WAMENA – Setelah dua hari berkumpul dalam nuansa kekeluargaan dan refleksi perjalanan pendidikan, para alumni asal Sulawesi Utara yang tersebar di seantero Papua akhirnya menyepakati kepemimpinan baru.
Dr. Marten Metlama terpilih sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Alumni Sulawesi Utara Se-Tanah Papua dalam Reuni III yang digelar di Hotel Pilamo Baliem, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, 26–27 Juni 2025.
Dalam sambutannya usai pemilihan, Marten menyampaikan apresiasi kepada Ketua Panitia Reuni, Dr. Wim Wanimbo, dan seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Terima kasih untuk panitia dan semua alumni yang hadir, serta dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan Bupati Jayawijaya,” ucapnya di hadapan para alumni dan undangan.
Marten menegaskan bahwa dukungan dari pemerintah daerah mencerminkan kesadaran bersama untuk membangun Papua yang lebih baik.
“Kami percaya, untuk memajukan Papua Pegunungan dan tiga Daerah Otonom Baru lainnya, dibutuhkan kolaborasi pikiran dari seluruh alumni Indonesia, termasuk dari Sulawesi Utara,” ujarnya.

Organisasi alumni ini, menurut Marten, akan segera didaftarkan ke Badan Kesbangpol di enam provinsi di Tanah Papua. Tujuannya jelas: memberi legitimasi hukum bagi alumni untuk terlibat aktif dalam proses pembangunan.
“Dengan status hukum yang resmi, kami bisa menyuarakan hal-hal penting yang menyangkut pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Marten.
Badan pengurus baru ini akan bekerja selama tiga tahun ke depan. Dalam periode itu, Marten dan timnya berkomitmen membangun jejaring yang kuat antaralumni di seluruh Papua, memperkuat solidaritas, serta menyumbangkan gagasan bagi pembangunan daerah.
Salah satu agenda besar organisasi ini adalah reuni keempat tahun depan yang direncanakan digelar di Nabire, Provinsi Papua Tengah.

Usulan itu datang langsung dari Bupati Intan Jaya, salah satu alumni Sulut yang kini menjabat kepala daerah.
“Kami rekomendasikan kepada teman-teman di Nabire agar segera membentuk panitia lokal. Semoga reuni mendatang berlangsung lebih meriah dan berdampak,” tutup Marten.
Reuni ini bukan hanya ajang temu kangen, tetapi juga panggung untuk menyusun peta jalan kontribusi para alumni dalam membangun kampung halaman.
Dengan pengurus baru yang resmi dan rencana kerja yang terstruktur, organisasi Alumni Sulut Se-Tanah Papua siap menjadi kekuatan intelektual dan sosial yang diperhitungkan di Bumi Cenderawasih.








