125 Pelaku Usaha Tampil di Festival UMKM Mimika, Digelar 10-12 Agustus

Ikbal Asra

Selasa, 28 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, didampingi stafnya saat menggelar konferensi pers di kantornya, Senin, 28 Juli 2026. Dinas mengumumkan Festival UMKM akan digelar 10 hingga 12 Agustus 2026 di Gedung Eme Neme Yauware, Timika. Galeri Papua/ Ikbal Asra

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, didampingi stafnya saat menggelar konferensi pers di kantornya, Senin, 28 Juli 2026. Dinas mengumumkan Festival UMKM akan digelar 10 hingga 12 Agustus 2026 di Gedung Eme Neme Yauware, Timika. Galeri Papua/ Ikbal Asra

MIMIKA – Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika akan menggelar Festival UMKM selama tiga hari, 10 hingga 12 Agustus 2026, di Gedung Eme Neme Yauware, Timika. Sebanyak 125 pelaku usaha binaan dinas dijadwalkan tampil memamerkan produk unggulan mereka, dari kuliner, noken, ukiran, aksesori, hingga kopi. Festival ini memasuki tahun kedua penyelenggaraan dan digelar bertepatan dengan HUT RI ke-81 sekaligus Hari UMKM Nasional.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Mimika, Samuel Yogi, mengumumkan rencana itu dalam konferensi pers di kantornya, Senin, 28 Juli 2026. Ia memperkirakan jumlah peserta bisa membengkak hingga 200 sampai 300 orang saat hari pelaksanaan. Tahun lalu, hal serupa terjadi. “Kadang-kadang 200, 300, atau seperti itu yang selalu kami terjadi,” kata Samuel kepada awak media di Mimika, Selasa, 28 Juli 2026.

Lapak untuk seluruh peserta digratiskan. Pelaksanaan teknis festival diserahkan kepada event organizer TIFA Creative. Samuel tidak menjelaskan lebih jauh mekanisme pemilihan EO tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk bisa ikut, peserta tidak cukup hanya datang membawa produk. Mereka wajib mengantongi Nomor Induk Berusaha sebagai syarat utama. Dinas mencatat 3.414 pelaku usaha Mimika telah masuk dalam sistem Online Data System UMKM nasional. Namun verifikasi lapangan masih berjalan hingga hari ini.

Baca Juga :  Proses Penerbitan IMB Tersendat Karena Tarik Ulur PUPR dengan DPMPTSP

Seleksi peserta dilakukan oleh tim khusus dari dalam dinas. Samuel menegaskan tidak ada celah bagi satu lapak untuk diisi lebih dari satu pelaku usaha seperti yang pernah terjadi pada festival sebelumnya. “Sekarang tidak bisa lagi. Kami yang tinggal di Mimika ini harus diatur dengan tenang supaya semua bisa ikut,” ujarnya.

Samuel menyebut sejumlah hasil nyata dari program pendampingan dinasnya. Delapan pengrajin noken yang dibina dinas kini beromzet Rp40 juta per bulan dan sudah masuk jaringan Bank Indonesia. Produk olahan tambelo dan keripik tambelo juga lahir dari tangan dinas, meski Samuel mengakui sejumlah OPD lain belakangan ikut mengklaim keberhasilan itu. “Tidak apa-apa. Yang penting mereka sudah maju,” katanya.

Tahun lalu, omzet transaksi selama festival diklaim mencapai Rp300 juta hingga Rp500 juta. Samuel berharap angka itu terlampaui tahun ini. Ia sudah mengusulkan kepada Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Papua agar Gubernur Papua hadir pada pembukaan atau puncak acara 12 Agustus.

Dua pertanyaan penting yang diajukan Galeri Papua tak mendapat jawaban di ruangan itu.

Pertama, soal anggaran. Wartawan Galeri Papua menanyakan berapa dana APBD yang dipakai untuk festival ini, Samuel menutup rapat. “Tidak perlu kita sampaikanlah,” ujarnya singkat.

Baca Juga :  Tanaman Obat Keluarga Kembali Digalakkan, Dinkes Mimika Siapkan Kader Sebagai Penyalur Edukasi

Kedua, soal paradoks yang lebih besar. Mimika adalah kabupaten dengan APBD salah satu terbesar di Papua, ditopang dana bagi hasil dari operasi tambang Freeport selama puluhan tahun. Perputaran ekonominya jauh melampaui sebagian besar kabupaten lain di Indonesia Timur. GaleriPapua menanyakan mengapa dengan kekayaan sebesar itu pelaku usaha lokal masih perlu difestivalkan untuk sekadar dikenal pasar, Samuel tidak beranjak dari kursinya. “Hal ini saya tidak perlu komentar,” katanya. “Ini kan khusus kegiatan fokus di festival.”

Di luar agenda Agustus, Samuel juga menyinggung rencana yang lebih ambisius. Pada 8 Oktober 2026, dinas tengah menyiapkan acara besar yang diklaim akan dihadiri sejumlah menteri, duta besar negara sahabat, hingga Presiden Republik Indonesia. Komunikasi dengan staf ahli presiden, kata Samuel, sudah berjalan.

Festival UMKM Mimika bukan acara tunggal. Samuel menyebut sejumlah OPD lain di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mimika juga menggelar kegiatan serupa dalam rangka HUT RI. Ia tidak mempermasalahkan itu. “Dalam kepemimpinan Pak Bupati, kegiatan bentuk apapun kita buat. Ini pelayanan untuk masyarakat,” katanya menutup konferensi pers.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRK Mimika Soroti Realisasi Belanja 82 Persen, Bakal Evaluasi Eksekutif
Pendapatan Mimika Hampir 100 Persen, Belanja Infrastruktur Baru 82 Persen
Sunset Run Mimika Kehabisan Kuota, Nikah Massal Masih Tunggu 30 Pasangan
Prabowo Sebut ‘Londo Ireng’, Organisasi Pers Tuntut Permintaan Maaf
Anggota DPRP Papua Tengah Minta Pusat Evaluasi Pasukan Non-Organik di Intan Jaya
BRIDA Mimika Bakal Bentuk Sentra Kekayaan Intelektual, Ini Peran dan Fungsinya
Kakanwil Hukum Papua Minta Mimika Segera Terbitkan Perda HKI
BRIDA Mimika Dorong Perlindungan Hukum bagi Inovasi dan Karya Lokal

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:07 WIT

DPRK Mimika Soroti Realisasi Belanja 82 Persen, Bakal Evaluasi Eksekutif

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:00 WIT

Pendapatan Mimika Hampir 100 Persen, Belanja Infrastruktur Baru 82 Persen

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:43 WIT

125 Pelaku Usaha Tampil di Festival UMKM Mimika, Digelar 10-12 Agustus

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:06 WIT

Sunset Run Mimika Kehabisan Kuota, Nikah Massal Masih Tunggu 30 Pasangan

Minggu, 26 Juli 2026 - 01:28 WIT

Anggota DPRP Papua Tengah Minta Pusat Evaluasi Pasukan Non-Organik di Intan Jaya

Berita Terbaru