Dari Ucapan Rasis ke Kerusuhan di Yalimo: 2 Orang Tewas, Ratusan Mengungsi

Endy Langobelen

Jumat, 19 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah kendaraan dan bangunan ludes dibakar massa dalam kerusuhan di Yalimo, Papua Pegunungan. (Foto: Istimewa/Humas Polda Papua)

Sejumlah kendaraan dan bangunan ludes dibakar massa dalam kerusuhan di Yalimo, Papua Pegunungan. (Foto: Istimewa/Humas Polda Papua)

YALIMO – Kerusuhan yang melanda Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, sejak Selasa (16/9/2025) berawal dari peristiwa kecil: seorang siswa melontarkan ucapan bernada rasis kepada temannya.

Insiden itu berkembang menjadi bentrokan besar yang menewaskan dua orang, melukai puluhan orang, serta memaksa ratusan warga untuk mengungsi dan keluar dari Kabupaten Yalimo.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, mengatakan situasi di Yalimo kini berangsur terkendali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dapat saya sampaikan untuk situasi, hingga siang hari ini di Kabupaten Yalimo, sementara sudah terkendali,” ujarnya melalui video rilis pada Jumat (19/9/2025).

Korban Jiwa dan Luka-luka

Hingga Jumat siang, jumlah korban luka mencapai 27 orang, terdiri dari 9 aparat TNI-Polri dan 18 warga sipil.

Para korban luka kini dirawat di tiga rumah sakit yakni RSUD Er Dabi Yalimo, RSUD Wamena, dan RS Bhayangkara Jayapura.

Baca Juga :  Sembilan Bintara Remaja Angkatan 52 Perkuat Jajaran Polres Mimika

“Untuk korban meninggal ada 1 warga sipil dan 1 korban hilang belum ditemukan atas nama Daeng Mapa,” kata Cahyo.

Sejumlah kendaraan dan bangunan ludes dibakar massa dalam kerusuhan di Yalimo, Papua Pegunungan. (Foto: Istimewa/Humas Polda Papua)
Sejumlah kendaraan dan bangunan ludes dibakar massa dalam kerusuhan di Yalimo, Papua Pegunungan. (Foto: Istimewa/Humas Polda Papua)

Kerusuhan Menimbulkan Gelombang Pengungsi

Kerusuhan ini juga mendorong warga untuk keluar mengungsi meninggalkan rumah mereka.

“Sekitar 300 pengungsi mengamankan diri di Polres Yalimo dan Polsubsektor Elelim. Kemudian sekitar 500 pengungsi yang terdata di Polres Jayawijaya telah memasuki Kota Wamena dalam tiga gelombang,” ungkap Cahyo.

“Dan puluhan pengungsi dengan menggunakan 11 kendaraan trek roda enam telah memasuki Kota Jayapura,” imbuhnya.

Sejumlah Fasilitas Umum Rusak Parah

Kerugian material akibat kerusuhan sangat besar. Menurut laporan kepolisian, puluhan rumah, kios, toko, dan kantor distrik dibakar massa.

Sejumlah kendaraan dan bangunan ludes dibakar massa dalam kerusuhan di Yalimo, Papua Pegunungan. (Foto: Istimewa/Humas Polda Papua)
Sejumlah kendaraan dan bangunan ludes dibakar massa dalam kerusuhan di Yalimo, Papua Pegunungan. (Foto: Istimewa/Humas Polda Papua)

“Dua bangunan dan kantor dinas, terbakar. Termasuk 6 unit Asrama Polres dan 1 mes perwira milik Polres Yalimo musnah terbakar. Juga 1 unit mobil Satreskrim Polres Yalimo rusak berat, dan 1 pos TNI,” ujar Cahyo.

Baca Juga :  MUI Mimika Minta Pemkab Tertibkan Toko Miras dan THM selama Ramadhan

Selain itu, puluhan kendaraan roda dua, roda empat, roda enam, serta alat berat dilaporkan terbakar atau rusak berat.

Polisi Imbau Warga Tak Terprovokasi

Meski dipicu oleh insiden ucapan rasis di sekolah, polisi menyebut penyebab pasti meluasnya kerusuhan masih ditelusuri.

Aparat menegaskan pentingnya menjaga ketenangan agar konflik tidak berulang.

“Kepolisian Daerah Papua menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk mari kita bersama-sama menjaga situasi kamtibmas dan tidak terpengaruh oleh provokasi, ujaran kebencian, maupun berita-berita hoaks yang sengaja disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab melalui media sosial, yang bertujuan untuk merusak kedamaian, persatuan, dan kesatuan di Tanah Papua,” tutur Cahyo.

“Mari kita bersama-sama menjaga situasi kamtibmas, karena situasi Kamtibmas ini menjadi tugas dan tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengendara Motor Tewas Berujung Penikaman di Mimika
Polisi Ringkus Dua Tersangka Pengedar Sabu di Timika
Peredaran Sopi Picu Gangguan Keamanan, Aparat Gabungan Tertibkan Pasar Sentral Timika
SOMAP: Segera Hentikan Kekerasan Militer di Papua
Narkoba Masih Intai Mimika, 11 Tersangka Ditangkap dalam Empat Bulan
Polres Mimika Musnahkan Sabu Rp312 Juta, Dua Pengedar Lama Dibongkar
Anggota KKB Penembak Warga Sipil di Puncak Jaya Ditangkap di Mimika
Dua Orang Terluka dalam Bentrok Antar Pemuda di Gorong-gorong Timika

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:41 WIT

Polisi Ringkus Dua Tersangka Pengedar Sabu di Timika

Selasa, 28 April 2026 - 16:32 WIT

Peredaran Sopi Picu Gangguan Keamanan, Aparat Gabungan Tertibkan Pasar Sentral Timika

Senin, 27 April 2026 - 23:14 WIT

SOMAP: Segera Hentikan Kekerasan Militer di Papua

Senin, 27 April 2026 - 21:52 WIT

Narkoba Masih Intai Mimika, 11 Tersangka Ditangkap dalam Empat Bulan

Senin, 27 April 2026 - 14:23 WIT

Polres Mimika Musnahkan Sabu Rp312 Juta, Dua Pengedar Lama Dibongkar

Berita Terbaru

Mahasiswa FIM-WP menggelar aksi mimbar bebas di Waena, Jayapura, Sabtu, 2 Mei 2026. Galeripapua/ Istimewa.

Organisasi

Mahasiswa West Papua Tuntut Pendidikan Gratis di Tanah Papua

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:40 WIT

Seorang penggiat Inorga KIS dengan papan seluncurnya sedang melakukan salah satu trik dalam permainan skateboard di area Car Free Day—Jalan Cenderawasih, Mimika, Papua Tengah, Sabtu (2/5/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Event

KIS Mimika Warnai Parade Hardiknas di Car Free Day

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:56 WIT