Bupati Mimika Ajak Masyarakat Jaga Keberagaman Lewat Festival Budaya Amungme–Kamoro

Ahmad

Sabtu, 8 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Momen tabuh tifa menandai dibukanya Festival Budaya lokal Amungme - Kamoro di pelataran Gedung Olahraga (GOR) Futsal Timika, Jumat (7/1/2025). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Momen tabuh tifa menandai dibukanya Festival Budaya lokal Amungme - Kamoro di pelataran Gedung Olahraga (GOR) Futsal Timika, Jumat (7/1/2025). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA — Bupati Mimika Johannes Rettob menegaskan pentingnya menjaga keberagaman dan persatuan dalam pembangunan daerah.

Hal tersebut disampaikan saat membuka Festival Budaya Lokal Amungme–Kamoro Berwawasan Nusantara di pelataran Gedung Olahraga (GOR) Futsal Timika, Jumat (7/11/2025).

Festival diawali dengan pemukulan tifa sebagai simbol dibukanya rangkaian kegiatan budaya yang berlangsung selama empat hari hingga 10 November 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Johannes menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh pihak yang terlibat.

Ia menilai festival budaya ini menjadi momentum penting untuk merayakan kekayaan budaya Mimika yang dihuni oleh masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

“Tidak semua daerah mampu menghadirkan keberagaman seperti yang ada di Mimika, dari Sabang sampai Merauke, semuanya hadir di sini,” kata Johannes.

Baca Juga :  Sambangi Rumah Rehab ODGJ, AIYE: Mereka Juga Harus Rasakan Manfaat Pembangunan

“Inilah kekuatan kita, inilah peluang besar untuk membangun Mimika secara bersama,” ujarnya menambahkan.

Johannes menekankan bahwa Mimika adalah rumah bagi semua orang, bukan hanya bagi suku asli Amungme dan Kamoro, tetapi juga bagi seluruh penduduk yang datang dan berkarya.

“Seperti yang selalu saya sampaikan, Mimika adalah rumah kita bersama, rumah bagi masyarakat Amungme dan Kamoro, serta semua penduduk yang tinggal dan berkarya di tanah ini,” tegasnya.

Selain menjadi ruang pelestarian budaya, festival ini juga dipandang sebagai peluang untuk menggerakkan ekonomi kreatif dan UMKM lokal.

Johannes berharap kegiatan serupa dapat dikembangkan menjadi agenda wisata budaya berskala nasional bahkan internasional.

“Ke depan, saya berharap festival semacam ini dikemas dengan lebih menarik, sehingga dapat menjadi daya tarik wisata budaya berskala nasional bahkan internasional,” imbuhnya.

Baca Juga :  Lika-liku Perjalanan RSUD Mimika Menuju Rumah Sakit Tipe B

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Mimika, Elisabeth Cenawatin, menjelaskan bahwa festival tahun ini dirancang lebih inklusif dengan melibatkan seluruh paguyuban di Mimika.

Tidak hanya menampilkan budaya Amungme dan Kamoro, kegiatan juga menghadirkan tim tari, pengrajin ukir dan anyaman, hingga sanggar seni dari berbagai daerah.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kita semua yang datang dan hidup di Mimika harus bersatu-padu membangun daerah ini, bergandengan tangan sebagai bagian dari Nusantara Indonesia. Itulah mengapa kegiatan ini kami beri tema Berwawasan Nusantara,” pungkasnya.

Festival Budaya Lokal Amungme–Kamoro menampilkan atraksi seni, pameran kerajinan, serta UMKM yang mewakili keberagaman etnis di Mimika.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Kamoro dan Amungme Freeport Sapu Gelar, Boyong Juara Umum IFRC 2026
Tim Kamoro PTFI Berhasil Rebut Emas Fire Fighter Combat Challenge di IFRC 2026
13 Tim Berpacu dengan Waktu dalam Simulasi Rescue Bawah Air IFRC 2026
Hari Keempat IFRC di Freeport: Arena Uji Tangkas Rescuer hingga Hiburan Warga
Uji Kompetensi Penyelamat Awali Rangkaian IFRC 2026 di Kuala Kencana
IFRC 2026 Jadi Sarana Edukasi Keselamatan yang Menarik Minat Masyarakat Mimika
Hari Kedua IFRC 2026, 17 Tim Penyelamat Diuji dalam Tiga Kategori Ekstrem
IFRC 2026 Resmi Dibuka, 17 Tim Siap Adu Ketangkasan Jinakkan Api dan Penyelamatan

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 01:29 WIT

Tim Kamoro dan Amungme Freeport Sapu Gelar, Boyong Juara Umum IFRC 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:04 WIT

Tim Kamoro PTFI Berhasil Rebut Emas Fire Fighter Combat Challenge di IFRC 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:09 WIT

13 Tim Berpacu dengan Waktu dalam Simulasi Rescue Bawah Air IFRC 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:43 WIT

Hari Keempat IFRC di Freeport: Arena Uji Tangkas Rescuer hingga Hiburan Warga

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:07 WIT

Uji Kompetensi Penyelamat Awali Rangkaian IFRC 2026 di Kuala Kencana

Berita Terbaru

Sebuah mobil milik anggota polisi dibakar oleh warga di Distrik Kwamki Narama, Mimika, Papua Tengah, Jumat, 30 Oktober malam. (Foto: Dok. Warga)

Hukrim

Mobil Anggota Polisi Dibakar di Kwamki Narama Mimika

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:55 WIT