PANIAI — Semangat kebersamaan umat Katolik di Distrik Topiyai, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, kembali menguat menyambut pelaksanaan Musyawarah Pastoral Masyarakat (Muspasme) Stasi St. Yohanes Pemandi “Daida Eyagitaida”, Paroki Komopa, Dekenat Paniai.
Melalui musyawarah bersama umat, Demian Degei dipercaya sebagai Ketua Panitia Muspasme yang akan digelar pada 20 Januari 2026 mendatang.
Pembentukan panitia dilaksanakan pada 11 Januari 2026 di Kampung Yimougi atau Dokukiyaida Topiyai, Eyagitaida, bersama umat Gereja Katolik Stasi St. Yohanes “Daida Eyagitaida”, Paroki Komopa.
Kepercayaan yang diberikan kepada Demian Degei menandai dimulainya tahapan persiapan serius menjelang agenda pastoral penting tersebut.
“Kami berharap kegiatan Muspasme ini dapat berjalan lancar tanpa menunggu waktu yang lama, mengingat hari pelaksanaan sudah dekat, yaitu pada tanggal 20 Januari yang akan datang,” ujar Degei saat dihubungi media ini.
Demian menyampaikan terima kasih secara pribadi kepada seluruh umat Stasi St. Yohanes “Daida Eyagitaida” atas amanah yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan komitmen panitia untuk bekerja cepat dan solid demi menyukseskan kegiatan Muspasme Paroki Komopa.
“Kami siap bekerja sama untuk menyukseskan kegiatan Muspasme Paroki Komopa, Dekenat Paniai yang akan dilaksanakan dua minggu mendatang,” tambahnya.
Lebih jauh, Demian menekankan bahwa tanggung jawab tersebut tidak dijalankan sendiri. Ia menyebut kuatnya dukungan sosial dan pemerintahan kampung menjadi modal penting bagi panitia.
“Di belakang saya ada banyak saudara yang siap mendukung dan membantu. Kami memiliki dukungan penuh dari 10 kepala kampung di Distrik Topiyai untuk menyukseskan kegiatan Muspasme Stasi St Yohanes Eyagitaida,” tegas Demian.
Dukungan tersebut juga mendapat apresiasi khusus dari panitia kepada seluruh unsur pemerintahan lokal, termasuk kepala distrik dan para kepala kampung di wilayah Topiyai.
Menurut Demian, sinergi antara umat, gereja, dan pemerintah kampung mencerminkan semangat persaudaraan yang kuat di wilayah tersebut.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan yang diberikan. Kami berharap kegiatan Muspasme ini dapat berlangsung sukses dan menjadi peristiwa yang berarti, serta memberi dampak positif bagi Stasi lain dan distrik lainnya di wilayah tiga Agadide besar Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah,” tutupnya.
Muspasme Stasi St. Yohanes Eyagitaida diharapkan tidak hanya menjadi forum evaluasi dan perencanaan pastoral, tetapi juga momentum memperkuat persatuan umat serta peran gereja dalam kehidupan sosial masyarakat Distrik Topiyai.










