TPNPB-OPM Ungkap Alasan Tembak Pesawat dan Bunuh Pilot di Boven Digoel

Endy Langobelen

Kamis, 12 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasukan Batalion Kanibal di bawah komando TPNPB Kodap XVI Yahukimo. (Foto: Istimewa/TPNPB-OPM)

Pasukan Batalion Kanibal di bawah komando TPNPB Kodap XVI Yahukimo. (Foto: Istimewa/TPNPB-OPM)

YAHUKIMO — Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim bertanggung jawab atas insiden penembakan pesawat milik PT Smart Air yang terjadi di Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, pada 11 Februari 2026.

Klaim tersebut disampaikan Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, melalui siaran pers yang diterima Galeripapua.com, Kamis (12/2/2026).

Dalam pernyataan itu, Sebby mengatajan bahwa aksi tersebut dilakukan oleh pasukan Batalion Kanibal di bawah komando TPNPB Kodap XVI Yahukimo.

“Pasukan TPNPB Wilayah Pertahanan XVI Yahukimo dari Batalion Kanibal berhasil tembak pesawat Smart Air dan berhasil juga bunuh pilot dan kopilot di Danawani, Distrik Koroway Papua,” ujar Sebby.

“Panglima TPNPB Wilayah Pertahanan XVI Yahukimo Bridjen Elkius Kobak dan Komandan Operasi Mayor Kopitua Heluka bertanggung jawab atas peristiwa ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut Sebby mengemukakan alasan di balik penyerangan terhadap pesawat sipil tersebut. Katanya, perusahaan penerbangan yang bersangkutan kerap mengangkut aparat keamanan Indonesia di wilayah Papua.

Baca Juga :  Pesawat Caravan Aviasi Terbakar Usai Tabrak Portal Bandara Ilaga

“Pewasat ditembak dan pilotnya dibunuh karena perusahaan penerbangan ini sering angkut pasukan keamanan Indonesia di seluruh tanah Papua.”

Selain itu, para pilot juga tidak mengindahkan peringatan yang sebelumnya telah mereka keluarkan.

“Pilot-pilot dari perusahaan penerbangan ini tidak mengindahkan peringatan yang selalu keluarkan oleh Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB, dan juga pilot-pilot ini merupakan agen intelejen militer dan polisi Indonesia,” tuturnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sejumlah Kantor Pemerintahan di Puncak Dibakar Massa Usai Penyaluran Dana Desa
Penembakan di Festival Budaya Lembah Baliem, Dua Orang Terluka
Warga Palang Jalan Cenderawasih SP2 Timika, Rencana Eksekusi Lahan Pemicunya
Seorang Pria Tewas Ditembak Polisi di Mimika
Pengaruh Miras Bawa Parang, Pria Tewas Dipanah di Kwamki Narama Mimika
OPM Klaim Tembak 3 Mata-mata dan 1 Polisi di Yahukimo
Seorang Polisi Gugur di Yahukimo, Diduga Diserang OTK
Api Melahap Pesawat Perintis AMA di Yahukimo, Penyelidikan Masih Berlangsung

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:22 WIT

Sejumlah Kantor Pemerintahan di Puncak Dibakar Massa Usai Penyaluran Dana Desa

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 19:05 WIT

Penembakan di Festival Budaya Lembah Baliem, Dua Orang Terluka

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:27 WIT

Warga Palang Jalan Cenderawasih SP2 Timika, Rencana Eksekusi Lahan Pemicunya

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:41 WIT

Seorang Pria Tewas Ditembak Polisi di Mimika

Minggu, 2 Agustus 2026 - 00:50 WIT

Pengaruh Miras Bawa Parang, Pria Tewas Dipanah di Kwamki Narama Mimika

Berita Terbaru