MIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika menyiapkan surat edaran untuk meliburkan sementara kegiatan sekolah menyusul kondisi udara yang tidak sehat dalam beberapa hari terakhir.
Kebijakan tersebut disampaikan Bupati Mimika, Johannes Rettob, saat memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-30 Kabupaten Mimika di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Mimika, Senin (12/10/2026).
Dalam amanatnya, Johannes mengatakan langkah tersebut disiapkan untuk melindungi kesehatan peserta didik, mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Untuk itu, dari mimbar ini saya sampaikan surat edaran sudah disiapkan untuk kepada seluruh sekolah-sekolah, mulai dari taman kanak-kanak, PAUD, SMP, dan SMA supaya meliburkan sekolahnya sementara,” ujar Johannes.
Ia menjelaskan, sekolah pada jenjang SMP dan SMA dapat mengatur pelaksanaan pembelajaran secara daring.
“SMP dan SMA dapat diatur oleh sekolah, dapat bisa dilakukan sekolah secara daring,” katanya.
Johannes berharap langkah tersebut dapat membantu melindungi kesehatan anak-anak di tengah kondisi udara yang tidak sehat.
“Semua ini akan dilaksanakan sesuai dengan tanggung jawab kita masing-masing, agar Mimika ini tetap sehat, anak-anak juga tetap sehat, dan tidak masalah untuk masa depan kita,” ujarnya.
Pantauan Galeripapua.com, kabut asap menyelimuti kawasan Kantor Pusat Pemerintahan Mimika, Jalan Poros SP3, Timika, Papua Tengah. Sejumlah tamu undangan terlihat mengenakan masker selama mengikuti upacara yang berlangsung sekitar pukul 09.30 WIT.
Kabut asap tersebut diduga berkaitan dengan kebakaran hutan di sejumlah wilayah kabupaten tetangga di Pulau Papua.
Meski demikian, dalam amanatnya, Johannes belum merinci tanggal pemberlakuan maupun durasi peliburan sekolah. Ketentuan teknisnya masih menunggu surat edaran resmi pemerintah daerah.
Pemerintah daerah diharapkan segera menyampaikan informasi mengenai pelaksanaan kebijakan tersebut agar sekolah, orang tua, dan peserta didik dapat menyesuaikan kegiatan pembelajaran.












