Cabai di Pasar Sentral Timika Turun Harga Pasca Nataru

Ahmad

Jumat, 3 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah komoditas pangan di lapak salah seorang pedagang di Pasar Sentral Timika. (Foto: Galeri Papua/Moh. Wahyu Welerubun)

Sejumlah komoditas pangan di lapak salah seorang pedagang di Pasar Sentral Timika. (Foto: Galeri Papua/Moh. Wahyu Welerubun)

MIMIKA – Harga komoditas cabai di Pasar Sentral Timika, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, mengalami penurunan pasca perayaan hari raya Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru).

Pantauan Galeripapua.com pada Kamis (2/1/2025), harga cabai rawit yang sebelumnya mencapai Rp80 ribu per kilogram (kg) kini turun manjadi Rp40 ribu hingga Rp50 per kg.

Para pedagang menyebut kondisi ini sudah berlangsung sejak beberapa hari menjelang malam kunci tahun. Namun, mereka belum dapat memperkirakan sampai kapan kondisi ini akan bertahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebelumnya ini ada Rp80 ribu, Rp90 ribu tapi mau masuk Tahun Baru malah dia turun harga,” kata Ece, salah seorang pedagang.

Ece menjelaskan, selain cabai rawit, harga beberapa komoditas lainnya juga ikut anjlok. Hal itu pun diungkapkan seorang pedagang lainnya, Selma.

Baca Juga :  Pertamina Dampingi Pemkab Mimika Sidak SPBU Pastikan Mutu dan Layanan BBM

Selma mengatakan, salah satu komoditas yang ikut turun harga yakni cabai merah keriting. Sebelumnya, cabe merah keriting dijual dengan harga Rp90 ribu hingga Rp100 ribu. Saat ini, turun menjadi Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kg.

“Pokoknya sejak mau masuk Tahun Baru itu turunnya. Kalau Natal kemarin masih naik harga,” katanya.

Selma menyebut, kondisi turun harga ini baru pertama kali terjadi di awal tahun 2025. Kata Selma, tahun-tahun sebelumnya, setiap awal tahun harga barang masih mengalami kenaikan harga.

Akan tetapi, dalam tahun ini, harga komoditas seperti cabai keriting dan sejawatnya justru menurun.

Baca Juga :  Persiapan KPU Mimika Jelang Pendaftaran Paslon Bupati dan Wakil Bupati

“Baru kali ini, kalau tahun-tahun sebelumnya lebih dari Rp100 ribu malah kalau cabai. Padahal tidak ada kiriman masuk dari luar,” ungkap Ais.

Di samping itu, komoditas kacang buncis malah naik harga menjadi Rp60 ribu per kg dari harga sebelumnya Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kg. Sedangkan, untuk sayuran masih sama, yakni Rp5 ribu per ikat dan hanya dikurangi jumlah batangannya.

Sementara itu, harga sejumlah komoditas lainnya seperti tomat kini naik menjadi Rp40 ribu per kg dari harga sebelumnya Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per Kg. Kemudian, harga bawang merah dan bawang putih terpantau normal, yakni bertengger di angka Rp60 ribu per kg.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mimika Terapkan Barcode E-Mitan untuk Atur Penjualan Minyak Tanah
Menyemai Asa Kopi Gunung di Kota Industri
Kelompok Tani Gereja di Mimika Dorong Pertanian Jadi Penopang Ekonomi Jemaat
Emas dan Bumbu Dapur Picu Inflasi Mimika Tembus 5,03 Persen pada September 2026
Meraba Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Mimika
Mimika Punya 17 Ribu UMKM, Baru 3 Ribu Masuk Pembinaan
Menjelang Tiga Dekade Mimika: Menguji Resiliensi UMKM dan Ambisi Ekonomi Papua Tengah
Pembudi Daya Ikan Mimika Cari Pasar Freeport, DPR Papua Tengah Turun Tangan

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:04 WIT

Menyemai Asa Kopi Gunung di Kota Industri

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:25 WIT

Kelompok Tani Gereja di Mimika Dorong Pertanian Jadi Penopang Ekonomi Jemaat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:22 WIT

Emas dan Bumbu Dapur Picu Inflasi Mimika Tembus 5,03 Persen pada September 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:20 WIT

Meraba Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Mimika

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:35 WIT

Mimika Punya 17 Ribu UMKM, Baru 3 Ribu Masuk Pembinaan

Berita Terbaru

Warga dan peserta mengikuti diskusi peluncuran laporan Pusaka Bentala Rakyat di Dusun Sagu Ebha Hekhe, Kampung Sereh, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu, 7 Oktober 2026. Dusun sagu itu menjadi lokasi peluncuran laporan tentang izin kehutanan di tanah adat Papua. Galeripapua/Ikbal Asra

Organisasi

Belasan Izin Hutan Menyasar Tanah Adat Papua

Senin, 12 Okt 2026 - 06:00 WIT

Agustinus Kadepa, petani kopi dari Kampung Tuguwai, Distrik Aweidah, Kabupaten Paniai, Papua Tengah. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Utama

Ko Puaz: Kopi, Kebun, dan Mimpi yang Tumbuh di Paniai

Minggu, 11 Okt 2026 - 19:09 WIT

Didi Kurniawan, M.Kes., resmi terpilih sebagai Ketua Kerukunan Keluarga Tomia Kabupaten Mimika periode 2026–2031. (Foto: KKT Mimika)

Organisasi

Didi Kurniawan Terpilih Pimpin KKT Mimika 2026–2031

Sabtu, 10 Okt 2026 - 13:57 WIT