MIMIKA – Dukungan terhadap penyelenggaraan Piala Gubernur Liga 4 Provinsi Papua Tengah musim 2025–2026 terus mengalir dari berbagai pihak.
Kali ini datang dari Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) Provinsi Papua Tengah, Yustinus Pigai, S.I.Kom, yang menyatakan dukungan penuh terhadap ajang kompetisi sepak bola tersebut.
Menurut Yustinus Pigai, turnamen ini merupakan langkah positif dalam mendorong kemajuan olahraga di Papua Tengah, khususnya sepak bola, sekaligus menjadi wadah pembinaan generasi muda yang memiliki bakat di bidang olahraga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai, kompetisi seperti Piala Gubernur Liga 4 sangat penting untuk membuka ruang bagi para pemain muda di daerah agar dapat mengasah kemampuan, meningkatkan pengalaman bertanding, serta membangun mental sportivitas.
“Sebagai Ketua PERTINA Papua Tengah, saya memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Piala Gubernur Liga 4 Papua Tengah. Kegiatan ini sangat penting untuk mendorong semangat sportivitas, persaudaraan, dan pembinaan atlet-atlet muda di daerah,” ujar Yustinus Pigai.
Pigai juga berharap penyelenggaraan kompetisi tersebut dapat berlangsung dengan baik dan lancar, serta menjunjung tinggi nilai-nilai fair play dalam setiap pertandingan.
Ia optimistis ajang ini dapat menjadi pintu lahirnya pemain-pemain muda berbakat dari Papua Tengah yang nantinya mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
“Melalui ajang ini kita berharap muncul talenta-talenta muda Papua Tengah yang mampu mengharumkan nama daerah di dunia olahraga,” tambahnya.
Selain memberikan dukungan, PERTINA Papua Tengah juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berpartisipasi menyukseskan penyelenggaraan Piala Gubernur Liga 4 Papua Tengah.
Menurut Pigai, dukungan masyarakat sangat penting agar kompetisi tersebut dapat berjalan sukses sekaligus menjadi momentum kebangkitan olahraga di Provinsi Papua Tengah.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah, organisasi olahraga, dan masyarakat, diharapkan Piala Gubernur Liga 4 Papua Tengah tidak hanya menjadi ajang kompetisi semata, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pembinaan olahraga yang berkelanjutan di daerah.









