Home / DPR / Utama

Tanggapi Tangisan Susi Pudjiastuti, Jubir OPM: Wanita Lucu

Selasa, 9 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, tanggapi tangisan Susi Pudjiastuti.

i

Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, tanggapi tangisan Susi Pudjiastuti.

MEEPAGO – Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom menanggapi tangisan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Susi Pudjiastuti.

Dalam pesan suara yang diterima GaleriPapua.com, Senin (8/5/2023), Sebby Sambom menyebut pemilik perusahaan Susi Air itu sebagai wanita lucu.

Sebelumnya Susi Pudjiastuti menyatakan sedih dan marah lantaran salah satu pilotnya yakni Philip Mark Marthens disandera TPNPB pimpinan Egianus Kogoya.

Susi juga marah lantaran upaya dialog damai tidak terwujud. Sebab, dua hari menjelang dialog, pasukan Egianus Kogoya menyerang aparat TNI.

“Kami perlu sampaikan kepada publik secara nasional dan internasional bahwa apa yang ibu susi menangis-menangis kah, bilang tidak bersalah, sa ada salah apa, itu wanita yang lucu begitu,” kata Sebby.

Sebby mengaku ikut menyimak rekam jejak Susi Pudjiastuti sebelumnya. Susi disebut Sebby dulunya suka berjualan ikan dari Pangandaran dan Cilacap ke Jakarta.

Pengantaran ikan dilakukan menggunakan pesawat yang kini dikenal dengan Susi Air hingga kemudian maskapai itu terkenal sekarang.

“Jadi, dia bilang dia tidak ada salah apa-apa. Itu kita bisa katakan, wah ibu ini orang yang aneh dan lucu,” ulang Sebby.

“Dia tidak sadar, kalau dia sendiri penjajah,” tambah dia.

Sebby menuturkan apa yang terjadi saat ini adalah Indonesia melakukan pendudukan ilegal di atas tanah orang-orang asli Papua.

Bahkan pendudukan itu dinilainya menyebabkan orang-orang asli Papua banyak yang dibunuh, dibantai, disiksa, dan ditangkap. Ditambah harta kekayaannya dirampok.

Baca Juga :  Polisi Ungkap Kronologi Penembakan Anggota Satlantas Polres Jayawijaya

“Itu yang namanya occupation. Occupation itu penjajahan itu sudah. Semua orang Indonesia itu sama saja penjajah,” tegas dia.

Dalam sejarah, kata Sebby, ada juga penjajah yang mendukung orang-orang yang dijajah. Sama halnya ketika zaman penjajahan Belanda, ada orang-orang Belanda yang mendukung kemerdekaan Indonesia.

“Itu di mana-mana terjadi hal yang sama. Jadi, apa yang Susi laksanakan itu dia pikir bukan penjajahan, itu aneh itu,” jelas dia.

Ungkapan wanita lucu disebutnya lantaran Susi dinilai tidak memahami bahwa dirinya merupakan bagian dari penjajahan Indonesia di Papua.

“Berita ini saya keluarkan secara resmi karena saya sudah baca di semua media-media Indonesia juga di YouTube channel.  Dan saya rasa ibu ini orang yang aneh begitu,” kata Sebby setengah menahan tawa.

“Atau dia tidak waras mungkin karena yang dia lakukan itu penjajahan, pendudukan ilegal di atas tanah pemilik orang-orang asli Papua. Maka dia tidak sadar itu. Dia bilang sa ada salah apa, kau salah to jajah orang Papua,” imbuhnya.

Lebih lanjut Sebby mengatakan kedatangan Susi dan orang Indonesia lainnya menyebabkan orang asli Papua banyak yang dibunuh, disiksa, dan ditangkap sewenang-wenang.

Dia menilai pengadilan juga tidak memihak kepada orang asli Papua. Perbuatan-perbuatan itu menurutnya telah menyebabkan kekayaan orang asli Papua dirampok.

Dalam konteks penyanderaan Philip Mark Marthens, Sebby menyebut karena Philip adalah bagian dari penjajahan.

Dikatakan bahwa penerbangan Philip mendapatkan surat persetujuan dari Panglima TNI untuk menerbangkan pesawat. Dengan begitu, Sebby berkesimpulan Philip merupakan bagian dari penjajahan.

Baca Juga :  Pj Gubernur Papua: Pilpres dan Pileg 2024 Harus Berjalan Aman dan Damai

“Pilot New Zealand itu juga termasuk bagian dari Indonesia security forces yang membantu aparat keamanan. Semua dikontrol Jakarta. Dia bagian dari penjajahan terhadap orang asli Papua,” jelas Sebby.

Bahkan Sebby juga tidak segan-segan mengatakan jika Philip Mark Marthens dibunuh, tidak akan menjadi masalah.

Dia menegaskan akan bertanggung jawab di Pengadilan Internasional jika pembunuhan Philip Mark Marthens terjadi.

“Jadi susi cengeng begitu, lucu sekali. Seorang pengusaha sukses yang punya penerbangan Susi Air, kemudian pernah juga jadi menteri, oh cengeng lucu. Itu perempuan aneh itu,” tuturnya.

Dia menandaskan bahwa masyarakat Papua tidak membutuhkan pesawat dan pembangunan. Sebab, menurut dia, jika Papua telah merdeka, pembangunan itu akan dilakukan sendiri dengan mengandalkan kekayaan alam Papua.

“Kami tidak butuh pembangunan, infrastruktur yang dibangun oleh Indonesia, mau dia bangun sekolah kah, kami tidak butuh. Makanya semua sekolah mulai dibakar,” lanjut Sebby.

Sebby menambahkan orang asli Papua dapat membangun sekolahnya sendiri. Termasuk pembangunan infrastruktur dengan cara dan gayanya sendiri.

Sebby kemudian mengatakan orang Papua memiliki banyak uang, sehingga dapat dititipkan di negara lain demi mendapatkan pengetahuan yang baik untuk kembali membangun Papua.

“Dengan Indonesia, itu yang Indonesia didik orang Papua dengan mabuk-mabukan dan lain-lain, hancur-hancur semua. Di kampung-kampung juga bawa masuk minuman, kelemahan orang Papua Indonesia tahu. Itu kurang ajar,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Hari HAM ke Pengungsian Massal Nduga: “Hadiah Natal Ini Kami Makan Bom-Bom”
DPRK Paniai Apresiasi Jhon NR Gobai Sampaikan Aspirasi Warga ke Marinir AL
15 Mahasiswa STMIK Nabire Terima KIP Aspirasi dari DPRP Papua Tengah
Temui Demonstran, DPRK Mimika Janji Kawal Perlindungan Komoditi Lokal
DPRK Bangun Jembatan Darurat Siriwini, Warga Desak Pemprov Segera Bertindak
RDP dengan Dinkes, Komisi III DPRK Mimika Dorong Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan
Reses di Tengah Trauma: Seruan Pulang dari Pengungsi Nduga
Perbup Plastik Sekali Pakai Tak Cukup, DPRK Mimika Minta Pemkab Maksimalkan Perda Sampah

Berita Terkait

Rabu, 24 Desember 2025 - 20:26 WIT

Dari Hari HAM ke Pengungsian Massal Nduga: “Hadiah Natal Ini Kami Makan Bom-Bom”

Rabu, 17 Desember 2025 - 06:30 WIT

DPRK Paniai Apresiasi Jhon NR Gobai Sampaikan Aspirasi Warga ke Marinir AL

Sabtu, 22 November 2025 - 01:12 WIT

15 Mahasiswa STMIK Nabire Terima KIP Aspirasi dari DPRP Papua Tengah

Sabtu, 22 November 2025 - 01:02 WIT

Temui Demonstran, DPRK Mimika Janji Kawal Perlindungan Komoditi Lokal

Rabu, 8 Oktober 2025 - 21:26 WIT

DPRK Bangun Jembatan Darurat Siriwini, Warga Desak Pemprov Segera Bertindak

Berita Terbaru

Solidaritas Merauke melakukan aksi spontan pada saat pelaksanaan Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPL-PGI) 2026 di Gedung Olahraga (GOR) Hiad Sai, Merauke, Papua Selatan, Jumat (30/1/2026). (Foto: Istimewa/Solidaritas Merauke)

Suara

Solidaritas Merauke Desak Gereja Suarakan Penghentian PSN

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:32 WIT