IKBT Mimika Tebar Semangat Membangun Lewat Perayaan Syukur Natal dan Tahun Baru

Sabtu, 14 Januari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pose bersama IKBT Mimika dengan pihak Pemerintah Kabupaten Kabupaten Mimika dan para tamu undangan.

i

Pose bersama IKBT Mimika dengan pihak Pemerintah Kabupaten Kabupaten Mimika dan para tamu undangan.

MIMIKA – Ikatan Keluarga Besar Tirossa (IKBT) Kabupaten Mimika menggelar perayaan ibadah syukur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 di Jalan Kesehatan, Timika, Papua Tengah, Sabtu (14/1/2023).

Perayaan ibadah syukur yang sempat dihadiri Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob, itu bertemakan ‘Maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain’.

Adapun sub temanya yakni ‘Melalui suka cita dan damai Natal, kita tunjukkan sinergitas dalam membangun tanah Amungsa Bumi Kamoro’.

Acara perayaan syukur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 ini diawali tari-tarian dan diteruskan dengan ibadah yang dipimpin oleh Pendeta Musa.

Dalam khotbahnya, Pdt. Musa memberikan refleksi permenungan tentang persaudaraan dan ikatan kekeluargaan serta sinergitas untuk mengembangkan keluarga besar Tirossa Mimika.

Kata dia, terbentuknya sebuah kerukunan atau berjalannya suatu organisasi tentunya harus didasari atas pelayanan dan kasih. Bukan sebatas kegiatan yang hanya sekadar hura-hura bertamasya dan sebagainya.

“Ibarat sebuah tembok batu bata, dia tetap kokoh karena disusun rapi dan direkat oleh semen di setiap sisinya. Itulah contoh mendasar bagaimana kita harus saling mengikat jalinan kekeluargaan ini dengan kasih dan pelayanan lewat program-program yang membangun,” ujarnya.

Pdt. Musa juga memberikan pesan kepada seluruh anggota IKBT untuk tidak terjerumus mengikuti arus dan tidak begitu saja menabrak berbagai ‘tembok’ persoalan.

“Kita merantau ke sini, kita tentu memiliki tujuan untuk sukses di tanah orang. Kita harus berani memiliki jalan lain. Tidak ikut arus. Segala perkara maupun persoalan patutlah kita hadapi dengan kebaikan, bukan sebaliknya,” katanya.

Baca Juga :  Natal Bersama dan Peresmian Aula Wicaksana Laghawa Polres Nabire Berlangsung Meriah

Senada dengannya, Ketua IKBT Mimika, Karlos Fobia, dalam sambutannya mengatakan bahwa IKBT harus belajar dari susunan batu bata yang disusun oleh para tukang.

“Kalau kita mau suku Tirossa itu berdiri kokoh, tentunya kita juga harus belajar dari batu tela yang disusun oleh para tukang. Kita harus saling mengikat satu dengan yang lain sehingga Tirossa ini dari waktu ke waktu semakin mantap, baik itu di dalam kalangan kita maupun di dalam bermasyarakat di tanah Amungsa ini,” tandasnya.

Untuk itu, dia berharap kepada semua pengurus agar segera mulai berbuat sesuatu hal yang positif melalui program-program yang sekiranya bisa membawa kebaikan bagi banyak orang.

“Kita harus memulai berbuat sesuatu dan tidak mungkin orang lain yang datang membuat program untuk kita. Tentunya kita yang harus melakukan itu. Maka ketika kita melakukan itu, orang melihat, mereka pasti akan mau mendukung kita,” jelasnya.

“Harapan kami sebagai pengurus, tetaplah semangat membangun komunikasi satu dengan yang lain terutama di setiap sub sektor. Diharapkan supaya mulai sekarang rapatkan barisan di dalam kelompoknya masing-masing, kemudian menyatukan barisan di sektor induk yaitu Tirossa,” imbuhnya.

Baca Juga :  Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PTFI Ajak Masyarakat Hidup Harmonis Dengan Alam

Di samping itu, mewakili Pemerintah Kabupaten Mimika, Plh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Daerah Setda Mimika, Petrus Koten, menyampaikan bahwa dirinya sepakat dengan apa yang telah disampaikan Pdt. Musa.

“Sebagai warga flobamora atau sebagai warga Tirossa yang hidup di tanah Amungsa Bumi Kamoro, saya setuju dengan kata-kata bapak Pendeta,” tuturnya.

“Orang Tirossa, orang Flobamora kalau sudah merantau berarti itu bukan kaleng-kaleng. Artinya kalau kita sudah merantau berarti kita sudah kepalang tanggung untuk meraih dan merebut kesuksesan di tanah orang,” ucapnya.

Oleh karena itu, lanjut Petrus, sebagaimana yang disampaikan Pdt. Musa, warga Tirossa harus berani mengambil sikap.

“Tidak boleh tabrak tembok, tidak boleh ikut arus.Tetapi juga harus punya pendirian. Itulah yang disebut maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain. Kita harus melewati jalan lain supaya kita bisa mewartakan kebenaran ini,” jelasnya.

“Itulah yang mungkin harus kita pegang teguh di dalam hidup berorganisasi atau bermasyarakat. Kata kuncinya adalah kita harus pandai menempatkan diri, tidak boleh ikut arus tetapi harus punya prinsip,” pungkasnya.

Usai sambutan tersebut, acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah santap bersama dan penampilan tari-tarian dari berbagai sub sektor lalu ditutup dengan acara bebas.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TIFA Kembali Masuk KEN 2026, Siap Melompat ke Panggung Internasional Juli Mendatang
Etika Jurnalisme di Era AI, Lucky Ireeuw: Manusia Tetap di Kemudi
Fesmed Papua Hadirkan Seminar Keamanan Digital untuk Lawan Hoaks Lewat Jurnalisme Damai
Ketua AWP: Fesmed Jadi Ruang Peningkatan Kapasitas dan Literasi Media Papua
Fesmed Papua Raya Fokus Bekali Jurnalis dengan Keterampilan Investigasi, AI, dan Jurnalisme Damai
Sejarah Baru Pers Papua! Festival Media Perdana Satukan Jurnalis Lintas Generasi di Nabire
Wartawan Senior Papua Perkuat Festival Media Perdana di Nabire
KASTIL 2025 Siap Digelar Perdana di Kei: Panggung Seni, Budaya, dan Kreativitas Anak Muda Pesisir

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:19 WIT

TIFA Kembali Masuk KEN 2026, Siap Melompat ke Panggung Internasional Juli Mendatang

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:59 WIT

Etika Jurnalisme di Era AI, Lucky Ireeuw: Manusia Tetap di Kemudi

Rabu, 14 Januari 2026 - 14:28 WIT

Fesmed Papua Hadirkan Seminar Keamanan Digital untuk Lawan Hoaks Lewat Jurnalisme Damai

Rabu, 14 Januari 2026 - 03:30 WIT

Ketua AWP: Fesmed Jadi Ruang Peningkatan Kapasitas dan Literasi Media Papua

Rabu, 14 Januari 2026 - 03:09 WIT

Fesmed Papua Raya Fokus Bekali Jurnalis dengan Keterampilan Investigasi, AI, dan Jurnalisme Damai

Berita Terbaru

Solidaritas Merauke melakukan aksi spontan pada saat pelaksanaan Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPL-PGI) 2026 di Gedung Olahraga (GOR) Hiad Sai, Merauke, Papua Selatan, Jumat (30/1/2026). (Foto: Istimewa/Solidaritas Merauke)

Suara

Solidaritas Merauke Desak Gereja Suarakan Penghentian PSN

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:32 WIT