TPNPB-OPM Akui Tembak Aparat dan Rampas Senjata di Mimika

Endy Langobelen

Kamis, 12 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom. (Foto: Istimewa/TPNPB-OPM)

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom. (Foto: Istimewa/TPNPB-OPM)

MIMIKA — Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) menyatakan bertanggung jawab atas penembakan terhadap aparat militer Indonesia di wilayah Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada 11 Februari 2026.

Hal itu disampaikan melalui siaran pers Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB yang diterima Galeripapua.com, Kamis (12/2/2026).

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, mengatakan bahwa TPNPB telah melakukan penyerangan yang menyebabkan satu prajurit meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka-luka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia menegaskan penyerangan itu dilakukan oleh pasukan TPNPB dari Timika dan TPNPB Kodap VIII Intan Jaya.

Selain itu, Sebby juga mengungkapkan TPNPB berhasil merampas dua pucuk senjata laras panjang beserta amunisinya.

“Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB telah menerima laporan resmi dari pasukan TPNPB dari Tembagapura bahwa kami bertanggung jawab atas penembakan tiga orang aparat militer Indonesia serta perampasan 2 unit Senjata SS2, 2 unit magazin dan 50 butir amunisi, kini menjadi aset TPNPB,” ujar Sebby.

Baca Juga :  Dirut BPJS Kesehatan ke Mimika Gandeng Pemda Perkuat JKN

Lebih lanjut Sebby juga menyampaikan tuntutan politik yang ditujukan kepada Pemerintah Indonesia dan pihak internasional, khususnya terkait keberadaan PT Freeport Indonesia di Papua.

“Kami juga mengimbau kepada Presiden Prabowo Subianto dan Amerika Serikat untuk segera menutup PT Freeport Indonesia di atas tanah leluhur kami, Tanah Papua. Jika tidak, maka TPNPB akan tetap melakukan penyerangan dan penembakan di areal PT Freeport Indonesia hingga Amerika, Indonesia, dan Belanda dapat menyelesaikan akar persoalan konflik di atas Tanah Papua selama 63 tahun lebih,” tegasnya.

Sebby juga menyinggung sejarah pengelolaan PT Freeport Indonesia sejak 1967 serta mengaitkannya dengan dinamika politik sebelum dan sesudah Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969.

TPNPB menilai keberadaan perusahaan tambang tersebut menjadi salah satu pemicu konflik bersenjata yang terus berlangsung di Papua.

Baca Juga :  Polisi Segera Olah TKP Pengrusakan Kantor Maxim Timika

“Terkait dengan hal tersebut, Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB mengimbau kepada Presiden Donald Trump untuk meninjau kembali sejarah Papua dan konflik yang berkepanjangan yang sedang terjadi di atas Tanah Papua antara TPNPB dengan aparat militer Indonesia yang mengakibatkan terjadinya banyak korban jiwa antara warga sipil dan kedua belah pihak,” katanya.

Sebby pun menegaskan bahwa aksi penyerangan akan terus dilakukan apabila tuntutan politik mereka tidak direspons.

“Penyerangan terhadap aparat militer Indonesia di wilayah PT Freeport Indonesia akan terus terjadi jika Pemerintah Indonesia, Amerika, dan Belanda tidak dapat menyelesaikan akar persoalan konflik,” tandasnya.

“Dan pertempuran akan terus meningkat di seluruh wilayah Papua jika negara Indonesia tidak membuka diri dalam penyelesaian masalah politik antara negara kolonial Indonesia dengan orang Papua,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Pondok Indah Amor Mimika
Kebakaran di Paniai: 40 Rumah Kios Ludes, 11 Orang Meninggal Dunia
Konvoi Bus PT Freeport Indonesia Diadang Rentetan Tembakan di MP 60 Mimika
Korban Dibacok di Jalan Freeport Lama Mimika Meninggal Dunia
Dikejar Mobil, Seorang Pria Dibacok di Jalan Freeport Lama Mimika
Kantor Polsek Kwamki Narama Dirusak Usai Penangkapan Lima Terduga Pelaku Pembunuhan
9 Perempuan Diduga Disandera OPM di Mimika, Polisi Ungkap Identitasnya
OPM Klaim Bertanggung Jawab atas Kontak Tembak yang Menewaskan 1 Prajurit TNI di Mimika

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 15:24 WIT

Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Pondok Indah Amor Mimika

Senin, 7 September 2026 - 13:57 WIT

Kebakaran di Paniai: 40 Rumah Kios Ludes, 11 Orang Meninggal Dunia

Rabu, 2 September 2026 - 11:17 WIT

Konvoi Bus PT Freeport Indonesia Diadang Rentetan Tembakan di MP 60 Mimika

Selasa, 1 September 2026 - 22:51 WIT

Korban Dibacok di Jalan Freeport Lama Mimika Meninggal Dunia

Selasa, 1 September 2026 - 15:00 WIT

Dikejar Mobil, Seorang Pria Dibacok di Jalan Freeport Lama Mimika

Berita Terbaru

Bupati Mimika, Johannes Rettob. (Foto: Johannes Rettob)

Pemerintahan

Pemkab Mimika Akui Sulit Awasi Operasional Perusahaan Kayu

Rabu, 9 Sep 2026 - 18:39 WIT

Personel Inafis Polres Mimika dan Polsek Kuala Kencana melakukan olah TKP penemuan jenazah di Perumahan Pondok Indah Amor SP3, Distrik Kuala Kencana, Mimika, Selasa (8/9/2026). (Foto: Istimewa)

Peristiwa

Seorang Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Pondok Indah Amor Mimika

Selasa, 8 Sep 2026 - 15:24 WIT

Kasat Resnarkoba Polres Mimika AKP Habibi Solosa memimpin pemusnahan barang bukti ganja bersama perwakilan Kejaksaan, Pengadilan Negeri, BNNK, dan kuasa hukum tersangka di Mapolres Mimika, Selasa (8/9/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Polres Mimika Musnahkan 161.37 Gram Ganja

Selasa, 8 Sep 2026 - 15:20 WIT