PTFI Bantu Distribusi Kebutuhan Natal Masyarakat di Dataran Tinggi Mimika

Ahmad

Senin, 29 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Total 90 Ton barang-barang yang diangkut menggunakan helikopter PTFI dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju Kampung Jagamin, Ainggogin (Aroanop), dan Beane–Dolil (Tsinga) untuk masyarakat tiga kampung. (Foto: Istimewa/Dok. PTFI)

Total 90 Ton barang-barang yang diangkut menggunakan helikopter PTFI dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju Kampung Jagamin, Ainggogin (Aroanop), dan Beane–Dolil (Tsinga) untuk masyarakat tiga kampung. (Foto: Istimewa/Dok. PTFI)

MIMIKA – PT Freeport Indonesia (PTFI) melalui program Community Christmas Flights mengerahkan helikopter untuk mendukung proses penyaluran 90 ton bahan makanan dan beragam kebutuhan Natal milik warga yang tinggal di Lembah Aroanop, Lembah Tsinga, dan Lembah Jila, di dataran tinggi Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Hal ini pun mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Kepala Suku Aroanop, Andreanus Janampa menyampaikan terima kasih atas dukungan dari PTFI tersebut.

“Terima kasih atas bantuan pengiriman bahan makanan ke Lembah Tsingga dan Aroanop. Sudah bantu sepuasnya maka saya perwakilan kepala suku menyampaikan terima kasih banyak kepada PTFI. Tuhan memberkati,” kata Andreanus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut dia, dukungan ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat karena biaya angkut barang dengan helikopter sewa sangat mahal. Selain itu, cukup berisiko karena setelah turun dari helikopter, warga masih harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki selama 2—4 jam menuju kampung mereka dengan rute menantang dan cukup berisiko melewati wilayah pegunungan, melintasi sungai dan jembatan.

Selanjutnya, seorang Tokoh Masyarakat Yoab Beanal mengatakan dengan helikopter PTFI, bahan makanan dan kebutuhan Natal bisa tiba tepat waktu di kampung-kampung.

“Kami sangat berterima kasih kepada Tuhan yang memberkati kami melalui perusahaan ini. Kami sangat menghargai setiap upaya yang dilakukan,” katanya.

Sementara itu, Senior Vice President (SVP) Sustainable Development PTFI Nathan Kum mengatakan program Community Christmas Flight rutin dilakukan perusahaan sejak tahun 2015 untuk warga di sekitar wilayah operasional PTFI.

Tujuannya untuk memudahkan warga membawa bahan makanan dan kebutuhan Natal yang mereka beli di Timika untuk diterbangkan ke kampung halaman mereka yang terletak di dataran tinggi Mimika.

Baca Juga :  Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PTFI Tegaskan Komitmen Hentikan Polusi Plastik

“Dengan helikopter PTFI, pengangkutan bisa lebih cepat dan efektif sehingga mereka dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan suka cita,” katanya.

Dari total 90 ton bahan makanan dan kebutuhan Natal yang dikirimkan, sebanyak 8,4 ton di antaranya merupakan bantuan bahan makanan dari PTFI. Setiap barang telah melewati pemeriksaan X-Ray di bandara sebelum diangkut dengan helikopter.

Pengiriman dilakukan dengan metode sling load atau kabel baja untuk mengangkut kargo dengan cara digantung di bawah helikopter. Metode ini dilaksanakan sesuai standar keamanan penerbangan oleh tim aviasi PTFI.

Penerbangan helikopter berlangsung sebanyak 35 kali pada 7–23 Desember 2025 dengan keberangkatan dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju Lembah Aroanop (titik penurunan barang di Kampung Ainggogin dan Kampung Jagamin), Lembah Tsinga (titik penurunan barang di Kampung Beanekogom dan Kampung Dolinigogin), dan di Lembah Jila (titik penurunan barang di Kampung Pasir Putih).

Waktu tempuh untuk masing-masing perjalanan sekitar satu jam untuk pergi dan pulang. Metode ini dinilai cocok dan efektif, agar masyarakat tidak perlu jauh-jauh menjemput barang milik mereka. Setelah tiba di lokasi penurunan barang, warga membawa berbagai kebutuhan Natal itu ke masing-masing kampung.

Di Lembah Aroanop terdapat tujuh kampung yakni Baluni, Jagamin, Ainggogin, Ainggigi satu dan Ainggigi dua, Ombani satu dan kampung Ombani dua. Di Lembah Tsinga terdapat delapan kampung yaitu Bebilawak, Dolinigogin, Beanekogom, Jongkogoma, Miniponigoma, Metember, Ulibugarki.

Sedangkan, di Jila terdapat 12 kampung antara lain Diloa, Diloa dua, Pasir putih, Jengkon, Bomogin, Pilik Ogom, Noema, Eralmakawia, Umpiliga, Bunarugun, Amuga Ogom, dan Kampung Wandud.

Baca Juga :  Freeport Tutup Jalan Utama ke Tembagapura Pascapenembakan

Diketahui untuk mencapai Lembah Aroanop dan Lembah Tsinga terdapat layanan helikopter dan pesawat komersil untuk mengangkut barang dan penumpang. Biaya sewa helikopter untuk mengirim barang mencapai sekitar Rp25-40 juta dengan kapasitas angkut 600-800 kg.

Apabila menggunakan pesawat komersil bersubsidi, tarif untuk setiap penumpang sekitar Rp300.000 dan setiap orang hanya diizinkan membawa bagasi hingga 16 kg.

Apabila ada kelebihan bagasi dikenakan biaya Rp 23.000 per kg. Di kawasan ini tidak ada kendaraan. Satu-satunya akses adalah berjalan kaki dan mengandalkan Porter atau tenaga pikul barang bila ada barang yang harus didistribusikan dari bandara ke kampung-kampung.

“Jika menggunakan helikopter PTFI dengan sling load akan sangat menyingkat waktu karena helikopter langsung ke kampung-kampung tersebut. Dengan demikian warga bisa berhemat karena tidak perlu mengeluarkan biaya angkut barang,” kata Nathan.

Ia menambahkan, selain mendukung penerbangan kargo barang kebutuhan Natal warga, PTFI mendukung angkutan darat yang membawa barang kebutuhan Natal dan mobilisasi warga di beberapa kampung di sekitar wilayah operasional PTFI yakni Kampung Banti 1, Banti 2, Kimbeli, dan Opitawak.

Angkutan Natal ini dilakukan setiap hari pada periode 15—24 Desember 2025 dengan 36 perjalanan bus dan total penumpang 1.473 orang, serta total bahan makanan dan barang kebutuhan Natal sebanyak 126 ton.

Di Dataran Rendah, PTFI juga mendukung mobilitas warga dan angkutan barang warga Suku Kamoro di antaranya Kampung Koperapoka, Nayaro, Tipuka, Ayuka dan Nawaripi.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serikat Pekerja di Freeport Peringati Hari Buruh, Jaga Hubungan Kerja yang Harmonis
Freeport Pacu SDM Papua Kuasai AI, Pelatihan di Timika Diserbu Ratusan Peserta
Freeport Grassroots Tournament 2026 Cetak Bibit Unggul Sepak Bola Papua
Freeport Perkuat Dukungan Pendidikan Papua, Soroti Hasil Strategis Lokakarya Keuskupan Timika
Solidaritas di Ketinggian, Karyawan Freeport Rayakan HUT ke-59 Lewat Drama Musikal
PKB ke-24 Freeport Resmi Diteken, Upah dan Tunjangan Pekerja Naik
Refleksi 59 Tahun Freeport Indonesia Menuju Pemulihan
Freeport–UNCEN Perkuat Kolaborasi, Siapkan SDM Unggul Papua

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 21:37 WIT

Freeport Pacu SDM Papua Kuasai AI, Pelatihan di Timika Diserbu Ratusan Peserta

Rabu, 22 April 2026 - 15:55 WIT

Freeport Grassroots Tournament 2026 Cetak Bibit Unggul Sepak Bola Papua

Jumat, 17 April 2026 - 07:55 WIT

Freeport Perkuat Dukungan Pendidikan Papua, Soroti Hasil Strategis Lokakarya Keuskupan Timika

Rabu, 15 April 2026 - 22:47 WIT

Solidaritas di Ketinggian, Karyawan Freeport Rayakan HUT ke-59 Lewat Drama Musikal

Sabtu, 11 April 2026 - 12:55 WIT

PKB ke-24 Freeport Resmi Diteken, Upah dan Tunjangan Pekerja Naik

Berita Terbaru

Polisi lalu lintas melakukan olah tempat kejadian perkara di Jalan Poros Mapurujaya KM 10, Mimika, Jumat, 1 Mei 2026. Galeripapua/Istimewa

Hukrim

Pengendara Motor Tewas Berujung Penikaman di Mimika

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:59 WIT

Barang bukti narkotika yang diamankan polisi setelah penangkapan dua tersangka di Mimika. Kamis, 30 April 2026. Galeripapua/Istimewa

Hukrim

Polisi Ringkus Dua Tersangka Pengedar Sabu di Timika

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:41 WIT

Kebakaran menghanguskan sebuah bangunan di Jalan Cenderawasih, Mimika, Kamis malam, 30 April 2026. Galeripapua/Istimewa

Pemerintahan

Distrik Mimika Baru Petakan Risiko Kebakaran di Permukiman Padat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 01:10 WIT

Ket. Foto: Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Felix Wanggai (tengah) di Hotel Horison Diana Mimika, Kamis 30 April 2026. Galeripapua/ Kevin Kurni.

Pemerintahan

Pemerintah Akan Kembalikan Dana Otsus Papua Rp2,5 Triliun

Jumat, 1 Mei 2026 - 22:27 WIT