Harga Cabai di Timika Naik Rp120 ribu, Begini Kata Kadisperindag

Ahmad

Senin, 28 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lapak seorang pedagang di Pasar Sentral Timika. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Lapak seorang pedagang di Pasar Sentral Timika. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA – Harga cabai rawit di Pasar Sentral Timika terpantau naik sejak tiga hari terakhir menembus angka Rp120.000,- per satu kilogram.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Petrus Pali Amba, harga komoditas pangan di Pasar Sentral umumnya masih terpantau stabil.

Namun, untuk cabai sendiri disebut mengalami kenaikan harga dikarenakan kondisi cuaca yang tidak bersahabat dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini memungkinkan petani lokal di Mimika mengalami gagal panen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau secara umum, harganya normal-normal saja. Memang biasanya yang menyebabkan harga langsung melonjak tinggi adalah ketika di pasaran komoditi tersebut langka dan permintaan banyak,” kata Petrus, Senin (28/4/2025).

Petrus mengatakan, pihaknya telah melaksanakan pertemuan bersama para pengepul. Dalam pertemuan tersebut, pihak pengepul menyatakan bahwa stok cabai rawit masih mencukupi kebutuhan di Kabupaten Mimika.

Baca Juga :  Tekan Kemiskinan Ekstrem, Pj Bupati Mappi Salurkan Beras Cadangan Pangan Pemerintah Tahap II

Petrus juga menyebutkan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan intervensi terhadap pedagang agar tidak menjual cabai dan komoditas lainnya dengan harga yang tinggi.

Disperindag juga telah berkoordinasi dengan distributor di Mimika untuk terus meningkatkan stabilisasi pasokan pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Mimika.

Sementara itu, sejumlah komoditas di Pasar Sentral Timika terpantau mengalami kenaikan harga per Minggu 27 April 2025.

Komoditas yang mengalami kenaikan harga diantaranya cabai rawit, sayur kangkung, timun, dan terong.

Harga cabe rawit naik dari harga sebelumnya Rp100.000,- menjadi Rp120.000,- per 1 kilogram.

Selanjutnya, sayur kangkung kini naik Rp20 ribu per tiga ikat besar saat dibeli dari petani, diecer dengan harga Rp5.000,- per satu ikat namun jumlah batang sayur dikurangi.

Baca Juga :  Visi Misi AIYE Nyata, Warga SP 1 Tak Ragu Beri Dukungan

Kemudian, timun yang sebelumnya dijual dengan harga per satu kilogram Rp8.000,- sampai Rp10.000,- kini naik menjadi Rp16.000,- sampai Rp17.000,- per kilogram dan terong kini naik menjadi Rp25.000,- per kilogram dari harga sebelumnya Rp20.000,- per kilogram.

Selain deretan komoditas yang mengalami kenaikan harga, dua komoditas lainnya justru anjlok. Seperti bawang merah dan bawang putih dari harga sebelumnya Rp100.000,- kini turun menjadi Rp65.000,-.

Sementara itu, beberapa komoditas lainnya masih terpantau stabil dan tidak mengalami pergeseran harga. Seperti tomat, kini stabil di harga Rp35.000,-.

Kemudian, kacang buncis kini dijual seharga Rp50.000,- per kilogram, wortel Rp30.000,-, kentang Rp35.000,-, sayur kol Rp30.000,- per kilogram, cabai merah besar Rp100.000,-, dan cabe hijau keriting Rp80.000,-.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mimika Terapkan Barcode E-Mitan untuk Atur Penjualan Minyak Tanah
Menyemai Asa Kopi Gunung di Kota Industri
Kelompok Tani Gereja di Mimika Dorong Pertanian Jadi Penopang Ekonomi Jemaat
Emas dan Bumbu Dapur Picu Inflasi Mimika Tembus 5,03 Persen pada September 2026
Meraba Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Mimika
Mimika Punya 17 Ribu UMKM, Baru 3 Ribu Masuk Pembinaan
Menjelang Tiga Dekade Mimika: Menguji Resiliensi UMKM dan Ambisi Ekonomi Papua Tengah
Pembudi Daya Ikan Mimika Cari Pasar Freeport, DPR Papua Tengah Turun Tangan

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:04 WIT

Menyemai Asa Kopi Gunung di Kota Industri

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:25 WIT

Kelompok Tani Gereja di Mimika Dorong Pertanian Jadi Penopang Ekonomi Jemaat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:22 WIT

Emas dan Bumbu Dapur Picu Inflasi Mimika Tembus 5,03 Persen pada September 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:20 WIT

Meraba Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Mimika

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:35 WIT

Mimika Punya 17 Ribu UMKM, Baru 3 Ribu Masuk Pembinaan

Berita Terbaru

Warga dan peserta mengikuti diskusi peluncuran laporan Pusaka Bentala Rakyat di Dusun Sagu Ebha Hekhe, Kampung Sereh, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu, 7 Oktober 2026. Dusun sagu itu menjadi lokasi peluncuran laporan tentang izin kehutanan di tanah adat Papua. Galeripapua/Ikbal Asra

Organisasi

Belasan Izin Hutan Menyasar Tanah Adat Papua

Senin, 12 Okt 2026 - 06:00 WIT

Agustinus Kadepa, petani kopi dari Kampung Tuguwai, Distrik Aweidah, Kabupaten Paniai, Papua Tengah. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Utama

Ko Puaz: Kopi, Kebun, dan Mimpi yang Tumbuh di Paniai

Minggu, 11 Okt 2026 - 19:09 WIT

Didi Kurniawan, M.Kes., resmi terpilih sebagai Ketua Kerukunan Keluarga Tomia Kabupaten Mimika periode 2026–2031. (Foto: KKT Mimika)

Organisasi

Didi Kurniawan Terpilih Pimpin KKT Mimika 2026–2031

Sabtu, 10 Okt 2026 - 13:57 WIT