OPM Lakukan Penyerangan di SMP YPK Dekai Yahukimo, Satu Orang Tewas

Selasa, 3 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi evakuasi jenazah Daniel Datti (41 tahun) yang tewas setelah diserang oleh anggota TPNPB Kodap XVI Yahukimo. (Foto: Istimewa/Satgas Humas ODC)

Polisi evakuasi jenazah Daniel Datti (41 tahun) yang tewas setelah diserang oleh anggota TPNPB Kodap XVI Yahukimo. (Foto: Istimewa/Satgas Humas ODC)

YAHUKIMO – Aksi kekerasan bersenjata kembali terjadi di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Seorang pria tewas diserang di lingkungan SMP YPK Yakpesmi Dekai, Senin (2/1/2026) pagi.

Peristiwa itu sontak mengguncang rasa aman warga serta mengganggu aktivitas pendidikan di wilayah tersebut.

Berdasarkan siaran pers yang diterbitkan Satgas Humas Operasi Damai Cartenz, disampaikan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WIT di Jalan Seradala Km 03, Distrik Dekai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Korban diketahui bernama Daniel Datti, SE (41 tahun), kelahiran Makale, Toraja. Saat kejadian, korban sedang bekerja membuat perlengkapan meja dan kursi sekolah.

Dijelaskan kejadian itu bermula saat terdengar suara tembakan dari arah belakang sekolah. Korban kemudian berupaya menyelamatkan diri dengan berlari menuju ruang guru.

Namun, ia dikejar oleh tiga orang pelaku bersenjata—satu membawa senjata rakitan laras panjang, satu membawa kapak, dan satu lainnya merekam kejadian menggunakan telepon genggam.

Penyerangan terjadi di dalam ruangan guru sebelum para pelaku melarikan diri ke arah belakang kompleks sekolah.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban mengalami luka berat di beberapa bagian tubuh.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban mengalami sejumlah luka serius di bagian kepala, punggung, dan kedua lutut,” jelas Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani.

Baca Juga :  Disergap KKB, 1 Anggota Brimob Tewas di Pegunungan Bintang

Faizal bilang, selain menimbulkan korban jiwa, aksi kekerasan tersebut juga mengakibatkan kerusakan fasilitas pendidikan.

Kaca ruang kelas XII SMP YPK Yakpesmi pecah, serta kaca belakang sebuah mobil berwarna merah rusak akibat lemparan batu.

Menerima laporan kejadian, personel Satreskrim Polres Yahukimo langsung bergerak ke lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi korban, memeriksa saksi-saksi, dan mengumpulkan barang bukti. Jenazah korban dibawa ke RSUD Dekai untuk keperluan visum.

Adapun barang bukti yang diamankan meliputi serpihan kaca, batu, pakaian korban, serta serpihan logam yang diduga proyektil.

Satgas Humas Operasi Damai Cartenz menyampaikan belasungkawa mendalam dan menegaskan komitmen aparat dalam menjaga keamanan, khususnya di lingkungan pendidikan.

“Kami sangat berduka atas meninggalnya korban. Lingkungan sekolah harus menjadi ruang aman bagi semua orang. Saat ini aparat gabungan fokus melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap para pelaku dan memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga,” ujar Faizal.

Ia menyatakan kehadiran aparat keamanan di wilayah Yahukimo akan terus diperkuat melalui patroli dan langkah pengamanan terbuka maupun tertutup guna mencegah terulangnya aksi kekerasan.

Baca Juga :  Polisi Olah TKP Keributan yang Berujung Penyerangan Aparat di Mimika

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, mengatakan pihaknya juga melakukan koordinasi dengan pihak sekolah dan tokoh masyarakat setempat pascakejadian.

“Kami ingin memastikan para guru, siswa, dan warga sekitar merasa aman. Pendekatan dialogis kami kedepankan, bersamaan dengan upaya penegakan hukum terhadap para pelaku,” katanya.

Di sisi lain, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB merilis siaran pers yang menyatakan bahwa pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo sedang melakukan operasi bersenjata di wilayah tersebut.

Dalam pernyataan yang disampaikan oleh juru bicara TPNPB Sebby Sambom, kelompok tersebut menyebut telah melakukan penembakan terhadap pihak yang mereka anggap sebagai bagian dari aparat intelijen negara.

TPNPB juga mengeluarkan imbauan agar aktivitas sipil dihentikan serta meminta warga pendatang Indonesia untuk meninggalkan Yahukimo.

“Kami juga mengimbau kepada seluruh imigran Indonesia jangan tinggal di Yahukimo karena tidak ada jaminan keamanan,” ujar Sebby.

Hingga kini, aparat kepolisian menyatakan penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap pelaku penyerangan di lingkungan sekolah tersebut.

Aparat memastikan situasi keamanan di Dekai tetap dikendalikan agar aktivitas masyarakat, terutama kegiatan pendidikan, dapat kembali berjalan dengan aman.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Korban Tewas dalam Mobil di Kuala Kencana Merupakan Anggota TNI, Ada Luka Tembak di Dada
4 Anggota OPM Puncak Jaya Serahkan Senjata, Pilih Kembali ke Masyarakat
12 Hari Dirawat, Demerina Korban Penyanderaan KKB di Mimika Kembali ke Keluarga
Kontak Senjata di Intan Jaya, 4 Anggota Kelompok Bersenjata Dilaporkan Tewas
Anggota KKB Penembak ASN di Yahukimo Ditangkap, Tiga Amunisi Disita
Sarang Sabu di Lorong Togel Mimika Digerebek, Polisi Sita Timbangan dan Bong
Pemulihan Kerugian Negara Rp31,3 Miliar Kasus Korupsi Proyek Aerosport Mimika
LBH TPRA Laporkan Dugaan Mafia Tanah Keluarga Sumbari ke Polisi, Soroti Sikap BPN Mimika

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:42 WIT

Korban Tewas dalam Mobil di Kuala Kencana Merupakan Anggota TNI, Ada Luka Tembak di Dada

Sabtu, 26 September 2026 - 22:07 WIT

4 Anggota OPM Puncak Jaya Serahkan Senjata, Pilih Kembali ke Masyarakat

Jumat, 25 September 2026 - 18:20 WIT

12 Hari Dirawat, Demerina Korban Penyanderaan KKB di Mimika Kembali ke Keluarga

Jumat, 25 September 2026 - 18:00 WIT

Kontak Senjata di Intan Jaya, 4 Anggota Kelompok Bersenjata Dilaporkan Tewas

Rabu, 23 September 2026 - 19:55 WIT

Anggota KKB Penembak ASN di Yahukimo Ditangkap, Tiga Amunisi Disita

Berita Terbaru

Ilustrasi.

Ekonomi

Meraba Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Mimika

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:20 WIT

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Mimika, Samuel Yogi. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Ekonomi

Mimika Punya 17 Ribu UMKM, Baru 3 Ribu Masuk Pembinaan

Senin, 5 Okt 2026 - 22:35 WIT