MIMIKA — Dua hari setelah perayaan malam pergantian tahun, wajah Kota Timika, Papua Tengah, masih dipenuhi sampah.
Euforia menyambut tahun baru 2026 menyisakan persoalan serius: tumpukan limbah petasan dan kembang api yang mencemari sejumlah ruas jalan utama.
Pantauan media ini pada Jumat (2/1/2026) pagi menunjukkan, di berbagai titik kota masih terlihat sampah berserakan, mulai dari sisa kembang api, petasan, botol plastik, hingga kemasan makanan.
Kondisi paling mencolok terlihat di Jalan Budi Utomo, Jalan Yos Soedarso, dan Jalan Hassanudin.
Sampah-sampah tersebut merupakan sisa perayaan malam tahun baru yang dilakukan masyarakat, meski sebelumnya telah ada imbauan dari Kapolres dan Bupati Mimika agar perayaan tidak dilakukan dengan pesta kembang api dalam skala besar.
Akibat euforia yang berlebihan, volume sampah di Kabupaten Mimika melonjak drastis. Dalam dua hari berturut-turut, total sampah yang dihasilkan mencapai sekitar 100 ton.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mimika, Jeffri Deda, membenarkan kondisi tersebut.
Ia mengatakan, laporan dari petugas dan pengawas kebersihan menunjukkan hampir seluruh jalan utama dipenuhi sampah petasan dan kembang api yang dibiarkan begitu saja oleh masyarakat.
Ia juga mengakui adanya peningkatan signifikan volume sampah pascaperayaan tahun baru, terutama dari sisa kembang api, botol plastik, kemasan makanan, dan residu lainnya.
“Kota terlihat kotor karena sampah petasan dan kembang api,” katanya saat dihubungi wartawan, Jumat (2/1/2026).
Meski kondisi serupa kerap terjadi setiap awal tahun dan biasanya kembali normal pada pertengahan Januari, Jeffri menegaskan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.
“Ke depan kami mengajak semua pihak untuk merayakan dengan tetap menjaga kebersihan, karena ini adalah rumah kita bersama,” tutupnya.










