Operasi TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, mengatakan setiap pelaksanaan operasi tetap mengedepankan kehati-hatian, profesionalisme dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh prajurit yang bertugas di lapangan. Namun demikian, kami tetap menempatkan nilai kemanusiaan sebagai pedoman utama dalam setiap langkah operasi. Setiap nyawa memiliki nilai, sehingga setiap tindakan yang dilakukan prajurit harus tetap berdasarkan aturan dan prosedur yang berlaku,” ujar Brigjen TNI Riyanto.

Masih Kejar Anggota Kelompok yang Melarikan Diri

Pasca-kontak tersebut, personel gabungan Koops TNI Habema masih melakukan pengejaran terhadap anggota kelompok bersenjata OPM Kodap Sorong Raya yang melarikan diri dari lokasi.

Baca Juga :  Lima Orang Tewas dalam Ledakan Diduga Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak

Koops TNI Habema menyatakan penguasaan wilayah dan patroli keamanan merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga keamanan masyarakat serta menciptakan kondisi yang aman dan kondusif bagi pembangunan di wilayah Papua.

Brigjen TNI Riyanto juga mengajak anggota kelompok bersenjata OPM yang masih berada di hutan dan gunung untuk menghentikan aktivitas yang dapat mengganggu keamanan masyarakat dan memilih jalan damai dengan kembali bergabung bersama Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Masih terbuka ruang bagi saudara-saudara kita yang ingin kembali ke pangkuan NKRI. Mari bersama-sama membangun Papua melalui jalan damai, persatuan, dan kebersamaan. Masa depan Papua adalah tanggung jawab kita bersama, dan pembangunan hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat hidup dalam suasana aman dan penuh kedamaian,” ujar Brigjen TNI Riyanto.

Koops TNI Habema menegaskan kehadiran TNI di Tanah Papua tidak hanya ditujukan untuk menjaga keamanan.

Menurut Koops TNI Habema, kondisi keamanan juga diperlukan agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari, mengembangkan perekonomian dan menikmati hasil pembangunan dengan aman dan sejahtera.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Honor Nakes Tertunggak Lima Bulan, Pelayanan RSUD Elvrida Sara Nduga Ditutup
Seorang Pria Ditemukan Tewas dalam Mobil di Alun-alun Kuala Kencana Mimika
Pendaratan Dua Pesawat di Bandara Mozes Kilangin Dialihkan Akibat Kabut Asap
Kabut Asap Karhutla Merauke Ganggu Penerbangan Mimika, Berpotensi hingga Oktober
Seorang Pria Ditemukan Tewas di SP 3 Mimika
Sempat Mengaku Sakit Malaria, Pria di Mimika Ditemukan Meninggal di Kos
Warung Kopi Dibakar Dini Hari di Yahukimo
Aksi Saling Salip Berujung Maut, Seorang Pengendara Motor di Mimika Tewas Ditikam

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 20:53 WIT

TNI Sebut 2 Anggota OPM Kodap Sorong Raya Tewas dalam Kontak Tembak di Maybrat

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:57 WIT

Honor Nakes Tertunggak Lima Bulan, Pelayanan RSUD Elvrida Sara Nduga Ditutup

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:34 WIT

Seorang Pria Ditemukan Tewas dalam Mobil di Alun-alun Kuala Kencana Mimika

Rabu, 30 September 2026 - 16:39 WIT

Pendaratan Dua Pesawat di Bandara Mozes Kilangin Dialihkan Akibat Kabut Asap

Senin, 28 September 2026 - 14:48 WIT

Kabut Asap Karhutla Merauke Ganggu Penerbangan Mimika, Berpotensi hingga Oktober

Berita Terbaru