Aksi Hari HAM di Nabire Memanas: Teriakan Merdeka hingga Desakan Long March

Endy Langobelen

Rabu, 10 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hari HAM Sedunia, massa aksi di Pasar Karang, Nabire, mendesak lakukan long march ke Kantor Gubenur Papua Tengah. (Foto: Istimewa/Roy)

Hari HAM Sedunia, massa aksi di Pasar Karang, Nabire, mendesak lakukan long march ke Kantor Gubenur Papua Tengah. (Foto: Istimewa/Roy)

NABIRE – Peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia di Kota Nabire, Papua Tengah, Rabu (10/12/2025), berlangsung dinamis dan penuh tensi.

Dari teriakan provokatif, seruan “Papua Merdeka”, hingga desakan long march menuju Kantor Gubernur, seluruh rangkaian aksi di Pasar Karang menggambarkan betapa kuatnya semangat demonstrasi para pelajar dan mahasiswa.

Sejak pagi, ratusan peserta aksi yang tergabung dari berbagai elemen—termasuk pelajar, mahasiswa, Komite Nasional Papua Barat (KNPB), serta sejumlah kelompok alumni kampus—mulai mengisi lima titik lokasi aksi, salah satunya Pasar Karang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di lokasi tersebut, massa aksi membawa beragam tuntutan, mulai dari penarikan militer di Papua hingga penyelesaian dugaan pelanggaran HAM.

Poster dan spanduk tuntutan dibentangkan, sementara satu per satu orator melontarkan kritik tajam kepada pemerintah.

Salah satu orator bahkan sempat memancing respons massa ketika meneriakkan nama Kantor Gubernur, yang langsung dibalas dengan teriakan “Bakar!”. Respons serupa terjadi saat nama Kantor Bupati disebut.

Baca Juga :  KKJ: Teror Kepala Babi terhadap Jurnalis Tempo Ancam Kebebasan Pers

Teriakan “Papua Merdeka” juga menggema setelah seorang orator memekikkan kata “Papua”.

Meski begitu, aksi tetap berlangsung tertib dalam kawalan ketat aparat keamanan gabungan dari Polres Nabire, Dalmas Polda Papua Tengah, TNI AL, Brimob, serta Satpol PP provinsi dan kabupaten.

Kapolres Nabire, AKBP Samuel Tatiratu, yang turun langsung memantau jalannya aksi, menegaskan bahwa unjuk rasa damai tidak dilarang dan sepenuhnya dijamin undang-undang.

“Kami tidak melarang aksi unjuk rasa damai. Ini adalah hak konstitusional warga yang dijamin undang-undang. Tugas kami adalah mengamankan, melayani, dan melindungi,” ujarnya.

Tatiratu menjelaskan bahwa pihaknya sejak awal telah menerima surat pemberitahuan resmi mengenai rencana aksi, dengan estimasi massa mencapai 500 hingga 1.000 orang.

Namun, polisi menolak permintaan long march karena berpotensi mengganggu aktivitas vital masyarakat.

“Kalau lima titik ini melakukan long march bersamaan dengan jumlah massa bisa mencapai 500 sampai 1.000 orang, kami khawatir akan mengganggu aktivitas masyarakat dan berpotensi menimbulkan chaos,” jelasnya.

Baca Juga :  Kilas Balik Pelajaran Pendidikan Moral Pancasila

Alasan ini juga mempertimbangkan aktivitas perdagangan mama-mama di Pasar Karang, kepadatan lalu lintas kota, hingga ujian semester di sejumlah kampus.

Ketegangan meningkat ketika massa di Pasar Karang bersikeras ingin keluar dari titik aksi untuk melakukan long march menuju Kantor Gubernur Papua Tengah. Wakapolres Nabire, Kompol Piter Kendek, berusaha melakukan negosiasi di tengah kerumunan.

“Adik-adik, saya minta dengan hormat, tidak ada aksi long march. Karena itu akan mengganggu aktivitas dan ketertiban umum,” tegas Piter.

Polisi sempat menawarkan truk untuk mengangkut massa menuju titik tujuan, namun tawaran itu ditolak. Massa memilih bertahan di badan jalan hingga menutup akses poros utama Pasar Karang, sementara aparat terpaksa melakukan pengalihan arus lalu lintas.

Di tengah ketegangan tersebut, aksi tetap berlangsung kondusif. Para peserta terus menyuarakan tuntutan mereka, sementara aparat menjaga batas antara ruang demokrasi dan ketertiban umum.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KNPI Kota Jayapura dukung Muara Tami Jadi Dapil Tersendiri
Rapper Cilik Nachyta Wakili Mimika di Expo Nasional Batam, Harap Dukungan Pemkab
Kepala Suku di Puncak Ajak Warga Jaga Keamanan Demi Masa Depan Pendidikan Anak
Silaturahmi dan Penyaluran Sembako, Tokoh Adat Puncak Dukung Bupati Jaga Keamanan demi Pembangunan
Mahasiswa Papua Gelar Panggung Rakyat, Tolak PSN dan Militerisme
CSR Freeport Disorot, Masyarakat Tsinga, Banti dan Aroanop Dinilai Masih Tertinggal
Mamberamo Raya: Warga Anggreso Desak Pemprov Papua Bangun Jalan ke Sarmi
Dewan Adat Daerah Mimika Desak Kejari Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pembangunan Rumah di Hoya

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:36 WIT

KNPI Kota Jayapura dukung Muara Tami Jadi Dapil Tersendiri

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:28 WIT

Rapper Cilik Nachyta Wakili Mimika di Expo Nasional Batam, Harap Dukungan Pemkab

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:50 WIT

Kepala Suku di Puncak Ajak Warga Jaga Keamanan Demi Masa Depan Pendidikan Anak

Selasa, 7 Juli 2026 - 13:21 WIT

Silaturahmi dan Penyaluran Sembako, Tokoh Adat Puncak Dukung Bupati Jaga Keamanan demi Pembangunan

Minggu, 28 Juni 2026 - 02:53 WIT

Mahasiswa Papua Gelar Panggung Rakyat, Tolak PSN dan Militerisme

Berita Terbaru