Angin Kencang Terjang Nabire Malam Hari, Pohon dan Pagar Rumah Warga Roboh

Rabu, 21 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu pohon tumbang akibat angin kencang menerjang Nabire, Papua Tengah, Rabu (21/1/2026) malam. (Foto: Istimewa/Tangkapan layar video amatir)

i

Salah satu pohon tumbang akibat angin kencang menerjang Nabire, Papua Tengah, Rabu (21/1/2026) malam. (Foto: Istimewa/Tangkapan layar video amatir)

NABIRE – Angin kencang melanda Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, pada Rabu (21/1/2026) malam. Kondisi cuaca ekstrem tersebut terjadi dalam waktu singkat, namun cukup berdampak pada lingkungan permukiman warga.

Sejumlah unggahan di media sosial memperlihatkan situasi Nabire yang diterpa angin kencang. Pohon tumbang hingga pagar rumah roboh terlihat di beberapa titik.

Salah satu warga Nabire, Yoris Konyorah, mengungkapkan bahwa angin kencang mulai terjadi sekitar pukul 19.45 hingga 20.15 WIT. Ia menyebut dampak cukup terasa di sekitar kompleks tempat tinggalnya.

“Pagar patah, pohon mangga patah, pohon kelapa ada beberapa juga patah. Rumah-rumah di sini aman, tapi tadi ada kabel yang putus juga,” ujarnya via DM Instagram kepada Galeripapua.com.

Baca Juga :  Kapal KM Putra Siantan Tenggelam di Perairan Timika: 12 Penumpang Selamat, 1 Hilang

Menurut Yoris, meski angin bertiup cukup kuat, tidak ada laporan kerusakan pada bangunan rumah warga di kompleks Nabarua atau LGN. Namun, warga sempat khawatir akibat pohon tumbang dan kabel yang putus saat kejadian berlangsung.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Papua Tengah sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem.

Dalam rilis yang dikeluarkan pada 21 Januari 2026 pukul 19.30 WIT, BMKG menyebutkan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Kabupaten Nabire.

BMKG mencatat wilayah yang terdampak meliputi Nabire, Yaur, Uwapa, Wanggar, Teluk Umar, Teluk Kimi, Yaro, Nabire Barat, Menou, serta berpotensi meluas ke Napan, Siriwo, Makimi, dan Dipa. Kondisi tersebut diperkirakan dapat berlangsung hingga pukul 22.00 WIT.

Baca Juga :  Jaringan Telkomsel Lumpuh Usai Gempa Nabire, Warga Kesulitan Kabari Keluarga

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologis, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang akibat cuaca ekstrem.

Selain itu, instansi terkait seperti BPBD, Balai Wilayah Sungai, dan kepolisian diminta untuk mengantisipasi risiko di zona rawan selama periode peringatan dini berlangsung.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa. Warga diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG dan tetap berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem susulan.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atap Gereja Katolik di Intan Jaya Rusak Akibat Pendaratan Helikopter
Seorang Pria Ditemukan Tewas di Mobil Bak Terbuka Depan SPBU KM 8 Mimika
Warga Blokade Jalan Ahmad Yani Mimika, Diduga Akibat Kasus Pembunuhan
Gangguan Mesin, Pesawat Smart Air PK-SNS Jatuh di Nabire Barat: Semua Selamat
Jaringan Internet Melambat, Telkomsel Akui Gangguan Nasional
Satu Korban Hilang Tenggelamnya KM Putra Siantan Ditemukan Selamat
Kapal KM Putra Siantan Tenggelam di Perairan Timika: 12 Penumpang Selamat, 1 Hilang
Korban Hilang di Perairan Asmat Ditemukan Meninggal Dunia

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 17:27 WIT

Atap Gereja Katolik di Intan Jaya Rusak Akibat Pendaratan Helikopter

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:55 WIT

Seorang Pria Ditemukan Tewas di Mobil Bak Terbuka Depan SPBU KM 8 Mimika

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:56 WIT

Warga Blokade Jalan Ahmad Yani Mimika, Diduga Akibat Kasus Pembunuhan

Selasa, 27 Januari 2026 - 22:41 WIT

Gangguan Mesin, Pesawat Smart Air PK-SNS Jatuh di Nabire Barat: Semua Selamat

Kamis, 22 Januari 2026 - 17:22 WIT

Jaringan Internet Melambat, Telkomsel Akui Gangguan Nasional

Berita Terbaru

Solidaritas Merauke melakukan aksi spontan pada saat pelaksanaan Sidang Majelis Pekerja Lengkap Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (MPL-PGI) 2026 di Gedung Olahraga (GOR) Hiad Sai, Merauke, Papua Selatan, Jumat (30/1/2026). (Foto: Istimewa/Solidaritas Merauke)

Suara

Solidaritas Merauke Desak Gereja Suarakan Penghentian PSN

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:32 WIT