Emas dan Bumbu Dapur Picu Inflasi Mimika Tembus 5,03 Persen pada September 2026

Ahmad

Rabu, 7 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi.

Ilustrasi.

MIMIKA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika mencatat Kabupaten Timika mengalami inflasi tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 5,03 persen pada September 2026.

Kepala BPS Kabupaten Mimika, Dian Sudarmanto, dalam berita resmi statistiknya menyampaikan bahwa kenaikan harga konsumen ini mendorong Indeks Harga Konsumen (IHK) naik ke level 117,05, dibandingkan dengan periode September 2025 yang tercatat di angka 111,44.

Sementara itu, tingkat inflasi bulanan (month to month/m-to-m) berada di angka 0,96 persen dan tingkat inflasi kalender (year to date/y-to-d) menyentuh 3,80 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Laju inflasi tahunan ini dipicu oleh lonjakan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran,” tutur Dian.

Baca Juga :  Tekan Risiko Kanker Serviks, Loka POM Mimika Tuntaskan Vaksinasi HPV bagi 300 Perempuan

Lonjakan paling tajam tercatat pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melambung sebesar 18,62 persen dengan andil inflasi 1,37 persen, yang didorong oleh tingginya harga komoditas emas perhiasan dengan sumbangan 1,31 persen.

Selain itu, kelompok transportasi menorehkan kenaikan 9,48 persen (andil 0,82 persen) akibat kenaikan tarif angkutan udara serta harga bensin.

Sektor makanan, minuman, dan tembakau juga menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi y-on-y dengan andil mencapai 2,42 persen setelah mengalami kenaikan indeks sebesar 5,48 persen.

Komoditas utama yang mendongkrak kenaikan di sektor ini antara lain cabai rawit (andil 0,50 persen), ikan kembung, beras, dan udang basah.

Baca Juga :  Mimika Punya 17 Ribu UMKM, Baru 3 Ribu Masuk Pembinaan

Sebaliknya, kelompok pakaian dan alas kaki serta kelompok perlengkapan dan pemeliharaan rumah tangga menahan laju inflasi lebih tinggi dengan mencatatkan deflasi tahunan masing-masing sebesar 1,34 persen dan 1,45 persen.

Secara bulanan, tekanan harga pada September 2026 dipicu utamanya oleh kenaikan harga cabai rawit (andil 0,30 persen) serta beberapa komoditas sayuran seperti kangkung, sawi hijau, dan kacang panjang.

Meski demikian, penurunan tarif angkutan udara serta harga bawang merah dan bawang putih menahan laju inflasi m-to-m tidak melonjak lebih tinggi.

Berdasarkan wilayah Provinsi Papua Tengah, inflasi y-on-y di Timika berada di posisi kedua terendah setelah Kabupaten Nabire yang mencatatkan angka 6,16 persen.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Meraba Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Mimika
Mimika Punya 17 Ribu UMKM, Baru 3 Ribu Masuk Pembinaan
Menjelang Tiga Dekade Mimika: Menguji Resiliensi UMKM dan Ambisi Ekonomi Papua Tengah
Pembudi Daya Ikan Mimika Cari Pasar Freeport, DPR Papua Tengah Turun Tangan
Petani Ikan Mimika Butuh Pasar, PMI dan Amungsa Foundation Siap Dorong ke DPRK
Peternak Babi Mimika Keluhkan Ternak Menumpuk, Biaya Pakan Terus Berjalan
Hari Pertama Ganjil-Genap Biosolar di Mimika Picu Penumpukan Truk
604 Ton CPO Dikirim dari Mimika, Industri Sawit PT KBV Mulai Bergerak

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:22 WIT

Emas dan Bumbu Dapur Picu Inflasi Mimika Tembus 5,03 Persen pada September 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:20 WIT

Meraba Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Mimika

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:35 WIT

Mimika Punya 17 Ribu UMKM, Baru 3 Ribu Masuk Pembinaan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:03 WIT

Menjelang Tiga Dekade Mimika: Menguji Resiliensi UMKM dan Ambisi Ekonomi Papua Tengah

Selasa, 8 September 2026 - 10:44 WIT

Pembudi Daya Ikan Mimika Cari Pasar Freeport, DPR Papua Tengah Turun Tangan

Berita Terbaru

Ilustrasi.

Ekonomi

Meraba Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Mimika

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:20 WIT

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Mimika, Samuel Yogi. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Ekonomi

Mimika Punya 17 Ribu UMKM, Baru 3 Ribu Masuk Pembinaan

Senin, 5 Okt 2026 - 22:35 WIT