Etika Jurnalisme di Era AI, Lucky Ireeuw: Manusia Tetap di Kemudi

Endy Langobelen

Rabu, 14 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemimpin Redaksi Cenderawasih Pos, Lucky Ireeuw, menjadi narasumber dalam talk show bertema “Manusia Tetap di Kemudi: Etika Penggunaan AI dalam Jurnalisme” dalam Festival Media se-Tanah Papua Raya di Lapangan Bandara Lama Nabire, Rabu (14/1/2026). (Foto: Istimewa)

Pemimpin Redaksi Cenderawasih Pos, Lucky Ireeuw, menjadi narasumber dalam talk show bertema “Manusia Tetap di Kemudi: Etika Penggunaan AI dalam Jurnalisme” dalam Festival Media se-Tanah Papua Raya di Lapangan Bandara Lama Nabire, Rabu (14/1/2026). (Foto: Istimewa)

NABIRE – Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam jurnalisme harus tetap menempatkan manusia sebagai pengendali utama, terutama dalam menjaga etika, akurasi, dan konteks pemberitaan.

Hal itu ditegaskan Pemimpin Redaksi Cenderawasih Pos, Lucky Ireeuw, saat menjadi narasumber dalam talk show bertema “Manusia Tetap di Kemudi: Etika Penggunaan AI dalam Jurnalisme” dalam Festival Media se-Tanah Papua Raya di Lapangan Bandara Lama Nabire, Rabu (14/1/2026).

Diskusi tersebut dipandu Pimpinan Seputar Papua, Misba Latuapo, sebagai moderator.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengawali pemaparannya, Lucky menekankan pentingnya kesepahaman mendasar tentang AI sebelum teknologi tersebut digunakan lebih jauh dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk kerja jurnalistik.

“Dalam setiap aspek kehidupan, manusia perlu menyepakati hal-hal mendasar terlebih dahulu,” ujar Lucky.

Ia menjelaskan, teknologi berbasis AI telah dimanfaatkan di ruang redaksi untuk menganalisis berita populer, membaca kecenderungan publik, serta mengembangkan isu sesuai kebutuhan pembaca Papua, baik berdasarkan kelompok, sektor, skala nasional, maupun global.

Dengan pendekatan berbasis data, redaksi tidak lagi sekadar menebak isu, melainkan mengembangkan topik yang memang relevan dengan kebutuhan audiens.

Baca Juga :  Pengurus PC PMII Mimika Masa Khidmat 2024-2025 Resmi Dilantik

Dalam proses verifikasi, AI juga dinilai membantu mendeteksi hoaks, memverifikasi informasi, mengidentifikasi video palsu, hingga menyaring komentar berbahaya. Meski demikian, Lucky menegaskan bahwa AI hanya berfungsi sebagai alat bantu, bukan penentu keputusan editorial.

“AI sangat membantu mempercepat riset data dan membaca tren. Namun, etika, akurasi, dan konteks tetap menjadi tanggung jawab manusia,” katanya.

Lucky juga menyoroti tantangan serius penggunaan AI, terutama terkait bias algoritma. Menurutnya, AI bekerja berdasarkan pola data berulang yang berpotensi memperkuat satu sudut pandang dan mengabaikan perspektif lain yang sama pentingnya.

Dalam konteks Papua, percakapan publik terkait proyek strategis nasional, misalnya, bisa terjebak pada narasi yang terlalu negatif atau sebaliknya terlalu positif. Jika media hanya mengikuti tren algoritma, maka keberimbangan informasi dapat terancam.

Selain bias, tantangan lain yang perlu diantisipasi adalah risiko penyebaran berita palsu, minimnya transparansi sistem AI, serta ancaman terhadap privasi. Kemampuan AI mengolah data dalam jumlah besar menuntut pengelolaan yang bertanggung jawab.

Baca Juga :  Karnaval Nusantara Ramaikan Semarak HUT RI di Kabupaten Mappi

Karena itu, Lucky menegaskan prinsip utama penggunaan AI dalam jurnalisme meliputi akurasi, kebenaran informasi, transparansi, dan akuntabilitas manusia. Keputusan editorial dan tanggung jawab etis, tegasnya, tidak boleh diserahkan kepada mesin.

Ia juga menyinggung praktik media besar yang menggunakan AI untuk merekomendasikan berita sesuai minat pembaca.

Di satu sisi, hal ini membuat pembaca lebih betah dan media lebih dekat dengan audiens. Namun di sisi lain, terdapat risiko pembaca hanya terpapar satu sudut pandang serta kecenderungan media mengejar klik semata.

“Jika tidak dikendalikan, algoritma bisa menggeser fungsi media dari penyedia informasi berkualitas menjadi pemburu trafik,” ujarnya.

Pada akhirnya, Lucky menegaskan bahwa AI tidak memiliki mandat kebenaran. Mandat tersebut tetap berada di tangan manusia.

“AI hanyalah alat. Di tangan jurnalis yang beretika, teknologi ini dapat memperkuat jurnalisme, menjaga nilai demokrasi, kebenaran, independensi, integritas, dan kepercayaan publik,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Festival Seni TIFA Tutup, Pemkab Mimika Janji Lanjutkan Dukungan
Duta TIFA 2026 Resmi Terpilih, Siap Jadi Wajah Promosi Seni, Budaya, dan UMKM Papua Tengah
TIFA 2026 Terima Sertifikat KEN, Bukti Festival Seni Mimika Kembali Diakui Secara Nasional
Deiyai Juara Umum TIFA 2026, Budaya Asli dan Produk Lokal Jadi Daya Tarik
Brand Ticha Juara 1 TIFA 2026 Lewat Inovasi Fashion Khas Papua Tengah
Samuel Yogi: Festival TIFA Dorong Pertumbuhan UMKM dan Promosi Budaya Papua
Hujan Tak Redam Semangat, TIFA 2026 Resmi Dibuka di Mimika
Ribuan Warga Padati Konser Rima Kebangsaan di Timika, GOG Juara Lomba Hip-Hop Rap

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 01:56 WIT

Festival Seni TIFA Tutup, Pemkab Mimika Janji Lanjutkan Dukungan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 23:56 WIT

Duta TIFA 2026 Resmi Terpilih, Siap Jadi Wajah Promosi Seni, Budaya, dan UMKM Papua Tengah

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:40 WIT

TIFA 2026 Terima Sertifikat KEN, Bukti Festival Seni Mimika Kembali Diakui Secara Nasional

Jumat, 3 Juli 2026 - 22:07 WIT

Deiyai Juara Umum TIFA 2026, Budaya Asli dan Produk Lokal Jadi Daya Tarik

Jumat, 3 Juli 2026 - 20:20 WIT

Brand Ticha Juara 1 TIFA 2026 Lewat Inovasi Fashion Khas Papua Tengah

Berita Terbaru

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pribadi (kiri), dan Vice President Government Relations PT Freeport Indonesia, Lenny Josephina (kanan), menandatangani Berita Acara Serah Terima hibah 11 kilometer pipa HDPE di area operasional dataran rendah PTFI, Mile 34, Mimika, Papua Tengah, Kamis, 9 Juli 2026. Dok. PTFI

Freeport

PTFI Serahkan Hibah 11 Km Pipa HDPE ke Pemkab Mimika

Jumat, 10 Jul 2026 - 14:39 WIT