MIMIKA – Kabupaten Mimika, Papua Tengah, tercatat memiliki sekitar 17 ribu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Namun, baru sekitar 3.000 lebih pelaku usaha yang saat ini masih berada dalam proses pembinaan pemerintah daerah.
Data tersebut disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Mimika, Samuel Yogi, saat menyambut kedatangan Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Usaha Rintisan dan Ekonomi Digital, Dr. Yulius MA, di Mimika, Senin (5/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Samuel mengatakan data sekitar 17 ribu UMKM tersebut bersumber dari Online Data System (ODS). Sementara jumlah UMKM yang sedang mendapatkan pembinaan pemerintah masih sekitar 3.000 lebih.
Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya ruang yang perlu diperkuat pemerintah dalam menjangkau pelaku usaha di Mimika.
Menurut Samuel, pemerintah daerah terus membangun sinergi dengan pemerintah provinsi, pemerintah pusat, dunia usaha, serta lembaga mitra untuk memperluas pembinaan UMKM.
Ia mengatakan pembinaan ditujukan kepada seluruh pelaku usaha yang menjalankan aktivitas ekonomi di Mimika tanpa membedakan latar belakang.
“Entah orang asli Papua, nonasli Papua, yang tinggal di Mimika ini semuanya orang Papua, semuanya orang Mimika,” kata Samuel.
Samuel mengatakan pemerintah ingin memastikan program pengembangan UMKM dapat memberikan manfaat secara lebih luas kepada masyarakat.
Selain pemerintah, ia menilai dunia usaha dan lembaga mitra memiliki peran penting dalam memperkuat pembinaan tersebut, termasuk PT Freeport Indonesia dan Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK).
Menurutnya, dukungan perusahaan melalui program kemitraan dan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) perlu diarahkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dan pelaku usaha.
“Sehingga betul-betul dana CSR-nya itu menyentuh kepada masyarakat sehingga betul-betul merasakan,” ujarnya.
Salah satu bentuk kolaborasi tersebut akan diwujudkan melalui pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) Koperasi dan UMKM di Mimika.
Samuel mengatakan pemerintah daerah bertanggung jawab terhadap pembangunan fasilitas tersebut, sementara YPMAK menyediakan lahan.
BLK tersebut akan diarahkan menjadi pusat pelatihan sekaligus sentra percontohan pengembangan koperasi dan UMKM di Papua Tengah.
“Besok kita tetapkan peletakan batu pertama pembangunan BLK Koperasi dan UMKM sebagai pusat, sentra percontohan di Papua Tengah,” kata Samuel.
Peletakan batu pertama dijadwalkan menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-30 Kabupaten Mimika.










