Jelang Ramadhan, Satgas Pangan Polda Papua Awasi Stok dan Harga Pangan di Jayapura

Endy Langobelen

Minggu, 2 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satgas Pangan Polda Papua mengawasi stok dan harga pangan di Jayapura. (Foto: Istimewa)

Satgas Pangan Polda Papua mengawasi stok dan harga pangan di Jayapura. (Foto: Istimewa)

JAYAPURA – Memasuki hari pertama ibadah puasa Ramadhan 1446 Hijriah tahun 2025, Satgas Pangan Polda Papua mengecek harga dan stok komoditas pangan di Pasar Tradisional Hamadi, Kota Jayapura, Papua, pada Sabtu (1/3/2025).

Pengawasan ini dikabarkan akan terus dilakukan sampai perayaan hari raya Idul Fitri 1445 Hijriah untuk menjaga kelonjakan harga dan perekonomian berjalan dengan baik.

Kasatgas Pangan Polda Papua melalui Dir Reskrimsus Polda Papua, Kombes Pol I Gusti Gde Era Adhinata, mengatakan pengecekan itu dilakukan untuk memantau harga bahan pokok mulai dari beras, bawang merah, cabai rawit merah, daging ayam, daging sapi, telur, gula, hingga minyak goreng.

Hasil tinjauan itu menunjukkan harga bahan pokok di Pasar Tradisional dalam keadaan stabil.

“Hasil pengecekan di Pasar Tradisional Hamadi sampai saat ini ketersediaan stok bahan pokok penting mencukupi atau tersedia dan harga juga masih relatif stabil,” ujarnya.

Kombes Pol I Gusti Gde Era mengimbau kepada para pedagang untuk tidak menaikkan harga di momen bulan suci Ramadhan dan Lebaran.

Dikatakan Satgas Pangan Polda Papua akan terus menjamin stok dan harga bahan pokok di wilayah Papua dalam keadaan stabil.

Baca Juga :  Semarak HUT RI Ke-79, 3 OPD Pemkab Mimika Gelar Pasar Murah

“Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan aksi borong atau panic buying yang justru bisa menimbulkan gejolak harga bahan pokok,” imbaunya.

Dirinya menegaskan jika terjadi pelanggaran di lapangan, pihaknya akan melakukan tindakan tegas.

“Selain di Kota Jayapura, kami juga sudah menginstruksikan Satgas Pangan dan jajaran-jajaran Polda Papua turun ke pasar tradisional dan pasar modern melakukan pengecekan harga komoditas pangan untuk menjaga inflasi di Papua,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mimika Terapkan Barcode E-Mitan untuk Atur Penjualan Minyak Tanah
Menyemai Asa Kopi Gunung di Kota Industri
Kelompok Tani Gereja di Mimika Dorong Pertanian Jadi Penopang Ekonomi Jemaat
Emas dan Bumbu Dapur Picu Inflasi Mimika Tembus 5,03 Persen pada September 2026
Meraba Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Mimika
Mimika Punya 17 Ribu UMKM, Baru 3 Ribu Masuk Pembinaan
Menjelang Tiga Dekade Mimika: Menguji Resiliensi UMKM dan Ambisi Ekonomi Papua Tengah
Pembudi Daya Ikan Mimika Cari Pasar Freeport, DPR Papua Tengah Turun Tangan

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:51 WIT

Mimika Terapkan Barcode E-Mitan untuk Atur Penjualan Minyak Tanah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:04 WIT

Menyemai Asa Kopi Gunung di Kota Industri

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:25 WIT

Kelompok Tani Gereja di Mimika Dorong Pertanian Jadi Penopang Ekonomi Jemaat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:22 WIT

Emas dan Bumbu Dapur Picu Inflasi Mimika Tembus 5,03 Persen pada September 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:20 WIT

Meraba Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Mimika

Berita Terbaru

Warga dan peserta mengikuti diskusi peluncuran laporan Pusaka Bentala Rakyat di Dusun Sagu Ebha Hekhe, Kampung Sereh, Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu, 7 Oktober 2026. Dusun sagu itu menjadi lokasi peluncuran laporan tentang izin kehutanan di tanah adat Papua. Galeripapua/Ikbal Asra

Organisasi

Belasan Izin Hutan Menyasar Tanah Adat Papua

Senin, 12 Okt 2026 - 06:00 WIT

Agustinus Kadepa, petani kopi dari Kampung Tuguwai, Distrik Aweidah, Kabupaten Paniai, Papua Tengah. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Utama

Ko Puaz: Kopi, Kebun, dan Mimpi yang Tumbuh di Paniai

Minggu, 11 Okt 2026 - 19:09 WIT