SORONG — Memperingati 11 tahun Tragedi Paniai Berdarah, Ikatan Pelajar dan Mahasiswa/i Paniai (IPMAPAN) se-Kota Studi Sorong menggelar kegiatan refleksi, doa, dan konsolidasi gerakan di Asrama Paniai, Jalan Malibela Km 11,5 Lorong II Meuwo, Sorong, Senin (8/12/2025).
Kegiatan bertajuk Memperingati dan Persiapan (IPMAPAN) Sorong — Tragedi Paniai Berdarah 8 Desember 2014 itu menjadi momen bagi pelajar dan mahasiswa Paniai untuk kembali menyuarakan tuntutan keadilan atas peristiwa yang hingga kini belum menemukan penyelesaian hukum yang memuaskan.
Memori Luka yang Belum Sembuh
Tragedi Paniai adalah peristiwa penembakan oleh anggota TNI terhadap warga sipil di Enarotali, Kabupaten Paniai, Papua, pada 8 Desember 2014. Aksi kekerasan tersebut menewaskan empat warga dan melukai 21 lainnya.
Kejadian bermula sehari sebelumnya, ketika oknum TNI menganiaya sekelompok pemuda usai ditegur karena mengendarai mobil tanpa menyalakan lampu. Penganiayaan itu memicu kemarahan warga Ipakiye yang kemudian melakukan protes damai di Lapangan Karel Gobay.
Situasi berujung bentrokan, sebelum aparat menembaki massa. Korban tewas merupakan pelajar yang sedang berada di lokasi kejadian.
Pada Februari 2020, Komnas HAM menetapkan peristiwa itu sebagai pelanggaran HAM berat. Namun proses hukum yang berlangsung kemudian menuai kritik karena hanya satu anggota TNI yang dijadikan terdakwa. Ia akhirnya divonis bebas pada Desember 2022.
IPMAPAN Sorong: “Kebenaran dan Keadilan Tidak Boleh Mati”
Dalam momentum jelang peringatan, IPMAPAN Sorong menegaskan bahwa mereka akan terus mengawal isu ini sebagai bagian dari perjuangan menuntut pertanggungjawaban negara atas kekerasan terhadap warga sipil Papua.
Kegiatan di Sorong tak hanya berupa refleksi sejarah, tetapi juga dialog internal, koordinasi aksi, serta peneguhan komitmen agar tragedi serupa tidak terulang.
Kronologi Singkat Tragedi Paniai
7 Desember 2014
Oknum anggota TNI dilaporkan melakukan penganiayaan terhadap sejumlah pemuda di Enarotali setelah menerima teguran terkait kendaraan yang tidak menyalakan lampu.
8 Desember 2014
Rombongan masyarakat Ipakiye mendatangi Enarotali untuk menuntut penjelasan dan keadilan di Lapangan Karel Gobay. Situasi memanas hingga aparat menembaki massa.
Hasilnya, empat warga sipil tewas seketika dan 21 orang luka-luka. Para korban tewas merupakan pelajar.










