Festival Budaya Pelajar Papua Tengah Meriah dengan Tarian Penuh Warna dan Makna

Endy Langobelen

Kamis, 4 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penampilan dari Kabupaten Mimika dalam lomba sendratari Festival Budaya Pelajar Papua Tengah 2025 di Lapangan Bandara Lama Nabire, Kamis (4/9/2025). (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Penampilan dari Kabupaten Mimika dalam lomba sendratari Festival Budaya Pelajar Papua Tengah 2025 di Lapangan Bandara Lama Nabire, Kamis (4/9/2025). (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

NABIRE — Festival Budaya Pelajar Provinsi Papua Tengah 2025 memasuki hari kedua, Kamis (4/9/2025), dengan suguhan perlombaan sendratari yang sarat makna.

Empat kabupaten tampil di hadapan ribuan warga Nabire yang sejak sore sudah memadati Lapangan Bandara Lama Nabire, yaitu Nabire, Intan Jaya, Puncak Jaya, dan Mimika.

Festival yang sehari sebelumnya dibuka langsung oleh Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, ini terus menghadirkan antusiasme masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski cuaca sempat mendung, semangat penonton tidak surut untuk menyaksikan penampilan-penampilan yang penuh dramatika budaya sekaligus pesan moral.

Penampilan dari Kabupaten Nabire dalam lomba sendratari Festival Budaya Pelajar Papua Tengah 2025 di Lapangan Bandara Lama Nabire, Kamis (4/9/2025). (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Konflik, Perdamaian, dan Persatuan

Hampir semua kabupaten yang tampil sore itu membawa kisah tentang pertikaian dan jalan menuju perdamaian. Kabupaten Nabire, misalnya, menunjukan konflik antara Suku Hulu dan Wara perkara hasil kebun.

Dari tengah pertikaian, hadir sosok perempuan bijak yang mengingatkan pentingnya persatuan, hingga ditutup dengan ritual bakar batu sebagai simbol menghanguskan amarah menjadi kasih.

Baca Juga :  Merauke Ditetapkan Jadi Tuan Rumah MTQ XXXI se-Tanah Papua

Sementara itu, Kabupaten Puncak Jaya menyuguhkan sendratari bertajuk Perdamaian di Tanah Lembah. Kisah pertentangan antara suku Lani dan Wano digambarkan begitu emosional, membuat sebagian penonton larut dalam kesedihan.

Penampilan dari Kabupaten Puncak Jaya dalam lomba sendratari Festival Budaya Pelajar Papua Tengah 2025 di Lapangan Bandara Lama Nabire, Kamis (4/9/2025). (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Namun, kisah itu pun berakhir dengan damai dan gerak tari wisisi bersama, yang melambangkan sukacita dan kebersamaan.

Tak kalah menarik, Kabupaten Intan Jaya menghadirkan mitos dari suku Moni dan Migani tentang kekuatan alam.

Pesannya jelas yaitu menjaga lingkungan adalah syarat utama bagi keberlangsungan hidup.

Adapun Kabupaten Mimika menampilkan sendratari yang mengisahkan kehidupan sosial suku Kamoro, lengkap dengan dinamika budaya pesisir yang kental.

Penampilan dari Kabupaten Intan Jaya dalam lomba sendratari Festival Budaya Pelajar Papua Tengah 2025 di Lapangan Bandara Lama Nabire, Kamis (4/9/2025). (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Riuh Apresiasi Penonton

Penampilan keempat kabupaten itu mendapat sambutan hangat. Tepuk tangan meriah berkali-kali terdengar dari penonton yang terhibur sekaligus terkesan oleh pesan-pesan yang terkandung dalam sendratari.

Baca Juga :  Fesmed Papua Raya Fokus Bekali Jurnalis dengan Keterampilan Investigasi, AI, dan Jurnalisme Damai

“Menurut saya ini sangat luar biasa karena bukan cuma hiburan saja tapi ada makna yang bisa kita dapat. Apalagi kita semua pasti tahu situasi di Papua Tengah ini seperti apa. Jadi pesan perdamaian itu benar-benar tersampaikan. Ini bagian penting dari pendidikan tentang nilai budaya dan kehidupan orang Papua,” ungkap Gusti, salah seorang warga, kepada Galeripapua.com usai pertunjukan.

Lomba sendratari ini dinilai oleh empat juri yang didatangkan khusus. Selain itu, Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, dan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah, Nurhaidah, turut hadir menyaksikan jalannya perlombaan.

Tampak Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menyaksikan langsung penampilan para peserta lomba sendratari dari masing-masing kabupaten. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Di sela-sela jeda penampilan, panitia juga menggelar sesi door prize dan edukasi keuangan yang didukung oleh sponsor, yakni BRI dan Bank Indonesia. Festival ini juga turut disponsori oleh Bank Papua, Bank Mandiri, dan Telkomsel.

Festival Masih Berlanjut

Untuk diketahui Festival Budaya Pelajar Papua Tengah 2025 yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah ini bakal berlangsung hingga 6 September 2025.

Perlombaan sendratari akan berlanjut pada hari ketiga dengan penampilan dari Kabupaten Dogiyai, Deiyai, Paniai, dan Puncak.

Salah seorang juri sedang melakukan penilaian di stan pameran karya kriya dari Kabupaten Deiyai. (Foto: Galeri Papua/Endy Langobelen)

Selain lomba sendratari, setiap kabupaten juga menampilkan karya kriya di stan pameran masing-masing.

Festival budaya ini nantinya akan ditutup pada Sabtu mendatang dengan penampilan penyanyi lokal ternama, Whllyano.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Uji Kompetensi Penyelamat Awali Rangkaian IFRC 2026 di Kuala Kencana
IFRC 2026 Jadi Sarana Edukasi Keselamatan yang Menarik Minat Masyarakat Mimika
IFRC 2026 Resmi Dibuka, 17 Tim Siap Adu Ketangkasan Jinakkan Api dan Penyelamatan
Jadi Tuan Rumah IFRC 2026, Freeport Bakal Padukan Penyelamatan Modern, Budaya Kamoro, dan Edukasi Sekolah
PAPEDA Summit 2026 Dorong Masyarakat Adat Jadi Penentu Arah Pembangunan Papua
SMA Negeri 1 Sentani Juarai Lintas Alam Cycloop Perdana
Meriahkan HUT RI, LMA Puncak Gelar Jalan Sehat: Serukan Ilaga Aman dan Damai
Timika Fest 2026 Meriah, Ribuan Warga Padati Konser Kemerdekaan di Mimika

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:07 WIT

Uji Kompetensi Penyelamat Awali Rangkaian IFRC 2026 di Kuala Kencana

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:06 WIT

IFRC 2026 Jadi Sarana Edukasi Keselamatan yang Menarik Minat Masyarakat Mimika

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 23:06 WIT

IFRC 2026 Resmi Dibuka, 17 Tim Siap Adu Ketangkasan Jinakkan Api dan Penyelamatan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:58 WIT

Jadi Tuan Rumah IFRC 2026, Freeport Bakal Padukan Penyelamatan Modern, Budaya Kamoro, dan Edukasi Sekolah

Rabu, 2 September 2026 - 14:02 WIT

PAPEDA Summit 2026 Dorong Masyarakat Adat Jadi Penentu Arah Pembangunan Papua

Berita Terbaru