MIMIKA — Eliu Hagabal, korban penganiayaan menggunakan senjata tajam di Jalan Freeport Lama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Mimika, Selasa (1/9/2026).
Eliu sebelumnya menjadi korban penganiayaan setelah diduga dikejar sebuah mobil dari arah Kwamki Narama menuju Timika. Ia mengalami luka serius akibat sabetan benda tajam yang dilakukan oleh sejumlah orang.
Humas RSUD Mimika, Lucky Mahakena, mengatakan kondisi Eliu saat tiba di rumah sakit sudah dalam keadaan berat akibat kehilangan banyak darah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saat dibawa ke rumah sakit, kondisi korban sudah mengalami banyak pendarahan. Memang lukanya berat, bagian samping wajahnya tembus telinga dan leher. Ada juga luka lain di bagian betis,” kata Lucky.
Menurut Lucky, Eliu sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Kapolres membenarkan bahwa Eliu telah meninggal dunia. Jenazah korban juga belum dibawa keluarga dan rencananya akan diambil pada Rabu (2/9/2026).
“Eliu Hagabal meninggal dunia dengan kondisi kritis saat dirawat di IGD RSUD Mimika, tepatnya 17.30 WIT,” ujar Kapolres.
Sementara itu, Yolince Waker, saudari korban yang turut menjadi korban dalam kejadian tersebut, dilaporkan telah pulih.
Yolince sebelumnya mengalami luka setelah sepeda motor yang dikendarainya bersama Eliu diduga disenggol mobil yang mengejar mereka. Ia kemudian terjatuh dan turut mendapat perawatan di RSUD Mimika.
“Puji Tuhan keluarganya yang perempuan sudah pulih. Ia mengalami luka akibat disenggol mobil itu dan terjatuh. Saat ini ia berada di kamar jenazah melayat saudaranya yang dinyatakan meninggal dunia,” ujar Lucky.
Polisi Masih Selidiki Pelaku
Sebelumnya, Kapolsek Kwamki Narama Iptu Yusak Sawaki mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.20 WIT.
Saat itu, Eliu dan Yolince mengendarai sepeda motor dari Jalur 3, Kampung Olaroa, Distrik Kwamki Narama, menuju Timika.
Dalam perjalanan, Yolince melihat sebuah mobil dari arah belakang yang diduga mengikuti mereka. Ia kemudian meminta Eliu untuk berbalik arah karena khawatir terhadap kendaraan tersebut.
Namun, Eliu tetap melaju menuju arah Kota Timika.
Saat tiba di sekitar bundaran Bandara Lama, mobil tersebut kembali memepet sepeda motor mereka. Keduanya masih melanjutkan perjalanan hingga mobil itu kembali memepet untuk kedua kalinya.
Dalam situasi tersebut, Eliu dan Yolince memilih berhenti dan meninggalkan sepeda motor, lalu berlari menuju Jalan Freeport Lama.
Yolince kemudian melihat tiga orang turun dari mobil sambil membawa benda tajam. Ketiganya mengejar dan melakukan penganiayaan terhadap Eliu.
Dalam kondisi terluka, Eliu kemudian dievakuasi ke RSUD Mimika untuk mendapatkan pertolongan medis.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku dan motif penganiayaan yang berujung pada kematian Eliu Hagabal.
Kapolres Mimika belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai apakah kasus tersebut berkaitan dengan konflik yang terjadi di Kwamki Narama maupun mengenai motif di balik penyerangan.
Kasus ini masih dalam penanganan dan penyelidikan aparat Kepolisian Resor Mimika.










