NABIRE – Angin kencang melanda Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, pada Rabu (21/1/2026) malam. Kondisi cuaca ekstrem tersebut terjadi dalam waktu singkat, namun cukup berdampak pada lingkungan permukiman warga.
Sejumlah unggahan di media sosial memperlihatkan situasi Nabire yang diterpa angin kencang. Pohon tumbang hingga pagar rumah roboh terlihat di beberapa titik.
Salah satu warga Nabire, Yoris Konyorah, mengungkapkan bahwa angin kencang mulai terjadi sekitar pukul 19.45 hingga 20.15 WIT. Ia menyebut dampak cukup terasa di sekitar kompleks tempat tinggalnya.
“Pagar patah, pohon mangga patah, pohon kelapa ada beberapa juga patah. Rumah-rumah di sini aman, tapi tadi ada kabel yang putus juga,” ujarnya via DM Instagram kepada Galeripapua.com.
Menurut Yoris, meski angin bertiup cukup kuat, tidak ada laporan kerusakan pada bangunan rumah warga di kompleks Nabarua atau LGN. Namun, warga sempat khawatir akibat pohon tumbang dan kabel yang putus saat kejadian berlangsung.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Papua Tengah sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem.
Dalam rilis yang dikeluarkan pada 21 Januari 2026 pukul 19.30 WIT, BMKG menyebutkan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Kabupaten Nabire.
BMKG mencatat wilayah yang terdampak meliputi Nabire, Yaur, Uwapa, Wanggar, Teluk Umar, Teluk Kimi, Yaro, Nabire Barat, Menou, serta berpotensi meluas ke Napan, Siriwo, Makimi, dan Dipa. Kondisi tersebut diperkirakan dapat berlangsung hingga pukul 22.00 WIT.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologis, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang akibat cuaca ekstrem.
Selain itu, instansi terkait seperti BPBD, Balai Wilayah Sungai, dan kepolisian diminta untuk mengantisipasi risiko di zona rawan selama periode peringatan dini berlangsung.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa. Warga diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG dan tetap berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem susulan.










