Fesmed Papua Raya Fokus Bekali Jurnalis dengan Keterampilan Investigasi, AI, dan Jurnalisme Damai

Endy Langobelen

Rabu, 14 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Panitia Fesmed se-Tanah Papua Raya, Abeth Abraham You, saat menyampaikan laporan panitia dalam pembukaan Fesmed Papua di Lapangan Bandara Lama Nabire, Selasa (13/1/2026).

Ketua Panitia Fesmed se-Tanah Papua Raya, Abeth Abraham You, saat menyampaikan laporan panitia dalam pembukaan Fesmed Papua di Lapangan Bandara Lama Nabire, Selasa (13/1/2026).

NABIRE — Festival Media (Fesmed) perdana se-Tanah Papua Raya digelar bukan sekadar sebagai ajang temu jurnalis lintas provinsi, tetapi menjadi ruang strategis untuk memperkuat kapasitas insan pers Papua menghadapi tantangan jurnalistik modern yang semakin kompleks.

Ketua Panitia Fesmed se-Tanah Papua Raya, Abeth Abraham You, menegaskan bahwa tujuan utama festival ini adalah membekali jurnalis Papua dengan keterampilan mendasar dan lanjutan, mulai dari liputan investigasi hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI), tanpa meninggalkan nilai jurnalisme damai.

“Tujuan dari pelaksanaan Festival Media ke-1 adalah untuk membekali para jurnalis Papua dengan keterampilan liputan investigasi, keamanan digital, AI dan terakhir adalah jurnalisme damai,” kata Abeth saat menyampaikan laporan panitia pada pembukaan Fesmed di Lapangan Bandara Lama Nabire, Selasa (13/1/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain penguatan kapasitas jurnalistik, festival ini juga diarahkan untuk meningkatkan kreativitas insan pers dalam mengelola platform digital yang kini menjadi wajah utama media.

Baca Juga :  Papera, Tani Merdeka, dan APSI Papua Tengah Resmi Mendaftar ke Kesbangpol

“Yang berikut, untuk meningkatkan kreativitas dan kemampuan insan pers dalam pengelolaan media sosial, fotografi, dan videografi termasuk pengelolaan website,” ujarnya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, panitia merancang rangkaian kegiatan yang mencakup pelatihan jurnalistik dan investigasi, workshop tematik, hingga talkshow yang membahas isu-isu strategis di Tanah Papua.

“Sehingga dalam pelaksanaan Festival Media se-Tanah Papua yang pertama ini akan ada pelatihan jurnalistik dan investigasi. Terus akan ada juga talkshow yang akan fokus ke pendidikan, kesehatan, dan peran media dalam pembangunan di Tanah Papua dalam enam provinsi ini,” jelas Abeth.

Fesmed ini juga menjadi ruang apresiasi karya jurnalistik melalui pameran foto dan video yang menampilkan hasil liputan wartawan Papua dari berbagai wilayah.

“Terus akan ada juga pameran foto dan video. Pameran foto dan video ini adalah hasil karya dari kami, para wartawan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Upaya PTFI Menjaga Keanekaragaman Hayati di Papua

Lebih dari itu, festival ini menegaskan posisi Papua Tengah sebagai pelopor penyelenggaraan Festival Media perdana se-Tanah Papua Raya, yang diharapkan menjadi warisan berkelanjutan bagi generasi jurnalis Papua ke depan.

“Festival ini adalah sebuah ajang bergengsi yang sangat berwibawa dan menjadi sejarah di Tanah Papua bahwa Papua Tengah merintis untuk mengwariskan kepada anak cucu di seluruh Papua,” tegas Abeth.

Sebagai informasi, Festival Media se-Tanah Papua Raya dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, 13–15 Januari 2026, dengan puncak acara malam penganugerahan Papua Journalist Association 2026, yang menjadi bentuk pengakuan terhadap dedikasi dan karya insan pers Papua.

Dengan pendekatan peningkatan kapasitas, kolaborasi lintas generasi, dan penguatan nilai damai, Fesmed diharapkan menjadi fondasi penting bagi tumbuhnya jurnalisme Papua yang profesional, inklusif, dan bermartabat.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HPN 2026: Presiden Prabowo Soroti Tantangan AI dan Masa Depan Jurnalisme Indonesia
Lomba Tari Antarsekolah Warnai Dies Natalis ke-20 Yayasan Pendidikan Katolik Santa Maria
HUT BPOM ke-25, Loka POM Mimika Gelar Vaksinasi HPV untuk Cegah Kanker Serviks
TIFA Kembali Masuk KEN 2026, Siap Melompat ke Panggung Internasional Juli Mendatang
Etika Jurnalisme di Era AI, Lucky Ireeuw: Manusia Tetap di Kemudi
Fesmed Papua Hadirkan Seminar Keamanan Digital untuk Lawan Hoaks Lewat Jurnalisme Damai
Ketua AWP: Fesmed Jadi Ruang Peningkatan Kapasitas dan Literasi Media Papua
Sejarah Baru Pers Papua! Festival Media Perdana Satukan Jurnalis Lintas Generasi di Nabire

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 23:07 WIT

HPN 2026: Presiden Prabowo Soroti Tantangan AI dan Masa Depan Jurnalisme Indonesia

Jumat, 6 Februari 2026 - 18:28 WIT

Lomba Tari Antarsekolah Warnai Dies Natalis ke-20 Yayasan Pendidikan Katolik Santa Maria

Jumat, 6 Februari 2026 - 16:48 WIT

HUT BPOM ke-25, Loka POM Mimika Gelar Vaksinasi HPV untuk Cegah Kanker Serviks

Rabu, 28 Januari 2026 - 10:19 WIT

TIFA Kembali Masuk KEN 2026, Siap Melompat ke Panggung Internasional Juli Mendatang

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:59 WIT

Etika Jurnalisme di Era AI, Lucky Ireeuw: Manusia Tetap di Kemudi

Berita Terbaru

Sejumlah karyawan yang hendak naik ke Tembaga diperintahkan kembali pulang akibat adanya penembakan di area PT Freeport Indonesia, Mile Point 50, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua Tengah. (Foto: Istimewa/Tangkapan layar video amatir)

Freeport

Freeport Tutup Jalan Utama ke Tembagapura Pascapenembakan

Kamis, 12 Feb 2026 - 01:06 WIT

Pesawat PK-SNR milik PT Smart Air Aviation yang ditembak saat menjalankan rute Tanah Merah menuju Danawage/Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Tengah, Rabu (11/2/2026). (Fotoo: Istimewa/Tangkapan layar video amatir)

Peristiwa

Pesawat Smart Air Ditembak di Boven Digoel, Dua Pilot Gugur

Rabu, 11 Feb 2026 - 19:13 WIT