Tembus Pasar Global: Papua Tengah Cetak Sejarah Ekspor Perdana 42 Ton Ikan Bawal ke Malaysia

Ahmad

Selasa, 30 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seremoni peluncuran ekspor perdana Ikan bawal ke Malaysia di Pelabuhan Poumako, Selasa (30/6/2026). (Foto: Humas Polres Mimika).

Seremoni peluncuran ekspor perdana Ikan bawal ke Malaysia di Pelabuhan Poumako, Selasa (30/6/2026). (Foto: Humas Polres Mimika).

MIMIKA — Provinsi Papua Tengah mencatat tonggak sejarah ekonomi baru setelah berhasil mengekspor produk perikanan untuk pertama kalinya ke pasar internasional. Sebanyak 42 ton ikan bawal hitam diberangkatkan langsung menuju Malaysia.

Pengiriman perdana ini dilepas secara resmi dari Pelabuhan Perikanan Pomako, Kabupaten Mimika, pada Selasa (30/06/2026).

Langkah ini menandai terbukanya akses pasar global bagi potensi laut masif yang dimiliki oleh provinsi yang baru dimekarkan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Komoditas laut senilai kurang lebih Rp756 juta itu merupakan milik CV Seafood Sejahtera Papua (SSP), sebuah perusahaan lokal yang berhasil menembus standar mutu ketat luar negeri.

Digitalisasi pangkas birokrasi pelabuhan
Otoritas karantina menyatakan bahwa keberhasilan ini didorong oleh reformasi sistem logistik. Guna menjaga kualitas komoditas perikanan segar agar tidak menurun selama proses pengiriman, pengurusan dokumen kini beralih sepenuhnya ke ranah digital.

Baca Juga :  Komunitas Kopi Timuka Apresiasi Pemkab Mimika Usai Ikuti Sertifikasi Coffee Cupping

Sistem digital bernama Permohonan Tindakan Karantina (PTK) Online di dalam platform BEST TRUST diaplikasikan untuk memotong jalur birokrasi yang selama ini dinilai berbelit-belit.

“Melalui sistem digital tersebut, pelaku usaha dapat mengajukan permohonan pemeriksaan karantina secara transparan, memantau proses sertifikasi secara real time, hingga memperoleh Health Certificate elektronik secara lebih cepat,” ungkap Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Tengah, Anton Panji Mahendra.

Langkah digitalisasi ini diklaim mampu mempercepat waktu tunggu (dwelling time) di pelabuhan sekaligus menekan biaya logistik secara signifikan.

Anton menegaskan bahwa otoritas karantina hadir bukan untuk menghambat bisnis, melainkan bertindak sebagai “karpet merah” bagi para pelaku usaha kecil, menengah (UMKM), maupun eksportir skala besar.

Harapan kebangkitan ekonomi pesisir
Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, yang membuka langsung seremoni pelepasan ini menyatakan bahwa keberhasilan tersebut membuktikan kualitas hasil laut daerahnya mampu bersaing di pasar global.

Baca Juga :  Pembudi Daya Ikan Mimika Cari Pasar Freeport, DPR Papua Tengah Turun Tangan

Menurutnya, momentum ini harus menjadi pemicu masuknya investasi baru di sektor kelautan.

Pemerintah daerah berharap terbukanya keran ekspor ini akan langsung berdampak pada penciptaan lapangan kerja baru serta peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan di sepanjang wilayah pesisir Papua Tengah.

Guna menjamin keberlanjutan perdagangan ini, Badan Karantina Indonesia (Barantin) berkomitmen untuk terus mengawal kepatuhan standar kesehatan ikan dan memperkuat koordinasi antar-lembaga lintas sektor, termasuk Bea Cukai dan Dinas Kelautan setempat.

Langkah ini dianggap krusial demi menjaga reputasi dagang komoditas Indonesia di mata dunia sekaligus memastikan komoditas-komoditas unggulan lain dari Papua Tengah dapat segera menyusul ke pasar internasional.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pembudi Daya Ikan Mimika Cari Pasar Freeport, DPR Papua Tengah Turun Tangan
Petani Ikan Mimika Butuh Pasar, PMI dan Amungsa Foundation Siap Dorong ke DPRK
Peternak Babi Mimika Keluhkan Ternak Menumpuk, Biaya Pakan Terus Berjalan
Hari Pertama Ganjil-Genap Biosolar di Mimika Picu Penumpukan Truk
604 Ton CPO Dikirim dari Mimika, Industri Sawit PT KBV Mulai Bergerak
Mulai Besok, Pemkab Mimika Terapkan Sistem Ganjil Genap Pengisian Biosolar di SPBU
Jaga Daya Beli Warga, Pemkab Mimika Hadirkan Operasi Pangan Murah
Emas dan Angkutan Udara Picu Inflasi Mimika Juli 2026 Tembus 3,28 Persen

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 10:44 WIT

Pembudi Daya Ikan Mimika Cari Pasar Freeport, DPR Papua Tengah Turun Tangan

Jumat, 4 September 2026 - 15:19 WIT

Petani Ikan Mimika Butuh Pasar, PMI dan Amungsa Foundation Siap Dorong ke DPRK

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:15 WIT

Peternak Babi Mimika Keluhkan Ternak Menumpuk, Biaya Pakan Terus Berjalan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:10 WIT

Hari Pertama Ganjil-Genap Biosolar di Mimika Picu Penumpukan Truk

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:44 WIT

604 Ton CPO Dikirim dari Mimika, Industri Sawit PT KBV Mulai Bergerak

Berita Terbaru

Bupati Johannes Rettob melantik Tim Reaksi Cepat (TRC) di Hotel Serayu, Senin (28/9/2026). (Foto: Istimewa)

Pemerintahan

Bupati Mimika Lantik 80 Anggota TRC, Wujud Siaga Bencana

Senin, 28 Sep 2026 - 20:56 WIT