NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menunjukkan komitmen serius dalam memperkuat sektor pendidikan dengan menyalurkan 200 unit laptop kepada peserta Festival Budaya Pelajar 2025.
Bantuan ini tidak hanya dimaknai sebagai dukungan sarana belajar, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi muda Papua Tengah yang mampu bersaing di era digital.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, didampingi Wakil Gubernur, Sekretaris Daerah, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, kepada 23 siswa dan dua guru.
Kegiatan tersebut berlangsung di Hall Kantor Gubernur Papua Tengah, Nabire, Rabu (21/1/2026).
Dalam sambutannya, Gubernur Meki Nawipa menegaskan bahwa bantuan laptop merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam membangun fondasi pendidikan yang kuat, terutama di tengah tantangan geografis Papua Tengah dan pesatnya perkembangan teknologi digital.
Distribusi laptop, kata dia, akan dilakukan secara bertahap. Tahap awal difokuskan bagi pelajar di wilayah Nabire, sementara kabupaten lain seperti Deiyai, Dogiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya akan menerima bantuan melalui jalur darat dan udara, menyesuaikan kondisi wilayah pegunungan yang sulit dijangkau.
“Sebanyak 200 unit laptop telah kami siapkan untuk anak-anak sekolah. Untuk wilayah pegunungan, pendistribusiannya akan menggunakan transportasi udara dan dilakukan secara bertahap,” ujar Meki Nawipa.
Gubernur menekankan bahwa laptop bukan sekadar perangkat hiburan, melainkan aset penting yang harus dimanfaatkan secara bijak untuk menunjang proses belajar dan meningkatkan kapasitas diri.
Ia mengingatkan para pelajar agar tidak terjebak pada penggunaan gawai dan media sosial yang tidak produktif.
Lebih jauh, Meki Nawipa menegaskan bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk mendorong perubahan dan kemajuan Papua Tengah.
Pemerintah daerah, menurutnya, akan terus membangun fondasi pendidikan agar generasi muda mampu menolong diri sendiri, keluarga, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.
“Tidak ada cara lain untuk memajukan Papua selain melalui pendidikan. Orang yang berpendidikan akan mampu menentukan masa depannya sendiri,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan seseorang sangat ditentukan oleh kemauan dan kedisiplinan pribadi. Guru berperan sebagai pembimbing dan pendorong, namun masa depan tetap berada di tangan masing-masing individu.
Penyaluran bantuan laptop ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan literasi teknologi di kalangan pelajar Papua Tengah, sekaligus memicu lahirnya generasi muda yang cakap digital, berkarakter, dan siap berperan aktif dalam pembangunan daerah ke depan.










