JAYAPURA – SMA Negeri 1 Sentani keluar sebagai juara pertama Lomba Lintas Alam Cagar Alam Cycloop ke-1 yang digelar Pemerintah Kabupaten Jayapura pada Kamis, 27 Agustus 2026. Regu mereka mengumpulkan 2.138 poin, mengungguli tujuh regu peserta lainnya yang melewati empat pos.
Lomba ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Danau Sentani ke-15 sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Peserta start di Kampung Nendali, menyusuri kawasan penyangga Cycloop, dan finish di Khalkote, Distrik Sentani Timur.
Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri, menyebut lomba ini digagas untuk memupuk kecintaan generasi muda terhadap lingkungan sekaligus membentengi mereka dari pengaruh negatif. “Kegiatan ini dapat menjadi dampak pencegahan terhadap miras, narkoba, serta kegiatan yang tidak bermanfaat,” papar Abdul Rahman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemerintah Kabupaten Jayapura menyatakan lomba lintas alam akan diagendakan secara rutin dan berpotensi dikembangkan ke tingkat daerah hingga nasional. Abdul Rahman menegaskan kegiatan ini merupakan bagian tak terpisahkan dari pembangunan sektor kepemudaan dan olahraga di Kabupaten Jayapura.
Nelson Nehemia Tokoro, salah satu anggota regu juara, mengaku tak menyangka timnya meraih posisi teratas. “Awalnya kami sudah prediksi akan di juara dua atau tiga. Saat diumumkan jadi juara satu, kami semua seperti, wow, luar biasa sekali,” ujar siswa SMA Negeri 1 Sentani itu.
Regu mereka menyelesaikan seluruh rute dalam waktu lebih dari satu jam. Nelson mengungkapkan timnya sempat terbuang waktu di pos pertama, namun berhasil melaju lancar di pos-pos berikutnya.
Persiapan tim terbilang singkat. Mereka baru mendapat kabar keikutsertaan pada Senin, dua hari sebelum lomba. Meski begitu, tim langsung mempersiapkan fisik, mental, hingga yel-yel penyemangat.
“Tidak sia-sia kami menyiapkan fisik dan mental untuk menghadapi medan yang kami anggap awalnya sulit, namun saat bersama-sama ternyata seru,” tutur Nelson.
Bagi Nelson pribadi, lomba lintas alam bukan hal asing. Ia sudah terbiasa menjelajah alam lewat organisasi Pathfinder, semacam pramuka berbasis gereja. Namun sebagian besar rekan setimnya, ini merupakan pengalaman pertama berlomba lintas alam.
Dewan juri menerapkan sistem penilaian berlapis. Jawaban soal di setiap pos berkontribusi 30 persen dari total nilai, sementara kekompakan dan soliditas regu diperhitungkan dengan bobot yang sama, 30 persen. Peserta juga bisa mendulang poin tambahan lima hingga 10 persen dari aspek kepedulian lingkungan termasuk memungut sampah, membawa bibit tanaman, hingga membawa botol tumbler sendiri selama lomba berlangsung. Yel-yel regu turut masuk dalam komponen penilaian tambahan tersebut.
Posisi kedua ditempati SMK Negeri 5 Penerbangan Waibu dengan 2.058 poin, sedangkan SMA Negeri 2 Sentani menyusul di urutan ketiga dengan 2.008 poin.










