MIMIKA – Tiga dekade perjalanan administrasi Kabupaten Mimika diposisikan bukan sekadar titik balik sejarah, melainkan ajang pembuktian kemandirian ekonomi daerah.
Melalui perhelatan Festival Bazar dan UMKM 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 6–8 Oktober di Gedung Eme Neme Yauware, Timika, Pemerintah Kabupaten Mimika bersama event organizer TIFA Creative berambisi mengonsolidasi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah agar mampu melampaui pasar lokal.
Langkah ini menjadi krusial di tengah integrasi kawasan wilayah Provinsi Papua Tengah, di mana Mimika berupaya memosisikan diri sebagai hub perdagangan nasional maupun internasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kesiapan Infrastruktur dan Sinergi Lintas Sektor
Persiapan teknis perhelatan dilaporkan telah mencapai 85 persen. Tenda pameran, panggung utama, hingga tata suara telah dipasang di kawasan Gedung Eme Neme Yauware.
“Persiapan sudah kita proses sejauh ini… beberapa rekan-rekan tim juga sudah memasang tenda, sound, dan panggung,” ujar Ketua Umum TIFA Creative, Dina Merani, dalam konferensi pers di Pelataran Graha Eme Neme Yauware.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Samuel Yogi, menegaskan bahwa perayaan HUT ke-30 Mimika—yang dihitung sejak pelantikan bupati pertama pada 8 Oktober 1996—harus memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi para pelaku usaha.
“Ini menandai bahwa Mimika tetap maju, Mimika siap bersaing dengan daerah lain, baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Samuel.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkab Mimika menggalang sinergi lintas lembaga. Festival ini melibatkan pelaku UMKM binaan dinas Pemkab Mimika, BUMN, PT Freeport Indonesia, hingga Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK).
Selain itu, koordinasi telah dilayangkan ke jajaran pemerintah pusat serta pimpinan Provinsi Papua Tengah, termasuk perwakilan kementerian dan gubernur, untuk menghadiri pembukaan acara pada 6 Oktober mendatang.
Integrasi Ekonomi Regional dan Komoditas Unggulan
Perhelatan ini juga dirancang sebagai ajang konsolidasi ekonomi bagi kabupaten tetangga di Provinsi Papua Tengah. Keterlibatan pelaku usaha dari wilayah Nabire, Paniai, Dogiyai, Deiyai, hingga Intan Jaya dinilai penting untuk membangun rantai pasok antarwilayah.
Integrasi ini diharapkan dapat memperkuat iklim investasi serta memperluas akses pasar produk lokal pesisir dan pegunungan Papua ke jejaring industri yang lebih luas.
Panggung Seni Budaya dan Hiburan
Guna menarik antusiasme publik, festival ini memadukan pameran komoditas dengan pertunjukan seni budaya serta hiburan modern.
Pendiri TIFA Creative, Alfo Smith, menjelaskan bahwa panggung hiburan akan diisi oleh artis nasional seperti Glenn Sebastian, grup musik regional Papsel seperti Onescott dan Melanesian Boy, serta belasan grup musisi lokal.
“Basic-nya semua musik hip-hop dan tradisional,” kata Alfo.
Unsur kebudayaan lokal diakomodasi melalui penampilan sanggar seni adat Suku Amungme dan Kamoro, sanggar Nusantara, serta partisipasi pelajar dari sejumlah sekolah di Kota Timika.
Rangkaian Peringatan HUT ke-30 Mimika
Rangkaian peringatan tiga dekade Mimika tidak berhenti pada gelaran festival UMKM. Pemerintah daerah telah menjadwalkan puncak acara syukuran perayaan HUT ke-30 Kabupaten Mimika pada 12 Oktober 2026.
Rangkaian ini juga mencakup Festival Budaya Amungme dan Kamoro sebagai bentuk penghormatan terhadap dua suku asli pemilik hak udayat di wilayah tersebut.
Sejak berdiri sebagai kabupaten administratif melalui Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 1996 dan kemudian menjadi kabupaten otonom lewat Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1999, Mimika mengalami transformasi dari wilayah pedalaman berbasis pusat administrasi kolonial di Kokonao menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis industri ekstraktif dan UMKM.
Melalui perhelatan ini, Pemkab Mimika berharap dorongan terhadap sektor usaha kerakyatan dapat memperkuat fondasi ekonomi warga di seluruh pelosok Mimika dan Papua Tengah.










