MIMIKA – Hujan yang mengguyur Timika sejak pagi tak menyurutkan semangat para pegiat skateboarding di Kota Emas itu untuk merayakan Hari Skateboarding Sedunia.
Sabtu (21/6/2025), puluhan anak muda berkumpul di area parkiran Pasar Sentral Timika. Deru roda papan luncur beradu dengan sorakan penonton dalam berbagai permainan khas dunia skate.
“Seharusnya tadi pagi di Car Free Day, tapi karena hujan kita geser ke sore hari,” ujar James Alfero Tambunan, Ketua Ignora Komisi Indonesia Skateboarding Mimika, kepada Galeripapua.com.
Ia berbicara santai namun antusias, diapit oleh deretan anak-anak muda dengan papan skate yang dipegang di tangan masing-masing.
Acara ini digelar oleh Komisi Indonesia Skateboarding Mimika, dengan dukungan komunitas lokal dan pemerintah daerah.
Tak sekadar selebrasi, James menyebut hari ini sebagai momentum 25 tahun keberadaan komunitas skate di Timika.
“Kalau kita bilang dari tahun 2000-an Timika Skate sudah ada, berarti hari ini kurang lebih kita rayakan seperempat abad,” katanya.
Rangkaian acara diwarnai kompetisi seru seperti high ollie, long ollie, best trick reel, best trick box, hingga game of skate. Tak hanya peserta, warga pasar dan pengunjung ikut menonton dan memberi semangat.

Dalam wawancaranya, James turut menyinggung harapan besar komunitas terhadap dukungan pemerintah dan sektor swasta.
Ia menyebut dua momen besar yang sudah di depan mata: Pekan Olahraga Nasional (PON) dua tahun mendatang dan Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) 2025 yang akan digelar pada bulan Juli hingga Agustus.
“Kami terus berlatih dan berjuang. Semoga tim Papua Tengah bisa tampil baik di Fornas nanti,” ujarnya.
Komunitas skateboard Timika bukan sekadar kumpulan anak muda yang bermain di jalanan. Mereka mulai memosisikan diri sebagai bagian dari gerakan regenerasi atlet Papua Tengah. James mengajak warga Timika untuk tak ragu bergabung.

“Jangan sungkan bertanya. Komunitas ini terbuka, dan harus kita dukung bersama agar bisa mewakili daerah ini di tingkat nasional,” katanya.
Di tengah peluh dan gesekan roda pada beton, Hari Skateboarding Sedunia bukan hanya soal perayaan, tapi juga janji dan harapan—bahwa papan luncur bisa jadi jalan menuju prestasi.










