Lebaran Lebih Awal, Muhammadiyah Mimika Tekankan Toleransi di Tengah Perbedaan

Ahmad

Jumat, 20 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksanaan salat Ied di halaman Perguruan Muhammadiyah di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Koperapoka, Mimika Baru, Jumat (20/3/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

Pelaksanaan salat Ied di halaman Perguruan Muhammadiyah di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Koperapoka, Mimika Baru, Jumat (20/3/2026). (Foto: Galeri Papua/Ahmad)

MIMIKA – Ratusan warga Muhammadiyah di Kabupaten Mimika melaksanakan salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah di halaman Perguruan Muhammadiyah, Jalan Bhayangkara, Kelurahan Koperapoka, Distrik Mimika Baru, Jumat (20/3/2026).

Salat Id berlangsung khidmat dengan Ustad Andika Setyo Budi bertindak sebagai imam sekaligus khatib. Dalam khutbahnya, ia menegaskan bahwa Idulfitri bukanlah akhir dari perjalanan spiritual Ramadan, melainkan awal untuk menjaga konsistensi keimanan.

“Alhamdulillah, kita diberi nikmat kesehatan dan umur untuk merayakan hari nan fitri ini. Insyaallah, kita termasuk hamba yang istikamah memegang teguh nilai Islam hingga akhir hayat,” ujar Ustad Andika di hadapan jemaah.

Ia menyampaikan tiga esensi kemenangan yang perlu diwujudkan setelah Ramadan. Pertama, keberhasilan membersihkan jiwa dari penyakit hati seperti syirik, dengki, dan kesombongan.

Kedua, tumbuhnya kepekaan sosial melalui empati terhadap sesama. Ketiga, terbentuknya pribadi Muslim yang cerdas dan mampu menjadi solusi di tengah tantangan zaman.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Mimika, H. Juma Aziz, menjelaskan bahwa pelaksanaan salat Idulfitri ini mengacu pada Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan metode hisab hakiki wujudul hilal.

Di tengah potensi perbedaan waktu perayaan Idulfitri, Juma menekankan pentingnya menjaga toleransi dan persatuan di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Kinerja Panitia dan Peserta Musabaqah Fahmil Qur’an Mendapat Apresiasi Majelis Dewan Hakim

“Perbedaan hanyalah masalah ‘pintu’ mana yang kita gunakan untuk memasuki rumah kemenangan yang sama. Jika saudara kita ada yang masih menunggu fajar esok hari untuk berlebaran, maka kasih sayang kita tidak boleh berkurang sedikit pun,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah demi memperkuat harmoni di Mimika.

Pelaksanaan ibadah berlangsung aman dan tertib. Usai salat, jemaah saling bersalaman dan bermaafan, menandai semangat kebersamaan dan harapan baru untuk kehidupan yang lebih damai dan toleran di Bumi Cenderawasih.

Follow WhatsApp Channel galeripapua.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemerintah Tetapkan Lebaran 2026 Serentak, 1 Syawal Jatuh 21 Maret
Pawai Ogoh-Ogoh Semarakkan Tawur Agung Kesanga di Mimika, Toleransi Lintas Etnis Menguat
Tawur Agung Kesanga di Mimika, Nyepi 1948 Saka Perkuat Toleransi
Safari Ramadhan FORMIG Mimika Dimulai, Dorong Insentif Guru Ngaji dan Perkuat Harmoni Umat
Malam Pertama Ramadan 1447 H, Ribuan Jamaah Padati Masjid di Mimika
MUI Mimika Usul Penutupan Miras dan Hiburan Malam Selama Ramadan
MUI Mimika Imbau Masjid Selektif Undang Ustaz Tamu Selama Ramadan
Sambut Ramadan, DMI Mimika Perkuat Kesiapan Dai Lewat Cek Kesehatan

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 13:46 WIT

Lebaran Lebih Awal, Muhammadiyah Mimika Tekankan Toleransi di Tengah Perbedaan

Kamis, 19 Maret 2026 - 08:49 WIT

Pawai Ogoh-Ogoh Semarakkan Tawur Agung Kesanga di Mimika, Toleransi Lintas Etnis Menguat

Kamis, 19 Maret 2026 - 06:30 WIT

Tawur Agung Kesanga di Mimika, Nyepi 1948 Saka Perkuat Toleransi

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:41 WIT

Safari Ramadhan FORMIG Mimika Dimulai, Dorong Insentif Guru Ngaji dan Perkuat Harmoni Umat

Kamis, 19 Februari 2026 - 10:33 WIT

Malam Pertama Ramadan 1447 H, Ribuan Jamaah Padati Masjid di Mimika

Berita Terbaru