MIMIKA – Pencarian terhadap lima korban terdampak insiden luncuran lumpur basah (wet muck) di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) memasuki hari ke-14 (empat belas).
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Mimika, AKBP Billyandha Hildiario Budiman, menyebut saat ini pencarian masih terus dilakukan oleh tim penyelamat PT Freeport Indonesia.
“Untuk kelima korban masih terus dilakukan upaya evakuasi dari tim PTFI. Tentunya kami mohon doanya semoga diberikan kelancaran,” kata Kapolres saat diwawancarai, Senin (22/9/2025).
Lanjut dikatakan bahwa yang menjadi kendala bagi tim selama melakukan proses pencarian di terowongan bawah tanah tersebut adalah kondisi lumpur yang masih aktif.
“Jadi, lumpurnya ini lumpur basah dan masih terus bergerak,” ungkap Kapolres.
Sebelumnya, dua dari tujuh korban terjebak di terowongan bawah tanah area GBC itu sudah ditemukan pada Sabtu pagi, 20 September 2025.
Keduanya ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tertimbun material. Masing-masing korban bernama Irawan dan Wigih Hartono.
Saat itu juga, tim langsung mengevakuasi kedua jenazah tersebut dan telah diterbangkan ke kampung halaman pada sore harinya menggunakan pesawat Airfast dari Bandara Mozes Kilangin.
Adapun peristiwa insiden ini terjadi pada Senin, 8 September 2025. Saat itu, luncuran lumpur basah menutup akses para pekerja dan mengisolasi ketujuh korban di dalam terowongan.
PT Freeport Indonesia pun mengerahkan segala daya dan upaya untuk melakukan pencarian ketujuh korban yang terjebak meski harus menghadapi resiko keselamatan tinggi.
Sampai saat ini, tim penyelamat bekerja tanpa henti melakukan berbagai upaya mencari lima korban yang belum ditemukan.










