MIMIKA – Kelompok Tani Jemaat Semua Umat, Gereja GPDP Jemaat Semua Umat, mulai mendorong kegiatan pertanian sebagai salah satu sumber penopang ekonomi gereja dan jemaat.
Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan Rumah Sayur di lingkungan gereja yang berada di Jalan Lanal, Mimika.
Pada Selasa (6/10/2026), kelompok tani yang diketuai Pdt. Johan O. Wambrauw itu menggelar penyuluhan budidaya pertanian sekaligus panen seledri bersama penyuluh pertanian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan tersebut melibatkan penyuluh dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Mimika serta Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan, dan Perikanan Provinsi Papua Tengah.
Para anggota kelompok mendapatkan materi mengenai teknik budidaya seledri hingga pengelolaan pemasaran hasil pertanian.
Pdt. Johan mengatakan, kelompok tani tersebut dibentuk tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan jemaat dalam bercocok tanam, tetapi juga membuka ruang bagi gereja untuk mengembangkan kegiatan ekonomi secara mandiri.
“Kelompok pertanian ini kami dirikan sebagai wadah untuk mengembangkan kemampuan bercocok tanam bagi jemaat gereja, sekaligus untuk bantu-bantu ekonomi gereja,” jelasnya.
Menurut Johan, kegiatan pertanian yang dikembangkan kelompok saat ini salah satunya berupa budidaya seledri.
Hasil panen tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga kegiatan pertanian di lingkungan gereja memiliki nilai ekonomi.
Selain penyuluhan dan panen, Johan juga menyampaikan kebutuhan kelompok kepada para penyuluh pertanian.
Kebutuhan tersebut meliputi peralatan pertanian, bibit, dan pupuk untuk mendukung pengembangan lahan pertanian kelompok.
“Tadi setelah penyuluhan dan panen bersama, saya juga sempat sampaikan ke Bapak dan Ibu penyuluh untuk bantu kami punya kebutuhan kelompok. Kami berharap bisa dibantu peralatan, bibit, sama pupuk,” ungkap Johan.
Ia mengatakan, bantuan tersebut nantinya akan diarahkan untuk memperkuat kegiatan pertanian kelompok agar dapat berkembang secara berkelanjutan.
“Kami rencananya akan pakai bantuan itu untuk kembangkan kelompok tani ini supaya bisa jadi salah satu penopang ekonomi gereja,” tuturnya.
Johan berharap Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Mimika maupun Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan, dan Perikanan Papua Tengah dapat terus terlibat dalam pendampingan dan pengembangan potensi pertanian di lingkungan tempat-tempat ibadah.
Menurut dia, pendampingan dari penyuluh dibutuhkan agar kelompok tani gereja tidak hanya mampu menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga memiliki pengetahuan mengenai pengelolaan dan pemasaran hasil panen.












