Ini Penyebab Cabai Rawit Sering Naik Harga di Mimika

Ahmad

Rabu, 13 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cabea rawit di lapak seorang pedagang di Pasar Sentral Timika. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Cabea rawit di lapak seorang pedagang di Pasar Sentral Timika. (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA – Cabai rawit menjadi salah satu komoditas yang paling sering naik harga di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Naiknya harga cabai ini bukan tanpa alasan. Ada hal yang memicu harga cabai melonjak setiap pekan meskin tidak seignifikan.

Cabai rawit juga bahkan kerap berada di daftar berbagai penyebab tingginya inflasi di Mimika.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lantas, hal apa yang menyebabkan cabai di Mimika kerap naik harga?

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Petrus Pali Ambaa, mengatakan naiknya harga cabai di Mimika biasanya dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya adalah cuaca.

Petrus menyebut, curah hujan yang tinggi sangat berpengaruh terhadap kualitas cabai yang ditanam oleh petani.

Akibatnya, banyak petani yang gagal panen hingga berujung kekosongan stok cabai di pasaran saat permintaan pasar sedang naik-naiknya.

“Itu kan biasa pengaruh musim, ketika lagi tinggi musim hujan itu sangat terasa di Mimika itu. Biasanya langsung naik harga,” kata Petrus, saat ditemui wartawan di lapangan Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Senin (11/8/2025).

Baca Juga :  Warga Bougenville Pilih Maximus-Peggi Demi Perubahan Ekonomi

Saat permintaan pasar meningkat, ketersediaan stok cabai di pasaran justru terbatas. Inilah yang megakibatkan kerap terjadi lonjakan harga.

Sebaliknya, kata Petrus saat permintaan pasar menurun, harga cabai bisa stabil walaupun terjadi keterbatasan stok.

Kemudian, salah satu komoditas selain cabai yang juga sering mengalami lonjakan harga adalah beras. Kata Petrus, berdasarkan pengakuan distributor bahwa harga beras sering kali naik karena harga beras dari daerah asal mengalami kenaikan sehingga distributor pun ikut menyesuaikan.

“Memang itu (harga beras,red) berlaku secara nasional,” tutur Petrus.

Upaya Paling Ampuh Tekan Inflasi

Petrus bilang salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk menekan inflasi yang dipengaruhi oleh cabai dan sebagainya adalah dengan melaksanakan operasi pasar murah.

Contohnya seperti yang terjadi pada bulan Juli 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika mencatat, perkembangan harga berbagai komoditas pada Juli 2025 secara umum menunjukkan adanya kenaikan.

Hal ini menyebabkan terjadi inflasi Year on Year (y-on-y) sebsar 3,16 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,66.

Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) yang diterbitkan oleh BPS Kabupaten Mimika per 1 Agustus 2025, bahwa hasil pemantauan BPS Kabupaten Mimika, pada Juli 2025 terjadi inflasi y-on-y sebesar 3,16 persen atau terjadi kenaikan IHK dari 109,21 pada Juli 2024 menjadi 112,66 pada Juli 2025.

Baca Juga :  Dewan Dukung Kehadiran Maxim di Mimika, Alex: Sangat Membantu

BPS Kabupaten Mimika juga mencatat tingkat deflasi m-to-m sebesar 0,23 persen, sedangkan tingkat inflasi y-to-d sebesar 1,93 persen. Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran.

Lalu, untuk cabai rawit dan beras sendiri tergolong dalam komoditas yang dominan memberikan andil inflasi month to month (m-to-m/bulan ke bulan,red) bersama komoditas lainnya seperti tomat, ikan cakalang/ikan sisik, terong, bawang merah, minyak goreng, daun bawang, Sigaret Kretek Mesin (SKM), ketimun, jagung manis, bensin, tauge/kecambah, kangkung, telur ayam kampung, dan daging ayam ras.

Intervensi ini terbilang cukup efektif lantaran beberapa kali mampu menekan tingginya harga komoditas pangan di pasaran. Masyarakat pun cukup terbantu dengan hal itu.

“Yang bisa kita laksanakan itu adalah pasar murah untuk bisa mengimbangi itu,” pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mimika Terapkan Barcode E-Mitan untuk Atur Penjualan Minyak Tanah
Menyemai Asa Kopi Gunung di Kota Industri
Kelompok Tani Gereja di Mimika Dorong Pertanian Jadi Penopang Ekonomi Jemaat
Emas dan Bumbu Dapur Picu Inflasi Mimika Tembus 5,03 Persen pada September 2026
Meraba Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Mimika
Mimika Punya 17 Ribu UMKM, Baru 3 Ribu Masuk Pembinaan
Menjelang Tiga Dekade Mimika: Menguji Resiliensi UMKM dan Ambisi Ekonomi Papua Tengah
Pembudi Daya Ikan Mimika Cari Pasar Freeport, DPR Papua Tengah Turun Tangan

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:51 WIT

Mimika Terapkan Barcode E-Mitan untuk Atur Penjualan Minyak Tanah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:04 WIT

Menyemai Asa Kopi Gunung di Kota Industri

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:25 WIT

Kelompok Tani Gereja di Mimika Dorong Pertanian Jadi Penopang Ekonomi Jemaat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:22 WIT

Emas dan Bumbu Dapur Picu Inflasi Mimika Tembus 5,03 Persen pada September 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:20 WIT

Meraba Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Mimika

Berita Terbaru

Didi Kurniawan, M.Kes., resmi terpilih sebagai Ketua Kerukunan Keluarga Tomia Kabupaten Mimika periode 2026–2031. (Foto: KKT Mimika)

Organisasi

Didi Kurniawan Terpilih Pimpin KKT Mimika 2026–2031

Sabtu, 10 Okt 2026 - 13:57 WIT