MIMIKA – Ketua Lembaga Musyawarah Hukum Adat (LMHA) Suku Kamoro periode 2025–2030, Yohanes Yance Boyau, menegaskan komitmennya untuk membangun lembaga adat yang mandiri dan bermartabat dalam lima tahun ke depan.
Pesan itu ia sampaikan setelah terpilih melalui sidang adat dan dikukuhkan secara adat bersama jajaran pengurus lainnya.
Ditemui usai pengukuhan, Boyau menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah menata kembali lembaga adat yang selama ini dinilai terbelah dan kurang berfungsi optimal.
“Baik, dengan adanya sidang adat dan saya sudah terpilih, saya akan… Lemasko, sementara ini kan ada tigalisme. Setelah terjadi sidang adat, terjadi lembaga hukum adat. Jadi lembaga itu cermin atau koridor suku tersebut,” ujarnya.
“Saya akan bikin lembaga ini ke depan 5 tahun kemudian akan bermartabat dan mandiri,” imbuhnya.
Ia menekankan pentingnya menggerakkan masyarakat Kamoro untuk terlibat aktif dalam lembaga adat, sekaligus membangkitkan kembali tradisi dan adat yang mulai tergerus.
“Ke depan, adat-adat yang sudah tenggelam, saya munculkan kembali bahwa adat orang Kamoro seperti ini. Dengan pameran, patung, ukiran yang ada, ke depan nanti mungkin teriakan masyarakat seperti apa, keluhan masyarakat seperti apa, itu yang saya akan tatah 5 tahun ke depan sesuai dengan visi-misi saya,” jelasnya.
Fokus Pemulihan Budaya dan Pendirian Museum Kamoro
Dalam wawancara tersebut, Boyau juga menyinggung rencana khusus untuk Kamoro Kakuru, salah satu festival berunsur budaya yang menjadi perhatian lembaga adat.
“Iya, Kamoro Kakuru itu salah satu perhatian khusus dari lembaga adat dan akan diadakan museum, museum adat, sehingga para pengunjung bisa datang melihat bahwa budaya kami seperti ini lah, budaya yang asli,” katanya.
Upaya itu diharapkan dapat menjadi pusat edukasi dan penguatan identitas masyarakat Kamoro, sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk memahami akar budaya mereka.
Pesan Kemanusiaan: Pendidikan, Gizi, dan Kesadaran Masyarakat
Dalam sambutan adat berbahasa daerah, Boyau mengungkapkan keprihatinan mendalam atas kondisi masyarakat pesisir selatan yang disebutnya telah bertahun-tahun tidak mendapat perhatian memadai.
“Maknanya sambutan pertama, Bapak Ibu, kami sudah 10 tahun ini tidak ada yang memimpin kami. Kelaparan melanda daerah kami… anak-anak tak berpendidikan, kesehatannya tidak diperhatikan, terjadi gizi buruk di pesisir pantai selatan ini,” ucapnya.
Ia menegaskan akan turun langsung untuk memastikan wilayah ujung timur hingga barat pesisir Kamoro menjadi fokus perhatian, termasuk melalui program-program pemberdayaan seperti studi banding untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
“Studi banding itu program saya sehingga salah satunya untuk sadarkan masyarakat yang biasa ketiduran di pasar lama kemudian di jalan-jalan… Saya mau coba bagaimana lembaga ini sehingga masyarakat Kamoro bisa sadar bahwa saya bisa seperti paguyuban yang lain,” tuturnya.
Boyau juga menekankan pentingnya merawat para lansia, anak-anak dalam kondisi gizi buruk, serta kelompok masyarakat yang terlantar.
“Karena ini negeri kami, kami harus jadi tuan di atas negeri kami,” katanya.
Komitmen Menjaga Tapal Batas dan Kamtibmas
Terkait penyelesaian tapal batas dengan daerah tetangga, Boyau menegaskan akan mengembalikan garis batas sesuai penanda leluhur, dan menyelesaikannya melalui dialog damai.
“Tapal batas, saya akan tertibkan tapal batas sesuai dengan leluhur kami… Jangan dengan kekerasan, kita dari hati ke hati,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi serta menjaga keamanan dan ketertiban bersama.
“Saya akan berupaya untuk menjaga kenyamanan, keamanan kamtibmas di kabupaten ini… apalagi hal-hal politik tidak boleh,” tegasnya.
Hasil Pemilihan: Yance Boyau Menang dengan 24 Suara
Dalam musyawarah adat yang digelar di Gedung Tongkonan, Timika, Kamis (4/12/2025), terdapat 10 kandidat yang maju sebagai ketua LMHA.
Boyau memperoleh suara terbanyak dengan 24 suara, diikuti Fredy Sony Atiamona (18 suara) dan Edward Yulianus Omeyaro (14 suara).
Sementara itu, kepengurusan periode 2025–2030 turut menetapkan Fredy Sony Atiamona sebagai Wakil Ketua I, Damianus Samin Wakil Ketua II, Hendrikus Atapemame Wakil Ketua III, dan Edward Yulianus Omeyaro Wakil Ketua IV.
Pemerintah Daerah dijadwalkan segera menerbitkan SK kepengurusan sebagai tindak lanjut pengukuhan adat.
Dengan mandat baru tersebut, Boyau berharap LMHA Suku Kamoro dapat menjadi lembaga adat yang kuat, rapi, dan mampu menjadi sandaran masyarakat.
Amanah itu, kata dia, harus dijalankan dengan kebersamaan.
“Bapak, Ibu yang sudah tidak berdaya mari datang kasih tahu ke luar ke saya… mari kita kerja sama untuk membangun memperbaiki suku kami,” pungkasnya.










