Komandan KKB Jaringan Aibon Kogoya Ditangkap di Nabire

Endy Langobelen

Sabtu, 8 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayainus Pogau alias Supi Pogau, yang mengakui dirinya sebagai Komandan Batalyon Hetobia Kodap III Nduga di bawah pimpinan Aibon Kogoya, sedang diperiksa secara intensif oleh aparat kepolisian. (Foto: Istimewa/Satgas Humas ODC)

Jayainus Pogau alias Supi Pogau, yang mengakui dirinya sebagai Komandan Batalyon Hetobia Kodap III Nduga di bawah pimpinan Aibon Kogoya, sedang diperiksa secara intensif oleh aparat kepolisian. (Foto: Istimewa/Satgas Humas ODC)

NABIRE — Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Nabire menangkap seorang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang diduga memiliki peran strategis dalam jaringan bersenjata di Papua.

Pelaku bernama Jayainus Pogau alias Supi Pogau, yang mengakui dirinya sebagai Komandan Batalyon Hetobia Kodap III Nduga di bawah pimpinan Aibon Kogoya, ditangkap tanpa perlawanan di Pasar Kalibobo, Nabire, pada Jumat (31/10/2025) sekitar pukul 15.10 WIT.

Penangkapan ini dilakukan setelah tim Satgas Damai Cartenz mendeteksi keberadaan pelaku sejak pagi hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Penangkapan ini menjadi bukti keseriusan aparat dalam menegakkan hukum dan menjaga stabilitas keamanan di Tanah Papua. Kami akan terus melakukan pengejaran terhadap jaringan Aibon Kogoya dan kelompok bersenjata lainnya,” ujar Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani.

Baca Juga :  Ketua AWP: Fesmed Jadi Ruang Peningkatan Kapasitas dan Literasi Media Papua

Berdasarkan keterangan aparat, sebelum penangkapan dilakukan, personel Satgas telah melakukan penyelidikan sejak pukul 07.05 WIT di area Pasar Kalibobo.

Setelah identitas pelaku dipastikan, tim melakukan penyergapan dan pelaku tidak melakukan perlawanan.

Diduga Terlibat Penembakan Brimob Tahun 2023

Dari hasil interogasi awal, pelaku diduga terlibat dalam penembakan terhadap personel Brimob Satgas Operasi Damai Cartenz di Kabupaten Intan Jaya pada 22 November 2023.

Insiden tersebut menyebabkan Bharatu Anumerta Bonifasius Jawa gugur dan Bharatu Rani Seran mengalami luka tembak.

Selain itu, Jayainus Pogau juga disebut pernah menerima dan menyerahkan 31 butir amunisi serta sebuah telepon genggam kepada pimpinan jaringan, Aibon Kogoya. Amunisi tersebut diduga digunakan dalam aktivitas kelompok bersenjata.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, menyatakan bahwa aparat masih menelusuri jalur distribusi amunisi dan peran pelaku dalam jaringan.

Baca Juga :  Seorang Polisi Ditemukan Tewas Tergantung di Rumah Wakapolres Sorong

“Tim masih melakukan pengembangan dan pemetaan jaringan yang terhubung dengan Aibon Kogoya. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpengaruh isu-isu yang menyesatkan, dan mempercayakan sepenuhnya penanganan keamanan kepada aparat,” ujarnya.

Barang Bukti Diamankan

Aparat mengamankan sejumlah barang bukti dari pelaku, antara lain 1 noken warna biru dan pink, 1 dompet warna hitam, 2 kartu tanda penduduk, 1 unit HP Vivo Y16 warna gold, 2 kalung manik-manik, uang tunai Rp5.730.000, 1 kabel charger tipe C, dan 5 buah pinang.

Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap jaringan dan aktivitas kelompok.

Satgas Damai Cartenz menegaskan akan terus mengejar anggota kelompok bersenjata lainnya. Operasi penegakan hukum disebut sebagai langkah menjaga keamanan dan menciptakan situasi kondusif di Papua.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika
Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal
Polisi Ungkap Kronologi Penganiayaan di Jalan Perintis Timika
Polemik Pemilihan Ketua RT di Mimika, Lurah Perintis Resmi Diadukan ke 5 Instansi
8 Anggota OPM Kiwirok Kembali ke NKRI, Warga Sambut Harapan Baru Perdamaian Papua
Polisi Tangkap Pelaku Begal Ponsel di Mimika Kurang dari 24 Jam
Kejari Mimika Selidiki Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah di Hoya Senilai Rp8,7 Miliar
Begal Merajalela di Mimika, Polres Bentuk Tim Khusus

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 19:13 WIT

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika

Senin, 15 Juni 2026 - 19:09 WIT

Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:35 WIT

Polisi Ungkap Kronologi Penganiayaan di Jalan Perintis Timika

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:06 WIT

Polemik Pemilihan Ketua RT di Mimika, Lurah Perintis Resmi Diadukan ke 5 Instansi

Kamis, 11 Juni 2026 - 07:53 WIT

8 Anggota OPM Kiwirok Kembali ke NKRI, Warga Sambut Harapan Baru Perdamaian Papua

Berita Terbaru

Peresmian MCK sekolah di Pulau Karaka, Distrik Mimika Timur Jauh, Mimika, Papua Tengah, Senin (25/6/2026). (Foto: Istimewa/Polres Mimika)

Pendidikan

Kapolda Papua Tengah Resmikan MCK Sekolah di Pulau Karaka

Senin, 15 Jun 2026 - 19:19 WIT

Lebih dari 3000 Minuman keras ilegal yang berhasil diamankan dan dimusnahkan aparat gabungan dalam operasi pengawasan yang berlangsung sepanjang Januari hingga Juni 2026. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Sindikat Miras Ilegal Kuasai Jalur Logistik Mimika

Senin, 15 Jun 2026 - 19:13 WIT

Momen pemusnahan barang bukti minuman keras di Mapolres Mimika, Jalan Agimuga, Mile 32, Mimika, Papua Tengah, Senin (15/6/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Hukrim

Polres Mimika Musnahkan 3.000 Liter Lebih Miras Ilegal

Senin, 15 Jun 2026 - 19:09 WIT