JAYAPURA – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) melalui Badan Pekerja Pusat (BPP) mengeluarkan himbauan terbuka kepada seluruh rakyat Papua untuk melakukan mobilisasi dan konsolidasi menuju aksi bersama pada 24 September 2025 mendatang, bertepatan dengan peringatan Hari Tani.
Dalam siaran pers yang ditandatangani Ketua Umum KNPB, Agus Kossay, organisasi ini menegaskan bahwa rakyat Papua, khususnya kaum tani, terus menjadi korban penindasan, eksploitasi sumber daya alam, dan pelanggaran HAM sejak tahun 1960-an.
“Pada hari ini, 22 September 2025, Komite Nasional Papua Barat (KNPB) secara organisasi menyampaikan kepada seluruh organisasi gerakan perlawanan, organisasi buruh tani, dan seluruh pejuang serta rakyat bangsa Papua Barat, bahwa menuju tanggal 24 September 2025 mendatang rakyat Papua yang juga merupakan bagian dari kaum tani yang mengalami penindasan, eksploitasi sumber daya alam yang akhirnya mengorbankan kaum tani dan rakyat Papua,” kata Agus Kossay.
Kossay menyebut momentum Hari Tani sebagai ruang perjuangan bersama yang tidak dimiliki oleh organisasi tertentu, melainkan menjadi tanggung jawab kolektif rakyat Papua.
“Momentum aksi Hari Tani pada tanggal 24 nanti adalah tanggung jawab kita bersama karena aksi adalah milik kita bersama, bukan milik KNPB, bukan milik siapa-siapa tetapi itu merupakan milik rakyat Papua dan seluruh pejuang bangsa Papua yang berbicara tentang Hak Penentuan Nasib Sendiri,” tuturnya.
Melalui himbauan terbuka ini, KNPB juga mengajak pihak non-Papua dan organisasi perlawanan yang menyoroti isu kemanusiaan di Papua untuk turut serta.
Aksi 24 September 2025 disebut akan dimediasi oleh KNPB dan terbuka bagi siapa pun yang ingin menyuarakan hak-hak rakyat Papua.










