MIMIKA – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika memperkuat kapasitas tenaga medis dalam menangani malaria untuk mencegah penyakit tersebut berkembang menjadi komplikasi berat hingga menyebabkan kematian.
Penguatan kapasitas itu dilakukan melalui pelatihan tata laksana malaria bagi tenaga medis di fasilitas pelayanan kesehatan Kabupaten Mimika selama empat hari, 10–14 Agustus 2026.
Sebanyak 36 dokter penanggung jawab penyakit mengikuti pelatihan tersebut. Mereka berasal dari fasilitas pelayanan kesehatan yang terlibat dalam pelayanan dan penanggulangan malaria, termasuk puskesmas, rumah sakit, dan klinik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penanggung jawab UPTD Malaria Center Mimika sekaligus ketua panitia kegiatan, Imelda Ohoiledjaan, mengatakan peningkatan kompetensi tenaga medis menjadi bagian penting dalam upaya menekan angka kesakitan dan kematian akibat malaria.
Menurut dia, tenaga medis perlu memiliki kemampuan dalam melakukan deteksi dini, diagnosis, pengobatan, pemantauan, hingga tata laksana kasus malaria sesuai standar pelayanan kesehatan.
“Penyakit ini dapat menyebabkan kesakitan, komplikasi berat, bahkan kematian apabila tidak dilakukan deteksi dini dan penatalaksanaan secara tepat dan cepat,” ujar Imelda.
Ia mengatakan fasilitas pelayanan kesehatan memiliki peran penting dalam memastikan masyarakat memperoleh pelayanan malaria yang bermutu dan berkesinambungan.
Melalui pelatihan tersebut, Imelda berharap para tenaga medis semakin kompeten dalam melakukan pencegahan, deteksi dini, diagnosis, pengobatan, pemantauan, serta tata laksana kasus malaria sesuai standar.
Selain itu, peserta diharapkan memahami epidemiologi, gejala, tanda, dan klasifikasi malaria; mampu melakukan diagnosis dan pengobatan sesuai standar; menangani malaria berat beserta komplikasinya; serta melakukan pemantauan dan tindak lanjut pengobatan.
“Selain itu, tujuan yang tidak kalah penting adalah melaksanakan pencatatan dan pelaporan kasus malaria serta meningkatkan kualitas pelayanan malaria di fasilitas pelayanan kesehatan,” terangnya.
Penguatan kemampuan tenaga medis tersebut diharapkan dapat mendukung penanganan malaria secara lebih cepat dan tepat, terutama dalam mendeteksi kasus yang berisiko mengalami kondisi berat.











