Bara Semangat Pegiat Skateboard Timika di Tengah Keterbatasan Fasilitas

Ahmad

Kamis, 31 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang rider skateboard Timika menampilkan atraksi menggunakan papan seluncurnya. (Foto: Galeri Papua/Wahyu)

i

Seorang rider skateboard Timika menampilkan atraksi menggunakan papan seluncurnya. (Foto: Galeri Papua/Wahyu)

MIMIKA – Meski tidak memiliki fasilitas yang cukup memadai untuk menjalankan sesi latihan sehari-hari, para pegiat papan seluncur empat roda alias Skateboard dari Komunitas Skateboard Timika tidak pernah patah semangat dalam berlatih untuk meningkatkan kualitas serta kemampuan mereka.

Untuk diketahui, lebih dari 20 tahun sudah Skateboard masuk ke Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Hadirnya Skateboard di Mimika tepatnya pada tahun 1999.

Di tahun 2012, kiprah Skateboard di Mimika mulai berkembang pesat hingga menarik perhatian banyak kalangan muda pada masanya.

Meskipun begitu, sampai saat ini, belum ada fasilitas yang memadai yang dapat dijadikan sebagai tempat berlatih para pegiat Skate.

Seperti diketahui, Skateboard adalah sebuah olahraga menggunakan papan luncur yang akhir-akhir ini semakin digemari oleh kalangan anak muda.

Skateboard juga bisa dikategorikan sebagai aktivitas rekreasi, bentuk dari seni, sebuah profesi, dan juga alat transportasi.

Di Kabupaten Mimika, olahraga ini sudah banyak diminati kalangan milenial masa kini. Kelompok ini telah banyak menorehkan prestasi bahkan hingga ke kancah nasional.

Dua ajang terbesar yang pernah disabet komunitas ini adalah pada kejuaraan Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) 2019 di Samarinda dengan menyabet juara 2 pada kategori best trick downladge, mereka berhasil membawa pulang medali perak.

Baca Juga :  Masyarakat Adat Lanny Jaya Desak Penarikan Militer Non-Organik

Kemudian meraih juara 1 pada Fornas 2022 Palembang pada kategori best trick long rell dengan membawa pulang medali emas.

Dalam Fornas VII yang diselenggarakan di Jalak Harupat Kabupaten Bandung, rider skateboard asal Mimika juga tidak ketinggalan, mewakili Papua Tengah. Mereka berhasil meraih juara 1 dan 2 dari tiga orang Rider yang diberangkatkan.

Juara 1 diraih oleh Geraldo Ripian Sipapa pada kategori Junior Dropin Street. Juara 2 diraih oleh Tarmizi Latuapo untuk kategori Best Trick Piramith dan seorang Rider lainnya bernama Mitra Yarangga meraih juara 2 pada kategori Best Trick Down Ledge.

Meski begitu, hadir dengan segudang prestasi, nampaknya tak cukup untuk menarik perhatian Pemerintah Daerah.

Seperti halnya dukungan pemerintah untuk membangun Skate Park ataupun sekedar Skate Spot yang dapat difungsikan sebagai tempat berlatihnya para pegiat skateboard berlatih.

Kelompok ini biasanya menjalani latihan sehari-hari di Jaln Cenderawasih, SP2, (Simpang Lima) di salah satu bangunan tua. Kemudian di Sentra Kuliner Pasar Sentral Timika dan di Jalan Budi Utomo depan SMP Negeri 2.

Baca Juga :  Dorong Transformasi Digital dan Penggunaan Produk dalam Negeri, BenQ dan Datascrip Gelar TKDN Roadshow 2025 di Mimika

Ketua Induk Organisasi Olahraga (Inorga) Komunitas Indonesia Skateboard (KIS) Timika, Jems Alfero Tambunan, mengungkapkan mereka sangat merindukan adanya Skate Park di Mimika.

“Kami punya kerinduan seperti kota-kota besar di mana Skate Park terfasilitasi dengan standar yang baik. Mungkin pemerintah bisa bekerja sama dengan kami untuk membuat spot-spot di pinggir-pinggir jalan,” katanya, Minggu (27/10/2024).

Kerinduan ini diharapkan dapat tersampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Mimika dalam hal ini Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora).

Jems berharap, pemerintah juga dapat membantu memfasilitasi Komunitas Skateboard Timika menjalani latihan di luar Mimika untuk terus mengasah kemampuan para rider.

Jems mengatakan, perkembangan para rider skateboard di Mimika sangat pesat. Terlihat dari animo para rider yang setiap harinya berlatih di tengah keterbatasan fasilitas.

Ia mengatakan, banyak event besar yang nantinya akan dihadapi oleh Komunitas Skateboard di Mimika. Untuk meladeni event-event tersebut, tentunya membutuhkan persiapan yang matang dari semua aspek.

Oleh sebab itu, dengan keterbatasan yang ada, ia berharap pemerintah mampu melirik dan memberikan perhatian.


Update berita terbaru lainnya dengan mengikuti saluran Galeripapua.com WhatsApp Channel. Klik link berikut https://whatsapp.com/channel/0029VafbmilChq6Dj7IL2i46

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Solidaritas Merauke Desak Gereja Suarakan Penghentian PSN
Tolak Sawit PT IKSJ, Masyarakat Moi Sigin Antar Surat ke Kantor Pusat CAA Group
Industri Kayu di Sorong Tinggalkan Krisis Hak dan Penghidupan Masyarakat Adat Moi
Koalisi HAM Papua Minta TNI Tak Intervensi Konflik Tanah Adat Marga Kwipalo di Merauke
Tolak Sawit, Masyarakat Adat Klagilit Maburu Usir Utusan Perusahaan di Sorong
Perdamaian Kwamki Narama, Willem Wandik Desak Percepatan Perdasus Konflik Adat Papua
Masyarakat Adat di Mimika Barat Jauh Tolak Sawit PT TAS, Soroti Ancaman Ruang Hidup
Aksi Damai di Mimika, Massa Tuntut Percepatan Penanganan Konflik Kwamki Narama

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:32 WIT

Solidaritas Merauke Desak Gereja Suarakan Penghentian PSN

Sabtu, 31 Januari 2026 - 06:25 WIT

Tolak Sawit PT IKSJ, Masyarakat Moi Sigin Antar Surat ke Kantor Pusat CAA Group

Kamis, 29 Januari 2026 - 12:14 WIT

Industri Kayu di Sorong Tinggalkan Krisis Hak dan Penghidupan Masyarakat Adat Moi

Minggu, 25 Januari 2026 - 12:36 WIT

Koalisi HAM Papua Minta TNI Tak Intervensi Konflik Tanah Adat Marga Kwipalo di Merauke

Selasa, 20 Januari 2026 - 18:15 WIT

Tolak Sawit, Masyarakat Adat Klagilit Maburu Usir Utusan Perusahaan di Sorong

Berita Terbaru

Solidaritas Merauke melakukan aksi spontan pada saat pelaksanaan Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPL-PGI) 2026 di Gedung Olahraga (GOR) Hiad Sai, Merauke, Papua Selatan, Jumat (30/1/2026). (Foto: Istimewa/Solidaritas Merauke)

Suara

Solidaritas Merauke Desak Gereja Suarakan Penghentian PSN

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:32 WIT