Seorang Pria Diduga Ditahan Kelompok Bersenjata di Jayawijaya, Dipaksa Dukung Papua Merdeka

Endy Langobelen

Selasa, 15 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang pria pendatang diminta mengangkat bendera bintang kejora dan menyerukan dukungan Papua merdeka oleh sekelompok orang bersenjata di salah satu ruas jalan di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Selasa (15/9/2026). (Foto: Istimewa/Tangkapan layar video amatir)

Seorang pria pendatang diminta mengangkat bendera bintang kejora dan menyerukan dukungan Papua merdeka oleh sekelompok orang bersenjata di salah satu ruas jalan di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Selasa (15/9/2026). (Foto: Istimewa/Tangkapan layar video amatir)

WAMENA – Seorang pria pendatang yang berprofesi sebagai sopir diduga ditahan sekelompok orang bersenjata di salah satu ruas jalan di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Selasa (15/9/2026) pagi.

Peristiwa tersebut terekam dalam sebuah video berdurasi 1 menit 48 detik yang beredar. Dalam video itu, pria yang mengenakan jaket hitam dan celana pendek berwarna krem tampak berdiri di tengah jalan bersama sekitar delapan orang.

Sejumlah orang dalam kelompok tersebut terlihat membawa senjata api laras panjang dan senjata tajam berupa parang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam video, pria tersebut kemudian diminta mengangkat bendera dan menyampaikan seruan dukungan terhadap Papua merdeka.

Di bawah situasi tersebut, pria itu menyampaikan pernyataan yang pada intinya menyebut dirinya mendukung Papua merdeka serta mengkritik perhatian pemerintah Indonesia terhadap Papua.

“Ya kamu Indonesia, saya kasih tahu memang Papua memang harus merdeka karena Papua ini bagian dari negara yang sudah besar,” ujar pria tersebut dalam video.

Baca Juga :  Dogiyai Memanas: Aparat dan Warga Sipil Tewas, Koalisi HAM Desak Hentikan Operasi

Ia juga menyebut dirinya telah bekerja sebagai sopir dan melayani perjalanan di wilayah Papua sejak 2013 hingga 2026.

“Jadi saya sebagai pendatang terutamanya sebagai sopir ini dari dulu saya sudah melayani dari 2013 sampai sekarang sampai 2026 saya masih jalan di sini karena saya percaya Papua itu bisa merdeka,” kata pria itu sembari sebuah moncong senjata mengarah ke kepalanya.

Informasi yang dihimpun Galeripapua.com, peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 07.00 WIT di kawasan Pertigaan Danau Habema, Gunung Boy, Kabupaten Jayawijaya.

Pria tersebut diketahui bernama Aris Sanda alias Bapak Tasya, warga nonlokal asal Toraja.

Setelah menerima laporan, aparat disebut langsung merespons dengan mendatangi lokasi dan melakukan penyisiran.

“Iya, lagi didalami,” ujar Kapen Koops TNI Habema Letkol Inf Wirya Arthadiguna saat dikonfirmasi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh informasi lebih lanjut mengenai kondisi Aris Sanda dan keberadaannya setelah peristiwa tersebut.

Baca Juga :  Jadwal Lengkap Kegiatan Penahbisan Uskup Timika selama Tiga Hari

Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom juga mengonfirmasi adanya informasi mengenai peristiwa tersebut. Namun, ia mengatakan masih menunggu laporan dari pasukan di lapangan.

“Ya benar, tapi kami tunggu laporan konfirmasi dari Pasukan TPNPB, nanti kami info,” ujar Sebby saat dikonfirmasi.

Peristiwa ini terjadi di tengah situasi keamanan di wilayah pegunungan Papua yang masih menjadi perhatian aparat dan masyarakat.

Sebelumnya, tiga aparatur sipil negara (ASN) di Wamena juga menjadi korban pembunuhan oleh kelompok bersenjata.

Ketiga ASN tersebut dilaporkan sedang menjalankan tugas, di antaranya memberikan bantuan ternak anak babi, mengecek lahan cetak sawah, serta memberikan penyuluhan peternakan.

Saat perjalanan kembali menuju Wamena, kendaraan yang mereka tumpangi diduga diadang kelompok bersenjata dan diperintahkan berhenti. Ketiganya pun ditewas mengenaskan di tangan kelompok bersenjata tersebut.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Seorang Pria Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Hiripau Mimika
Diduga Hilang Kendali, Mobil Terbakar Usai Tabrak Pembatas Jalan di Sentani
Januari Hingga Agustus 2026, 26 Nyawa Melayang di Mimika Akibat Kecelakaan Lalu Lintas
Freeport Sebut Kebakaran Hutan Tembagapura di Luar Area Operasionalnya
Kebakaran Hutan Melanda Pegunungan di Tembagapura Mimika
Pelajar di Mimika Ditemukan Meninggal di Kamar Kos, Polisi Usut Penyebab Kematian
TNI Sebut 2 Anggota OPM Kodap Sorong Raya Tewas dalam Kontak Tembak di Maybrat
Honor Nakes Tertunggak Lima Bulan, Pelayanan RSUD Elvrida Sara Nduga Ditutup

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:35 WIT

Seorang Pria Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Hiripau Mimika

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 06:49 WIT

Diduga Hilang Kendali, Mobil Terbakar Usai Tabrak Pembatas Jalan di Sentani

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:14 WIT

Januari Hingga Agustus 2026, 26 Nyawa Melayang di Mimika Akibat Kecelakaan Lalu Lintas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:43 WIT

Freeport Sebut Kebakaran Hutan Tembagapura di Luar Area Operasionalnya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 22:19 WIT

Kebakaran Hutan Melanda Pegunungan di Tembagapura Mimika

Berita Terbaru