MIMIKA – Koordinator Daerah (Korda) Indonesia Creative Cities Network (ICCN) Provinsi Papua Tengah bersiap menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) ICCN 2026 di Jakarta pada 24–25 Oktober 2026.
Persiapan meliputi produk unggulan ekonomi kreatif, koordinasi dengan komunitas dari sejumlah kabupaten, hingga upaya menghadirkan Duta TIFA 2026.
Ketua Korda ICCN Papua Tengah, Alfo Smith, mengatakan Rakornas menjadi kesempatan bagi Papua Tengah untuk memperkenalkan karya lokal sekaligus membangun jejaring dengan komunitas kreatif dari 38 provinsi di Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini satu kesempatan yang baik untuk Papua Tengah bisa melanglang buana ke nasional dengan berbagai jejaring komunitas yang ada di seluruh Indonesia, bisa dipertemukan di satu tempat,” kata Alfo.
Dalam persiapan tersebut, ICCN Papua Tengah mengandalkan produk fesyen dan desain dari Tifa Creative.
Pihaknya juga berkoordinasi dengan komunitas kreatif di beberapa kota/kabupaten di Papua Tengah untuk menjajaki partisipasi produk unggulan dari daerah masing-masing.
Alfo menjelaskan, produk yang dipromosikan tentunya merupakan karya asli komunitas dan memiliki legalitas, termasuk pendaftaran hak atas kekayaan intelektual (HAKI).
Menurutnya, aspek tersebut penting agar karya lokal memiliki identitas dan kepemilikan yang jelas.
“Dan yang menarik juga ialah karya yang dibawa harus memiliki legalitas lengkap, legalitas yang sudah terdaftar di HAKI, dan menariknya ICCN Papua Tengah melalui Tifa Creative sudah memiliki semuanya,” ujarnya.
Selain membawa produk kreatif, ICCN Papua Tengah berupaya menghadirkan Duta TIFA 2026, Oktovina Syavina Yani, untuk tampil dalam rangkaian kegiatan di Jakarta.

Partisipasi perempuan asli Kamoro tersebut diharapkan turut memperkenalkan identitas budaya dan kreativitas masyarakat Papua Tengah.
Alfo berharap upaya tersebut mendapat dukungan pemerintah daerah, khususnya organisasi perangkat daerah yang membidangi pariwisata, kebudayaan, ekonomi kreatif, kepemudaan, serta koperasi dan UMKM.
Menurutnya, dukungan lintas sektor diperlukan agar komunitas kreatif tidak hanya memiliki kesempatan untuk mempromosikan karya, tetapi juga memperoleh pendampingan dalam pengembangan produk dan pengurusan legalitas kekayaan intelektual.
Sebagai informasi kehadiran delegasi Korda dari berbagai daerah dalam kegiatan nasional ini turut didukung panitia pusat melalui pembiayaan selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Dukungan tersebut mencakup akomodasi perjalanan keberangkatan, penginapan, dan kebutuhan terkait lainnya selama kegiatan, sehingga para delegasi dapat berpartisipasi dalam agenda nasional tersebut
Rakornas ICCN 2026 sendiri mengusung tema Indonesia Creative Connect 2026. Kegiatan ini bakal berlangsung setelah World Conference on Creative Economy (WCCE) yang digelar di Jakarta pada 21–23 Oktober 2026.
Ketua Harian ICCN, Vicky Arief, sebelumnya mengatakan bahwa Rakornas akan menghadirkan pengurus, 38 koordinator daerah, dan jejaring ICCN dari berbagai wilayah Indonesia.
Selain agenda koordinasi nasional, Rakornas akan menggelar Rapat Anggota Luar Biasa untuk merumuskan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.
Forum ini juga diharapkan menghasilkan gagasan kolaboratif dan rekomendasi konkret bagi pengembangan ekosistem kota kreatif di Indonesia.
Bagi ICCN Papua Tengah, Alfo berharap pengalaman dan relasi yang diperoleh selama kegiatan dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten.
Kolaborasi tersebut diharapkan membuka lebih banyak peluang bagi komunitas kreatif di delapan kabupaten di Papua Tengah untuk mengembangkan produk lokal, memperkuat perlindungan karya, dan memperluas jangkauan pasar.













