Tinjau SPPG, Satgas MBG Mimika Pastikan Standar Terpenuhi: 11 Unit Masih Terkendala IPAL

Kevin Kurni

Rabu, 15 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, yang juga ketua Satuan Tugas (Satgas) Pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) meninjau SPPG Wania Kamoro jaya, di Jl. Irigasi, Timika, Papua Tengah. (Foto: Galeri Papua/Kevin Kurni)

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, yang juga ketua Satuan Tugas (Satgas) Pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) meninjau SPPG Wania Kamoro jaya, di Jl. Irigasi, Timika, Papua Tengah. (Foto: Galeri Papua/Kevin Kurni)

MIMIKA – Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong yang juga Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG), memastikan sebagian besar layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika telah berjalan sesuai standar.

Hal itu disampaikan usai melakukan peninjauan ke sejumlah SPPG dan sekolah penerima manfaat, Rabu (15/4/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari evaluasi langsung terhadap pelaksanaan program MBG di lapangan.

“Inii merupakan sampel saja yang kami kunjungi untuk memastikan bahwa SPPG ini sedang melayani dengan sarana dan prasarana sesuai dengan pedoman yang ditetapkan dalam pengelolaan sebuah SPPG,” ujar Emanuel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari hasil peninjauan, Satgas menilai mayoritas SPPG aktif telah memenuhi standar operasional, mulai dari kebersihan, pengolahan makanan, hingga distribusi ke sekolah.

“Dari sampel yang kami lihat, memang benar itu memenuhi standar. Mulai dari penyiapan makanan itu sendiri, mulai dari petugas, cara menyajikannya, tentang kebersihan, dan sampai pada distribusi di sekolah,” katanya.

Meski demikian, Satgas masih memberi perhatian khusus terhadap 11 SPPG yang saat ini berstatus dihentikan sementara (suspend). Permasalahan utama pada unit tersebut berkaitan dengan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Baca Juga :  Pemkab Mimika Gelar Pelatihan Musik Bagi Pemuda- Pemudi Gereja

“11 yang suspend ini, ini kan hanya menyangkut IPAL, IPAL ini harus dipastikan bahwa itu aman.Aman dalam arti pengelolaan di sekitar lingkungan SPPG, kalau kurang baik itu akan berdampak kepada tetangga, tapi juga kepada kesehatan kalau itu tidak dilakukan,” jelasnya.

Ia menegaskan, perbaikan yang dilakukan tidak hanya sebatas administrasi, tetapi juga menyangkut kelengkapan fasilitas fisik yang harus segera dipenuhi pengelola.

Terkait batas waktu perbaikan, Satgas belum menetapkan tenggat resmi karena masih akan dibahas dalam rapat lanjutan lintas pihak.

“Tim Satgas akan berbicara lagi, batas waktunya, saya tidak bisa berikan statement untuk kapan kami berikan waktu. Tapi kunjungannya kami jalan dulu karena tingkat kesulitan berbeda-beda,” ungkapnya.

Selain itu, Emanuel juga menyinggung pembangunan fasilitas SPPG oleh pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN) dengan dukungan lahan dari pemerintah daerah.

Dua lokasi pembangunan SPPG di Mimika, yakni di kawasan Kuala Kencana dan Sentra Pendidikan, saat ini hampir rampung dengan progres mencapai sekitar 95 persen.

“Lahan disiapkan pemda, sementara pembangunan dilakukan oleh BGN. Sudah dua titik dan progresnya sekitar 95 persen,” jelasnya.

Baca Juga :  HUT 78 RI, Pemerintah Distrik Jila dan Masyarakat Bakar Batu Bersama

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengingatkan peran penting orang tua dalam mendukung keberhasilan program MBG. Menurutnya, program ini tidak menggantikan tanggung jawab orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.

“Jadi dengan adanya program makan bergisi gratis ini, tidak berarti mengambil alih tanggung jawab orang tua untuk memberikan makan kepada anak. Karena orang tua berharap bahwa nanti mereka akan dapat makanan di sekolah,” tuturnya.

Ia menekankan, anak tetap harus mendapatkan asupan makanan utama dari rumah secara rutin.

“Jangan berharap bahwa MBG ini mengambil alih tanggung jawab orang tua untuk memberi makan, Anak harus makan pagi, siang, malam. Tiga kali makan itu jangan lupa,” tegasnya.

Emanuel juga mengapresiasi antusiasme siswa terhadap program MBG yang dinilai berdampak positif pada pemenuhan gizi anak.

“Mereka senang sekali. Tadi saya juga makan bersama anak-anak, dan secara kualitas gizi sudah terpenuhi, ada sayur, daging, buah, semua tersedia,” ujarnya.

Ia menegaskan, keberhasilan program MBG tidak hanya bergantung pada pengelola SPPG, tetapi juga dukungan masyarakat, khususnya orang tua, agar tujuan peningkatan kesehatan generasi muda dapat tercapai secara optimal.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perbaiki Jalan Hasanuddin yang Bergelombang, Dinas PUPR Mimika Mulai Rekonstruksi
Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Warga: Dinsos Mimika Bentuk Kampung Siaga
Masterplan Perkotaan Potowaiburu Rampung, Pemkab Mimika Tata Kawasan Pesisir Barat
Pengawasan Orang Asing di Mimika Diperketat demi Cegah Pelanggaran dan Lindungi Pekerja Lokal
Serapan Dana Otsus Mimika Tahap I Capai 90 Persen, OPD Didesak Percepat Administrasi
Realisasi Anggaran Mimika Capai 50,11 Persen: BPKAD Ingatkan Kualitas Proyek dan Keterlambatan OPD
Gerbang Emas Mimika, Bupati Dorong UMKM dan Perluasan Lapangan Kerja
HUT ke-30 Mimika, Bupati Minta OPD Evaluasi Program Pembangunan

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 18:13 WIT

Perbaiki Jalan Hasanuddin yang Bergelombang, Dinas PUPR Mimika Mulai Rekonstruksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 16:35 WIT

Kesiapsiagaan Bencana Berbasis Warga: Dinsos Mimika Bentuk Kampung Siaga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:11 WIT

Masterplan Perkotaan Potowaiburu Rampung, Pemkab Mimika Tata Kawasan Pesisir Barat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 16:16 WIT

Pengawasan Orang Asing di Mimika Diperketat demi Cegah Pelanggaran dan Lindungi Pekerja Lokal

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:13 WIT

Serapan Dana Otsus Mimika Tahap I Capai 90 Persen, OPD Didesak Percepat Administrasi

Berita Terbaru