Upacara Hari Pahlawan, Wakapolres Mimika Tekankan Semangat Perjuangan dan Pengabdian

Ahmad

Senin, 10 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakapolres Mimika saat memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan di Mapolres Mimika, Jalan Agimuga, Mile 32, Kuala Kencana, Mimika, Papua Tengah, Senin (10/11/2925). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Wakapolres Mimika saat memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan di Mapolres Mimika, Jalan Agimuga, Mile 32, Kuala Kencana, Mimika, Papua Tengah, Senin (10/11/2925). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA — Kepolisian Resor (Polres) Mimika menggelar upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional ke-80 di halaman Mapolres Mimika, Jalan Agimuga, Mile 32, Kuala Kencana, Senin (10/11/2025).

Upacara dipimpin Wakapolres Mimika, Kompol Junan Pilitomo, dan diikuti jajaran personel Polres Mimika serta Brimob Yon B Mimika.

Dalam upacara ini, Kompol Junan membacakan pesan-pesan pahlawan bangsa, termasuk kutipan dari Pahlawan Nasional asal Papua, Frans Kaisiepo, yang menegaskan bahwa, “Tanah ini bukan milik segelintir orang, tetapi rumah bagi semua anak Indonesia.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada kesempatan yang sama, Kompol Junan juga membacakan amanat tertulis Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf.

Dalam amanat tersebut, Mensos mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menundukkan kepala dengan penuh hormat mengenang jasa para pahlawan.

“Mereka bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga hari ini,” ujarnya.

Baca Juga :  Berhasil Promosikan Potensi Daerah, Pemkab Mimika: Terima Kasih TIFA

Mensos menyampaikan bahwa para pahlawan berjuang bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan demi masa depan bangsa yang bahkan belum mereka kenal—generasi yang kini menikmati kemerdekaan.

Amanat tersebut menekankan tiga nilai utama yang diwariskan para pahlawan:

Pertama, kesabaran dalam perjuangan. Para pahlawan sabar menempuh proses panjang, mulai dari menuntut ilmu hingga membangun kebersamaan.

“Dari kesabaran itulah lahir kemenangan, karena mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa,” terang Kompol Junan.

Kedua, mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya. Setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak menuntut balasan atau jabatan.

“Di situlah letak kehormatan sejati, bukan pada posisi yang dimiliki, tetapi pada manfaat yang ditinggalkan,” ungkapnya.

Ketiga, memiliki pandangan jauh ke depan. Perjuangan dilakukan untuk generasi penerus dan dijadikan sebagai ibadah.

Baca Juga :  Kasus Korban Salah Tangkap di Mimika, Polisi Segera Tetapkan Tersangka

“Darah dan air mata mereka adalah doa yang tak pernah padam bagi bangsa ini,” imbuhnya.

Mensos menambahkan, perjuangan hari ini bukan lagi dengan senjata, melainkan melalui ilmu, empati, dan pengabdian. Semangat itu sejalan dengan program pembangunan nasional.

“Inilah semangat yang terus dihidupkan melalui Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, mulai dari memperkuat ketahanan nasional, memajukan pendidikan, menegakkan keadilan sosial, hingga membangun manusia Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya,” katanya.

Menutup amanat, Wakapolres mengajak seluruh peserta upacara untuk meneruskan api perjuangan para pahlawan melalui karya nyata.

“Sebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, kini giliran kita menjaga agar api perjuangan ini tidak pernah padam—dengan bekerja, bergerak, dan berdampak,” tegasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Kamoro PTFI Berhasil Rebut Emas Fire Fighter Combat Challenge di IFRC 2026
13 Tim Berpacu dengan Waktu dalam Simulasi Rescue Bawah Air IFRC 2026
Hari Keempat IFRC di Freeport: Arena Uji Tangkas Rescuer hingga Hiburan Warga
Uji Kompetensi Penyelamat Awali Rangkaian IFRC 2026 di Kuala Kencana
IFRC 2026 Jadi Sarana Edukasi Keselamatan yang Menarik Minat Masyarakat Mimika
IFRC 2026 Resmi Dibuka, 17 Tim Siap Adu Ketangkasan Jinakkan Api dan Penyelamatan
Jadi Tuan Rumah IFRC 2026, Freeport Bakal Padukan Penyelamatan Modern, Budaya Kamoro, dan Edukasi Sekolah
PAPEDA Summit 2026 Dorong Masyarakat Adat Jadi Penentu Arah Pembangunan Papua

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:04 WIT

Tim Kamoro PTFI Berhasil Rebut Emas Fire Fighter Combat Challenge di IFRC 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:09 WIT

13 Tim Berpacu dengan Waktu dalam Simulasi Rescue Bawah Air IFRC 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:43 WIT

Hari Keempat IFRC di Freeport: Arena Uji Tangkas Rescuer hingga Hiburan Warga

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:07 WIT

Uji Kompetensi Penyelamat Awali Rangkaian IFRC 2026 di Kuala Kencana

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:06 WIT

IFRC 2026 Jadi Sarana Edukasi Keselamatan yang Menarik Minat Masyarakat Mimika

Berita Terbaru

Sebuah mobil milik anggota polisi dibakar oleh warga di Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, Jumat, 30 Oktober malam. (Foto: Dok. Warga)

Hukrim

Mobil Anggota Polisi Dibakar di Kwamki Narama Mimika

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:55 WIT