Dinkes Mimika Dorong Cegah Malaria Sebelum Warga Sakit

Endy Langobelen

Kamis, 8 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Marselino Mameyau. (Foto: Istimewa)

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Marselino Mameyau. (Foto: Istimewa)

MIMIKA – Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Marselino Mameyao, mendorong perubahan pendekatan dalam penanganan malaria dengan memperkuat intervensi sebelum masyarakat jatuh sakit.

Hal itu disampaikan setelah dirinya mulai menjalankan tugas di Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika sejak dilantik pada 5 Oktober 2026.

Dalam wawancara pada Kamis (8/10/2026), ia menempatkan malaria sebagai salah satu fokus utama karena tingginya beban kasus di Mimika.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mimika tinggi, penyumbang terbanyak. Jadi salah satu target malaria,” ujarnya.

Menurutnya, penanganan malaria tidak cukup hanya dilakukan ketika warga sudah mengalami gejala atau dinyatakan positif.

Upaya pencegahan perlu diperkuat sejak awal melalui pemberian informasi kesehatan yang benar, perlindungan dari gigitan nyamuk, pemeriksaan dini, pengobatan yang tepat, serta keterlibatan masyarakat.

Ia menilai edukasi mengenai malaria harus dilakukan secara konsisten melalui fasilitas pelayanan kesehatan, kader, sekolah, komunitas, tempat kerja, media, dan berbagai ruang publik.

Baca Juga :  Dinkes Mimika Targetkan 2 Juta Tes Malaria dan 50 Ribu Skrining TBC pada 2026

Masyarakat, kata dia, perlu memahami langkah-langkah sederhana untuk mencegah penularan, mengenali gejala malaria, segera memeriksakan diri ketika mengalami keluhan, serta mengikuti pengobatan hingga tuntas.

Pendekatan tersebut dinilai penting agar pencegahan malaria tidak hanya menjadi respons ketika kasus meningkat, tetapi menjadi kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Benahi Internal Dinas Kesehatan

Di tengah upaya memperkuat penanganan malaria, Plh. Kepala Dinas Kesehatan juga memprioritaskan pembenahan internal organisasi.

Menurutnya, koordinasi dan sistem kerja di lingkungan Dinas Kesehatan perlu diperkuat agar pelaksanaan berbagai program kesehatan dapat berjalan lebih efektif sebelum intervensi diperluas ke masyarakat.

“Saya harus perbaiki dulu. Saya kembalikan roh Dinas Kesehatan dulu. Setelah itu baru saya bergerak keluar,” tuturnya.

Selain malaria, ia menyebut sejumlah persoalan kesehatan lain yang menjadi perhatian, di antaranya kabut asap, stunting, dan tuberkulosis.

Namun, tingginya beban malaria di Mimika membuat penyakit tersebut menjadi salah satu isu yang membutuhkan penanganan lebih terarah dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Dinkes Mimika Gelar Pembinaan dan Pemetaan Sarana, Prasarana dan Alat Kesehatan

Target Eliminasi Malaria 2030

Upaya menuju eliminasi malaria pada 2030, menurutnya, tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah atau Dinas Kesehatan.

Tenaga kesehatan, kader, masyarakat, tokoh masyarakat, sekolah, dunia usaha, media, serta berbagai mitra lainnya perlu mengambil peran dalam menekan risiko penularan.

Ia menekankan, keberhasilan eliminasi malaria harus dibangun melalui kerja bersama, mulai dari pencegahan di lingkungan masyarakat, penemuan kasus secara dini, hingga memastikan pasien menjalani pengobatan dengan benar.

“Mari satukan langkah dan buktikan bahwa Mimika bisa bebas malaria. Keberhasilan itu bukan karena saya, tetapi karena kita bekerja bersama dan dibantu oleh masyarakat Mimika,” kata Marselino.

Dengan kolaborasi tersebut, intervensi malaria diharapkan dapat bergerak lebih awal, sebelum warga jatuh sakit.

Upaya itu sekaligus menjadi bagian dari langkah Mimika mempercepat pencapaian target eliminasi malaria pada 2030.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PAM GKI Klasis Mimika Dukung Eliminasi Malaria
PC PMI Mimika Dorong Program Eliminasi Malaria
Kasus Malaria Mimika Tembus 118 Ribu, YACP Dorong Media Jadi Penggerak Pencegahan
Pemuda Muslim Dorong Pelajar Jadi Agen Pencegahan Malaria di Mimika
Asap Karhutla Ancam Kelompok Rentan, Amungsa Cares Papua Imbau Penggunaan Masker
Kabut Asap Picu Kenaikan Kasus ISPA di Mimika, Dinkes Catat Lebih dari 63 Ribu Penderita
Kasus Malaria Puskesmas Timika Naik 6,4 Persen, Pemeriksaan Diperluas
Dinas Kesehatan Mimika Bekali Kader Posyandu Deteksi Dini Penyakit Balita

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:18 WIT

Dinkes Mimika Dorong Cegah Malaria Sebelum Warga Sakit

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:54 WIT

PAM GKI Klasis Mimika Dukung Eliminasi Malaria

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:59 WIT

PC PMI Mimika Dorong Program Eliminasi Malaria

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:00 WIT

Kasus Malaria Mimika Tembus 118 Ribu, YACP Dorong Media Jadi Penggerak Pencegahan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:08 WIT

Pemuda Muslim Dorong Pelajar Jadi Agen Pencegahan Malaria di Mimika

Berita Terbaru

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Marselino Mameyau. (Foto: Istimewa)

Kesehatan

Dinkes Mimika Dorong Cegah Malaria Sebelum Warga Sakit

Kamis, 8 Okt 2026 - 19:18 WIT

Alexander Giban saat ditemui pelataran Graha Eme Neme Yauware, sedang melayani customer di stan kopi miliknya pada Festival dan Bazar UMKM 2026. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Ekonomi

Menyemai Asa Kopi Gunung di Kota Industri

Kamis, 8 Okt 2026 - 18:04 WIT

Kepala Seksi PAM GKI Klasis Mimika, Alfred Toridu. (Foto: Istimewa)

Kesehatan

PAM GKI Klasis Mimika Dukung Eliminasi Malaria

Rabu, 7 Okt 2026 - 16:54 WIT