Pendaratan Dua Pesawat di Bandara Mozes Kilangin Dialihkan Akibat Kabut Asap

Ahmad

Rabu, 30 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pesawat ketika batal pendaratan. (Foto: Generated by AI)

Ilustrasi pesawat ketika batal pendaratan. (Foto: Generated by AI)

MIMIKA – Kabut asap pekat yang menyelimuti wilayah Kabupaten Mimika, Papua Tengah, dalam beberapa hari terakhir mulai melumpuhkan navigasi udara.

Jarak pandang (visibility) yang merosot tajam memaksa otoritas penerbangan mengalihkan pendaratan dua pesawat komersial demi menghindari risiko kecelakaan.

Pada Rabu pagi, 30 September 2026, dua armada pesawat dari maskapai penerbangan, yaitu Garuda Indonesia dan Lion Air, yang dijadwalkan mendarat di Bandara Mozes Kilangin Timika terpaksa mengubah rute.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Otoritas bandara memutuskan mengalihkan pendaratan kedua pesawat tersebut ke Bandara Sentani di Jayapura dan Bandara Frans Kaisiepo di Biak.

Kepala Seksi Teknik Operasi Keamanan dan Pelayanan UPBU Mozes Kilangin Timika, Fatahillah, menegaskan keputusan pengalihan rute tersebut diambil sebagai langkah krusial demi menjamin keselamatan penerbangan.

Baca Juga :  Pemkab Mimika Anggarkan Rp19 Miliar Tingkatkan Jalan di Agimuga

“Jadi, hari ini ada pengalihan landing ke Sentani untuk dua maskapai yaitu Garuda dan Lion yang dijadwalkan harus landing di Timika pada pukul 06.00 WIT,” kata Fatahillah.

Menurut Fatahillah, pendaratan darurat di bandara terdekat sudah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) saat ambang batas jarak pandang minimal untuk keselamatan mendarat tidak terpenuhi.

“Dan yang terjadi pada pagi hari ini mungkin jarak pandangnya kurang untuk melakukan landing yang kemudian akhirnya beralih landing di Sentani maupun Biak,” ujar Fatahillah.

Setelah menunggu kondisi cuaca dan jarak pandang membaik, kedua pesawat tersebut baru diizinkan mengudara kembali menuju Timika beberapa jam kemudian.

Baca Juga :  Bupati Geram, Realisasi Keuangan hingga September Belum Capai Target

“Dua maskapai tersebut akhirnya dapat melakukan landing di Timika pada pukul 10.00 atau 11.00 WIT,” tuturnya.

Gangguan jadwal penerbangan di Mimika akibat fenomena kabut asap kiriman ini bukan kali pertama terjadi.

Fatahillah mengungkapkan bahwa pembatalan dan penundaan penerbangan telah berulang dalam beberapa hari belakangan.

“Beberapa hari kemarin, penerbangan pesawat terjadi delay dan batal landing di Timika, akhirnya beralih landing di Sentani,” imbuhnya.

Ia mengimbau agar seluruh pemangku kepentingan di industri penerbangan tetap menaruh prioritas tertinggi pada faktor keselamatan di tengah ketidakpastian cuaca ini.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kabut Asap Karhutla Merauke Ganggu Penerbangan Mimika, Berpotensi hingga Oktober
Seorang Pria Ditemukan Tewas di SP 3 Mimika
Sempat Mengaku Sakit Malaria, Pria di Mimika Ditemukan Meninggal di Kos
Warung Kopi Dibakar Dini Hari di Yahukimo
Aksi Saling Salip Berujung Maut, Seorang Pengendara Motor di Mimika Tewas Ditikam
TPNPB Sebut Telah Menembak Mati Sopir di Jalur Wamena-Nduga, Warga Pendatang Diberi Peringatan
Seorang Pria Diduga Ditahan Kelompok Bersenjata di Jayawijaya, Dipaksa Dukung Papua Merdeka
Disinformasi Penculikan Anak di Facebook Picu Pemalangan Jalan di Mimika

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 16:39 WIT

Pendaratan Dua Pesawat di Bandara Mozes Kilangin Dialihkan Akibat Kabut Asap

Senin, 28 September 2026 - 14:48 WIT

Kabut Asap Karhutla Merauke Ganggu Penerbangan Mimika, Berpotensi hingga Oktober

Minggu, 27 September 2026 - 20:35 WIT

Seorang Pria Ditemukan Tewas di SP 3 Mimika

Rabu, 23 September 2026 - 02:33 WIT

Sempat Mengaku Sakit Malaria, Pria di Mimika Ditemukan Meninggal di Kos

Sabtu, 19 September 2026 - 21:12 WIT

Warung Kopi Dibakar Dini Hari di Yahukimo

Berita Terbaru